Thom Haye Sebut Kemenangan atas Singapura Jadi Modal Krusial Jelang Duel Kontra Malaysia
Baca dalam 60 detik
- Indonesia mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura di Stadion Gelora Bung Karno.
- Thom Haye menekankan pentingnya pengelolaan fisik dan rotasi pemain di tengah jadwal padat turnamen.
- Laga melawan Malaysia pada 28 September menjadi ujian berikutnya bagi skuad Garuda.

Timnas Indonesia memetik hasil positif pada laga pembuka FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menundukkan Singapura dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Kemenangan ini tidak hanya memberikan tiga poin, tetapi juga menjadi pijakan penting sebelum menghadapi Malaysia pada pertandingan kedua, Senin (28/9).
Gelandang Thom Haye, yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-64 menggantikan Ragnar Oratmangoen, menilai kemenangan tersebut sebagai modal berharga. Menurutnya, hasil ini memperkuat kepercayaan diri tim sekaligus menjadi bekal menghadapi tekanan di laga-laga selanjutnya.
"Kemenangan atas Singapura memberi kami energi positif. Tiga poin ini sangat berarti untuk menjaga momentum," ujar Haye seperti dikutip dari FIFA, Sabtu (26/9/2026).
Meski demikian, Haye tidak menampik bahwa kondisi fisik menjadi perhatian utama. Jadwal turnamen yang padat dengan jeda singkat menuntut manajemen kebugaran yang cermat. Ia menyebut tim pelatih terus memantau kondisi para pemain dan tidak menutup kemungkinan melakukan rotasi.
"Kondisi fisik sejauh ini bagus. Jadwal sangat padat, jadi pelatih memastikan semua pemain dalam kondisi bugar. Rotasi mungkin dilakukan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tim," kata Haye.
Faktor cuaca panas di Jakarta juga menjadi tantangan tersendiri. Haye mengakui laga melawan Singapura terasa lebih berat dibandingkan pertemuan sebelumnya di Piala AFF 2026. Meski demikian, Indonesia mampu mencetak gol pembuka dan mengendalikan pertandingan hingga akhir.
"Laga hari ini jauh lebih sulit karena cuaca sangat panas. Yang terpenting kami bisa mencetak gol lebih dulu dan mengamankan kemenangan 2-0," tambahnya.
Di balik kemenangan tersebut, semangat kebersamaan menjadi fondasi penting. Rivalitas klub seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung dikesampingkan demi kepentingan Timnas. Pemain dari kedua kubu, termasuk Jordi Amat, Rizky Ridho, dan Dony Tri, bahu-membahu memperkuat skuad Garuda.
Haye, yang juga memperkuat Persib Bandung, menegaskan bahwa persaingan domestik tidak menjadi penghalang. "Semua pemain fokus untuk tim nasional. Kami bersatu untuk tujuan yang sama," tegasnya.
Menatap laga melawan Malaysia, Haye mengakui bahwa pertemuan kedua negara selalu menyimpan atmosfer khusus. Sejarah panjang rivalitas Indonesia vs Malaysia membuat laga ini dinanti banyak pihak.
"Sebagai pesepak bola, pertandingan besar seperti ini selalu dinantikan. Semua tahu sejarah dan besarnya rivalitas Indonesia vs Malaysia. Setelah meraih tiga poin, kami sangat antusias menyambut laga berikutnya," pungkasnya.
Kemenangan atas Singapura memang menjadi modal, tetapi tantangan sebenarnya baru dimulai. Malaysia dikenal sebagai lawan yang sulit dikalahkan, terutama dalam laga bertempo tinggi. Pertanyaannya, mampukah Indonesia menjaga konsistensi dan mengatasi kelelahan fisik di tengah jadwal yang padat?



