FIFA ASEAN Cup 2026 Dibuka Meriah di GBK, Trofi Diserahkan ke Erick Thohir
Baca dalam 60 detik
- Upacara pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/6/2026) malam, menampilkan pertunjukan musik dan kembang api.
- Visual Indomedia Produksi (VIP) di bawah Emtek Group dipercaya mengeksekusi seluruh rangkaian seremoni, termasuk penampilan Agnes Monica dan Isyana Sarasvati.
- Trofi turnamen diserahkan kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir, disaksikan Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström, jelang laga Indonesia vs Singapura.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi saksi pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 pada Jumat (25/6/2026) malam WIB. Pesta kembang api mewarnai langit Jakarta, menandai dimulainya turnamen sepak bola antarnegara ASEAN yang pertama kali digelar dengan format baru di bawah naungan FIFA.
Seremoni pembukaan berlangsung meriah dengan sentuhan budaya Nusantara. Musik tradisional Indonesia dipadukan dengan busana adat, menciptakan atmosfer yang kental akan identitas lokal. Dua penyanyi papan atas, Agnes Monica dan Isyana Sarasvati, tampil menghibur penonton yang memadati stadion.
Di balik kemegahan acara, Visual Indomedia Produksi (VIP) — rumah produksi kreatif di bawah Emtek Group — dipercaya menangani keseluruhan eksekusi panggung dan siaran langsung. Portofolio VIP mencakup produksi konten berkualitas tinggi, acara live, web series, hingga program televisi berskala besar. Penunjukan ini menegaskan kapasitas perusahaan dalam negeri untuk menangani event internasional.
Menjelang kick-off laga Grup A antara Indonesia dan Singapura, momen unik tersaji. Seluruh anggota skuad kedua negara — total 46 pemain — berdiri menyatu di area sentral lapangan untuk menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing. Pemandangan ini mengingatkan pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, Juni–Juli lalu, yang juga menampilkan sesi serupa.
"Kami ingin pembukaan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga simbol persatuan sepak bola ASEAN. Dukungan FIFA dan antusiasme masyarakat menjadi energi bagi para pemain," ujar Erick Thohir dalam sambutannya.
Prosesi penyerahan trofi melibatkan legenda sepak bola dari negara peserta. Indonesia diwakili Kurniawan Dwi Yulianto dan Ponaryo Astaman, Malaysia oleh Safiq Rahim, serta Singapura oleh Baihakki Khaizan. Trofi kemudian diserahkan kepada Erick Thohir yang didampingi Mattias Grafström, menandai resminya turnamen bergulir.
Bagi Indonesia, menjadi tuan rumah pembukaan turnamen sekaligus ajang pembuktian kemampuan menyelenggarakan event internasional. Pemerintah dan PSSI berharap gelaran ini mendongkrak peringkat sepak bola nasional, sekaligus memacu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kehadiran VIP Emtek menunjukkan sinergi antara industri media dan olahraga yang semakin erat.
Ke depan, publik menanti apakah Indonesia mampu memanfaatkan momentum ini untuk berprestasi di lapangan. Laga melawan Singapura menjadi ujian awal. Jika sukses, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi kandidat kuat juara dan memperkuat posisinya di kancah sepak bola regional.



