Tottenham Bidik Gakpo sebagai Alternatif Balogun: Investasi £70 Juta demi Stabilitas Lini Depan
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dilaporkan telah mencapai kesepakatan lisan dengan Manchester City untuk merekrut Savinho, namun masih berupaya mendatangkan Cody Gakpo dari Liverpool dengan nilai transfer sekitar £70 juta.
- Gakpo dianggap sebagai opsi lebih aman dibanding Folarin Balogun karena pengalamannya di Premier League dan fleksibilitasnya sebagai penyerang sayap atau striker, meski biayanya lebih tinggi.
- Kesepakatan untuk Gakpo masih menggantung karena Liverpool baru akan melepasnya jika berhasil mendatangkan dua pemain depan baru, termasuk Bradley Barcola, sebagai pengganti potensial Mohamed Salah.

Setelah musim lalu yang mengecewakan, Tottenham Hotspur bertekad bangkit dan kembali bersaing di papan atas Premier League. Namun, untuk mencapai target itu, mereka sadar bahwa lini serang masih menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Spurs tengah mengincar Cody Gakpo dari Liverpool sebagai prioritas utama, mengungguli nama-nama seperti Folarin Balogun yang juga santer dikaitkan.
Musim 2024/25 menjadi mimpi buruk bagi Tottenham yang harus puas finis di peringkat 17, jauh dari ekspektasi. Meski telah menghabiskan banyak dana untuk memperkuat lini pertahanan dan tengah, sektor depan belum tersentuh. Dominic Solanke, yang diharapkan menjadi mesin gol, justru tampil mengecewakan dengan hanya enam gol dari 20 penampilan. Kondisi fisiknya juga diragukan setelah hanya bermain 45 menit sepanjang pramusim di bawah arahan pelatih baru Roberto De Zerbi.
Dalam upaya mencari solusi, Tottenham sempat dikaitkan dengan sejumlah nama besar seperti Harry Kane dan Victor Osimhen, namun opsi yang lebih realistis adalah Folarin Balogun. Penyerang asal Amerika Serikat itu memang sedang dalam performa impresif bersama Monaco dengan 19 gol di Ligue 1 musim ini, plus tiga gol di Piala Dunia. Namun, konsistensinya dipertanyakan. Catatannya di Ligue 1 tidak stabil: 22 gol saat dipinjamkan ke Reims, lalu hanya delapan dan empat gol di dua musim berikutnya bersama Monaco.
Menurut analis sepak bola, Tottenham membutuhkan pemain yang sudah terbukti di Premier League, bukan sekadar pemain yang sedang on fire. Kriteria ini yang membuat nama Cody Gakpo muncul sebagai kandidat kuat. Gakpo, yang berusia 27 tahun, telah membuktikan kemampuannya bersama Liverpool. Pada musim 2024/25, ia mencetak 10 gol di liga dan total 18 gol di semua kompetisi, menjadi salah satu kontributor utama keberhasilan Liverpool meraih gelar juara. Angka tersebut bahkan melampaui pencapaian penyerang Tottenham lainnya seperti Heung-min Son (17 gol) dan Brennan Johnson (18 gol) dalam beberapa musim terakhir.
Keunggulan lain Gakpo adalah fleksibilitasnya. Meski berposisi asli sebagai sayap kiri, ia juga piawai bermain sebagai striker. Dari 159 penampilannya bersama Liverpool, 93 di antaranya sebagai sayap kiri dan 66 sebagai penyerang tengah. Ini menjadikannya opsi ideal untuk mengisi posisi Solanke maupun Richarlison yang performanya belum konsisten. Dengan pengalaman bermain di liga terketat di dunia, risiko kegagalan adaptasi pun lebih kecil dibandingkan Balogun.
Meski demikian, negosiasi dengan Liverpool tidak mudah. The Reds tengah mencari pengganti Mohamed Salah yang hengkang, dan mereka baru akan melepas Gakpo jika berhasil mendatangkan dua pemain depan baru. Jurnalis Ben Jacobs mengungkapkan bahwa Gakpo terbuka untuk pindah ke Tottenham, tetapi Liverpool saat ini menolak menjualnya. "Situasi Gakpo akan menjadi menarik hingga akhir bursa. Jika Liverpool berhasil mendatangkan Bradley Barcola dan satu winger lagi, maka Gakpo bisa tersedia," ujarnya dalam podcast The Last Word on Spurs.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik untuk disimak. Kehadiran pemain sekaliber Gakpo di Premier League akan meningkatkan daya saing liga, yang juga berdampak pada persaingan di level Asia. Selain itu, ketertarikan Spurs pada pemain-pemain muda seperti Savinho menunjukkan tren klub-klub Inggris yang semakin agresif di bursa transfer, sebuah fenomena yang juga mempengaruhi pasar pemain Asia Tenggara.
Jika Tottenham berhasil mengamankan Gakpo, mereka akan memiliki lini depan yang lebih solid dan berpengalaman. Namun, keputusan ini juga berarti mengubur harapan untuk memboyong Balogun. Pertanyaannya, apakah De Zerbi berani mengambil risiko dengan mengeluarkan dana besar untuk Gakpo, atau justru memilih opsi yang lebih murah namun berisiko? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: bursa transfer musim panas ini akan menjadi penentu nasib Tottenham di musim depan.



