J.R. Smith Ditangkap di Texas atas Tuduhan Kekerasan dalam Rumah Tangga
Baca dalam 60 detik
- Mantan bintang NBA J.R. Smith ditahan polisi Royse City, Texas, pada Senin (10/3) karena tuduhan penyerangan yang melibatkan kekerasan fisik dan relasi keluarga.
- Penangkapan bermula dari sistem pembaca pelat nomor otomatis yang menandai kendaraan Smith dan mengungkap surat perintah penangkapan aktif.
- Insiden ini menambah catatan hitam perjalanan Smith, yang sebelumnya pernah dipenjara 24 hari pada 2009 akibat kasus mengemudi sembarangan yang menyebabkan satu korban tewas.

Mantan pemain NBA yang pernah memperkuat New York Knicks dan Cleveland Cavaliers, J.R. Smith, ditangkap di Texas pada Senin (10/3) waktu setempat. Penangkapan dilakukan oleh Kepolisian Royse City atas tuduhan penyerangan yang dalam catatan resmi penjara menyebut unsur "kekerasan fisik" dan "kekerasan dalam rumah tangga".
Menurut laporan TMZ yang dikutip ESPN, penangkapan Smith bermula ketika kamera pembaca pelat nomor otomatis mendeteksi kendaraan yang dikemudikannya dan memberi sinyal kepada petugas tentang adanya surat perintah penangkapan aktif. Smith yang memiliki nama depan Earl itu langsung diamankan tanpa perlawanan berarti. Adiknya, Aldridge, yang berada di dalam mobil, kemudian diambil alih oleh pihak kepolisian setelah penangkapan. Polisi menyatakan kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian tambahan mengenai kronologi kejadian, dan belum ada jaminan yang ditetapkan untuk pemain yang telah 16 tahun berkarier di NBA tersebut. Publik pun masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang maupun perwakilan Smith.
J.R. Smith bukan nama asing di jagat bola basket Amerika. Ia memulai karier sebagai pilihan pertama New Orleans Hornets, lalu bersinar sebagai pemain cadangan di Denver Nuggets selama lima musim dan beberapa kali masuk bursa kandidat Sixth Man of the Year. Setelah sempat bermain di Tiongkok, ia kembali ke NBA dan bergabung dengan Knicks, di mana ia akhirnya meraih penghargaan Sixth Man of the Year. Pada musim 2014-15, Smith ditukar ke Cavaliers untuk membantu LeBron James mengejar gelar juara. Upaya itu berbuah pada tahun berikutnya ketika Cleveland menjuarai NBA dan Smith meraih cincin pertamanya.
Beberapa tahun berselang, Smith kembali bersatu dengan James di Los Angeles Lakers. Meski hanya tampil dalam enam pertandingan musim reguler, ia ikut serta dalam 10 laga playoff dan meraih gelar juara keduanya. Setelah pensiun, Smith memilih melanjutkan pendidikan ke North Carolina A&T State University dan menekuni golf. Ia lulus pada Mei 2026.
"Penangkapan ini merupakan bagian dari penyelidikan yang masih berlangsung," ujar pihak kepolisian Royse City seperti dikutip ESPN.
Kasus ini menjadi pukulan telak bagi citra Smith yang sempat membaik setelah sukses menyelesaikan kuliah dan menjauh dari sorotan negatif. Sebelumnya, pada 2009, ia harus mendekam 24 hari di penjara akibat kecelakaan lalu lintas pada 2007 yang mengakibatkan satu orang meninggal. Kini, publik kembali diingatkan pada sisi kelam perjalanan hidupnya.
Bagi penggemar NBA di Indonesia, kasus ini menjadi cermin bahwa tekanan dan masalah pribadi bisa menghampiri siapa saja, termasuk atlet elite. Komunitas basket Tanah Air yang kerap mengidolakan pemain-pemain NBA diharapkan tidak hanya melihat prestasi di lapangan, tetapi juga menyadari pentingnya kesehatan mental dan pengelolaan emosi. Kasus serupa pernah menimpa beberapa atlet nasional, meski dalam skala berbeda.
Ke depan, proses hukum terhadap Smith akan menjadi perhatian. Apakah ia akan menghadapi hukuman berat, atau justru kasus ini menjadi titik balik untuk lebih terbuka soal masalah pribadinya? Yang jelas, publik menanti transparansi dari aparat penegak hukum dan keseriusan Smith dalam menghadapi tuduhan ini.



