Amorim Beri Peringatan Keras ke Leao: Bersaing atau Tersingkir di Milan
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Milan, Ruben Amorim, menegaskan Rafael Leao harus berjuang keras untuk merebut kembali tempat utamanya di skuad utama.
- Cedera otot yang dialami Leao menjelang laga uji coba kontra Manchester United menambah ketidakpastian masa depannya di San Siro.
- Dengan persaingan internal yang semakin ketat dan bursa transfer yang segera ditutup, posisi Leao di Milan menjadi sorotan utama.

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, memberikan peringatan tegas kepada Rafael Leao: jika ingin kembali menjadi pilihan utama di San Siro, pemain sayap asal Portugal itu harus siap bertarung. Pernyataan ini muncul setelah Leao absen dalam kemenangan persahabatan 4-2 atas Manchester United di Wroclaw, Polandia, Sabtu (26/7/2025), akibat masalah otot yang dilaporkan menjelang pertandingan.
Kemenangan atas mantan klub Amorim itu diwarnai gol dari Samuel Chukwueze, Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek. Namun, sorotan justru tertuju pada ketidakhadiran Leao, yang kian memperuncing spekulasi mengenai masa depannya. Sejak akhir musim 2025-26, pemain berusia 27 tahun itu telah menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Milan dan mencoba pengalaman baru di luar negeri, dengan Premier League atau LaLiga sebagai tujuan ideal.
Hingga saat ini, belum ada tawaran menarik yang datang untuk Leao. Dengan bursa transfer musim panas yang hanya menyisakan dua pekan, kemungkinan besar ia masih berseragam Rossoneri saat kompetisi Serie A dimulai. Amorim, yang ditanya mengenai masa depan Leao setelah laga kontra Manchester United, menegaskan bahwa pemain internasional Portugal itu harus berjuang jika ingin merebut kembali posisinya. โSaya tidak tahu, tapi Leao adalah salah satu pemain kami. Saya sudah bilang kami senang memilikinya, dia pemain berharga. Kita lihat saja, tapi dia harus berjuang,โ ujar Amorim, seperti dikutip TMW.
Amorim juga mengakui bahwa Leao diragukan tampil pada laga pembuka Serie A melawan Torino akhir pekan depan. โSaya pikir ini bukan masalah serius, tapi saya tidak tahu apakah dia akan siap,โ katanya. Situasi ini menjadi dilema bagi Leao, yang sebelumnya menjadi andalan lini serang Milan. Kini, ia harus menghadapi persaingan ketat dari rekan-rekan setimnya yang tampil impresif.
โSaya pikir Cisse, dengan cara dia bermain, akan membuat segalanya sulit. Saelemaekers telah berpindah posisi, akan sulit. Kami juga punya Pulisic yang akan kembali, jadi kami akan punya banyak pemain yang akan bersaing untuk posisi itu,โ tambah Amorim. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa Leao tidak lagi otomatis menjadi pilihan utama, dan ia harus membuktikan kualitasnya di tengah persaingan yang semakin sengit.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk disimak, mengingat Leao adalah salah satu bintang muda Eropa yang kerap menjadi sorotan. Persaingan ketat di klub sebesar Milan menunjukkan betapa kerasnya dunia sepak bola profesional, di mana nama besar tidak menjamin tempat di starting line-up. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pemain muda Indonesia yang bercita-cita berkarier di Eropa: kerja keras dan konsistensi adalah kunci untuk bertahan di level tertinggi.
Dengan bursa transfer yang akan segera ditutup, pertanyaan besarnya adalah: akankah Leao bertahan di Milan dan menerima tantangan untuk berjuang, atau ia akan mencari jalan keluar di menit-menit terakhir? Keputusan ini tidak hanya akan menentukan masa depannya, tetapi juga bentuk lini serang Milan musim ini. Apakah Amorim akan memberikan kepercayaan kembali kepada Leao, atau justru lebih memilih pemain lain yang lebih siap berjuang? Semua akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.



