Polri Buka Pendaftaran SMA KTB Angkatan 3: 180 Kursi Beasiswa Penuh, Seleksi Buta
Baca dalam 60 detik
- Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo membuka pendaftaran SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara angkatan ketiga dengan kuota 180 siswa dan beasiswa penuh tiga tahun.
- Antusiasme melonjak: pendaftar naik hampir 52 persen dari 11.765 menjadi 17.291 orang, sementara seleksi dilakukan secara blind admission tanpa melihat latar belakang.
- SMA KTB mengintegrasikan Kurikulum Nasional dan International Baccalaureate serta menyiapkan 500 tenaga pendidik untuk memperkuat ekosistem sekolah berstandar global.

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menjadi titik awal dibukanya kembali penerimaan murid baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) untuk tahun ajaran 2027/2028. Wakil Kepala Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo secara resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) angkatan ketiga pada Senin (28/9), menandai babak baru penjaringan talenta muda dari seluruh penjuru negeri. Pendaftaran berlangsung mulai 28 September hingga 28 Oktober 2026 dengan daya tampung 180 siswa, yang seluruhnya akan menerima beasiswa penuh selama tiga tahunโmencakup biaya pendidikan, akomodasi, konsumsi, dan seragam.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Sejak angkatan pertama, peminat SMA KTB melesat tajam. Jika pada periode awal tercatat 11.765 pendaftar dengan 120 siswa diterima, angkatan kedua melonjak menjadi 17.291 pendaftar dan 180 siswa diterima. "Jumlah pendaftar ini bertambah hampir 52 persen, lebih dari 6.000 orang, hanya dalam waktu satu periode penerimaan," ujar Dedi di hadapan awak media. Lonjakan ini mengindikasikan tingginya kepercayaan publik terhadap model pendidikan yang digagas korps Bhayangkara, sekaligus menegaskan bahwa faktor biaya bukan lagi penghalang utama bagi keluarga yang ingin menyekolahkan anak di institusi berstandar internasional.
Dedi menegaskan bahwa seleksi dilakukan secara terbuka dan setara melalui sistem blind admission. Tidak ada perlakuan khusus berdasarkan latar belakang ekonomi, daerah, atau afiliasi tertentu. "Jangan sampai ada putra-putri terbaik Indonesia yang mengurungkan niat untuk mendaftar hanya karena persoalan biaya," tegasnya. Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran sebagian masyarakat bahwa sekolah yang dikelola Polri hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Jalur masuk tersedia melalui reguler dan undangan, termasuk bagi siswa berprestasi olahraga yang berlaga di O2SN.
Daya tarik utama SMA KTB terletak pada perpaduan kurikulum nasional dan International Baccalaureate (IB). Sekolah ini telah menyandang status IB World School, dengan siswa kelas X mengikuti kurikulum nasional sembari dipersiapkan menuju pembelajaran internasional, sedangkan kelas XI dan XII diproyeksikan menempuh IB Diploma Programme. "Perpaduan kurikulum nasional dan internasional ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya berakar kuat pada identitas bangsa, tetapi juga memiliki kompetensi dan wawasan global," jelas Dedi. Ia menambahkan bahwa pengembangan SMA KTB tidak semata mengejar prestasi akademik, melainkan membangun ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan akademik, karakter, kepemimpinan, dan wawasan global.
Sekretaris Eksekutif Lembaga Pendidikan SMA KTB, Dirgayuza Setiawan, menargetkan jumlah pendaftar tahun ini kembali melampaui 17 ribu peserta. "Target kami tahun ini lebih dari 17 ribu pendaftar. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan putra-putri yang memang terbaik di seluruh Indonesia untuk mengikuti pendidikan selama tiga tahun di SMA KTB," ujarnya. Untuk mencapai target tersebut, sosialisasi telah menjangkau lebih dari 3.000 SMP di seluruh Indonesia melalui jajaran Polri di daerah. Pola ini akan diperkuat dengan penyediaan fasilitas ujian persiapan atau tryout, terutama bagi wilayah yang pada dua periode sebelumnya memiliki jumlah pendaftar atau keterwakilan siswa yang masih rendah.
"Ini bukan kuota berdasarkan wilayah. Prinsipnya tetap seleksi berdasarkan kemampuan. Tetapi kami ingin memastikan informasi dan kesempatan mengikuti seleksi bisa menjangkau lebih banyak anak Indonesia." โ Dirgayuza Setiawan, Sekretaris Eksekutif Lembaga Pendidikan SMA KTB
Dirgayuza menegaskan bahwa perluasan penjaringan tidak mengubah prinsip seleksi yang objektif dan kompetitif. Dari ribuan pendaftar, hanya 180 siswa yang akan diterima pada angkatan ketiga. Selain pendidikan akademik, SMA KTB memberikan pembinaan melalui 12 nilai karakter kebhayangkaraan serta pengembangan olahraga, seni, dan kegiatan nonakademik. Tujuannya membentuk siswa yang berintegritas, berjiwa pemimpin, dan mampu bersaing secara global.
SMA KTB juga dirancang sebagai learning campusโbukan hanya tempat belajar siswa, tetapi juga ruang pengembangan bagi tenaga pendidik dan calon pemimpin sekolah. Tahun ini, sekolah merencanakan penerimaan dan pelatihan sekitar 500 tenaga pendidik dengan fokus pada pengelolaan sekolah berbasis kurikulum internasional. Langkah ini diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan kepemimpinan sekolah.
Bagi Indonesia, inisiatif ini menawarkan alternatif pendidikan menengah berstandar global yang dapat diakses tanpa hambatan biaya. Namun, tantangan ke depan tetap ada: memastikan bahwa perluasan sosialisasi benar-benar menjangkau daerah terpencil, menjaga netralitas seleksi, serta mempertahankan kualitas pengajaran seiring bertambahnya jumlah pendidik yang dilatih. Jika berhasil, SMA KTB bisa menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam mengintegrasikan kurikulum nasional dan internasional, sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di kancah global.



