Bangladesh Ukir Sejarah: Kalahkan Australia di Darwin, Kemenangan Test Pertama di Kandang Lawan
Baca dalam 60 detik
- Timnas kriket Bangladesh mencatat kemenangan bersejarah atas Australia di Darwin, menandai kemenangan test pertama mereka di tanah Australia.
- Kemenangan ini menegaskan kebangkitan kriket Bangladesh di kancah internasional, setelah sebelumnya sukses menaklukkan Pakistan dan Selandia Baru.
- Prestasi ini berpotensi menginspirasi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk terus mengembangkan olahraga kriket.

BANGLADESH menorehkan sejarah baru dalam dunia kriket dengan meraih kemenangan test perdana di Australia. Dalam laga pembuka seri di Darwin, Minggu (16/8), tim tamu menundukkan tuan rumah dengan skor telak sembilan wicket, sebuah hasil yang langsung menggetarkan jagat kriket internasional.
Kemenangan ini bukan sekadar angka. Bangladesh menunjukkan dominasi sejak awal. Setelah Australia hanya mampu mengumpulkan 198 di inning pertama, Bangladesh merespons dengan gemilang melalui 426 run, ditopang century dari Tanzid Hasan. Keunggulan 228 run menjadi modal berharga. Di inning kedua, Australia mencoba bangkit dengan 284 run, tetapi Mehidy Hasan Miraz tampil memukau dengan lima wicket, sementara Hasan Mahmud total mengemas sembilan wicket sepanjang pertandingan. Target 57 run pun dikejar dengan mudah pada hari keempat.
Kemenangan ini menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah test Bangladesh, sekaligus menegaskan bahwa mereka bukan lagi tim underdog. Sebelumnya, Bangladesh telah mencatat sejumlah kemenangan landmark, seperti menaklukkan Pakistan 2-0 pada 2024, menang delapan wicket atas Selandia Baru di Mount Maunganui, serta kemenangan pertama atas Australia di Dhaka pada 2017.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi pelajaran berharga. Meski kriket belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis, prestasi Bangladesh menunjukkan bahwa dengan pembinaan serius, negara berkembang pun bisa bersaing di level tertinggi. Federasi Kriket Indonesia (Forki) bisa menjadikan kisah ini sebagai motivasi untuk terus mengembangkan bakat-bakat muda, terutama dalam menghadapi ajang seperti SEA Games atau Asian Games.
Sejarah mencatat, Bangladesh pertama kali meraih kemenangan test atas Pakistan pada 2024 dengan margin 10 wicket. Kala itu, Mushfiqur Rahim tampil heroik dengan 191 run, dan lini spin yang digawangi Mehidy Hasan Miraz serta Shakib Al Hasan berhasil membongkar pertahanan Pakistan. Kemenangan tersebut kemudian disusul dengan kemenangan enam wicket di Rawalpindi, menuntaskan sapu bersih 2-0.
Dua tahun sebelumnya, Bangladesh mengejutkan Selandia Baru, juara bertahan World Test Championship, di Mount Maunganui. Ebadot Hossain menjadi pahlawan dengan enam wicket di inning kedua, membawa timnya menang delapan wicket. Sementara itu, kemenangan pertama atas Australia terjadi di Dhaka pada 2017, ketika Shakib Al Hasan mencetak 89 run dan mengambil 10 wicket, sebuah penampilan all-round yang langka.
Perjalanan Bangladesh memang penuh liku. Dari kemenangan tipis 20 run atas Australia pada 2017, kemenangan 108 run atas Inggris pada 2016, hingga kemenangan perdana di luar kandang melawan West Indies pada 2009. Setiap kemenangan itu menjadi fondasi bagi kepercayaan diri yang kini mereka miliki.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Bangladesh mempertahankan konsistensi ini? Dengan talenta muda seperti Tanzid Hasan dan pengalaman para senior, mereka berpeluang besar untuk terus bersaing di papan atas. Namun, persaingan di kriket modern semakin ketat. Apakah Bangladesh bisa menjadi kekuatan baru yang disegani, atau hanya sekadar kejutan sesaat? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: mereka telah membuktikan bahwa mimpi itu nyata.



