Chelsea Incar Myles Lewis-Skelly: Kombinasi Rogers dan Scott untuk Lini Tengah Baru
Baca dalam 60 detik
- Chelsea dikabarkan mendapat tawaran untuk merekrut gelandang muda Arsenal, Myles Lewis-Skelly, setelah kedatangan Bruno Guimaraes di Emirates.
- Lewis-Skelly, yang dijuluki 'Michael Essien baru', dinilai cocok dengan gaya permainan Xabi Alonso dan bisa menjadi solusi lini tengah jangka panjang.
- Potensi transfer ini menandai pergeseran strategi Arsenal yang mulai terbuka melepas pemain mudanya ke rival Premier League.

Setelah sukses mendatangkan Morgan Rogers dari Aston Villa dengan nilai transfer mengejutkan, Chelsea kini dikabarkan membidik gelandang muda Arsenal, Myles Lewis-Skelly. Langkah ini dinilai sebagai upaya The Blues untuk membangun lini tengah hibrida yang menggabungkan kreativitas ala Alex Scott dan penetrasi ala Rogers, di bawah arahan pelatih anyar Xabi Alonso.
Kabar ini muncul setelah Arsenal resmi mengamankan servis kapten Newcastle United, Bruno Guimaraes, dengan mahar ยฃ75 juta. Kedatangan pemain Brasil tersebut diprediksi akan menggeser posisi Lewis-Skelly di skuad utama The Gunners. Menurut koresponden Chelsea, Bobby Vincent, pemain berusia 19 tahun itu telah ditawarkan ke Chelsea dan Manchester United sebagai respons atas situasi tersebut.
Arsenal sebelumnya bersikeras tidak akan melepas Lewis-Skelly ke rival Premier League kecuali dengan tawaran selangit. Namun, laporan dari TEAMtalk menyebutkan bahwa The Gunners kini mematok harga ยฃ60 juta untuk pemain jebolan akademi Hale End tersebut. Perubahan sikap ini diduga kuat dipicu oleh kedatangan Guimaraes yang membuat persaingan di lini tengah Arsenal semakin ketat.
Lewis-Skelly, yang digambarkan oleh jurnalis Arsenal Charles Watts sebagai "Michael Essien berikutnya", telah menunjukkan kematangan luar biasa di usia muda. Meski lebih sering dimainkan sebagai bek kiri, ia sejatinya adalah gelandang alami dengan visi bermain yang jernih. Musim lalu, ia mencatatkan akurasi umpan 92% dan sukses dribel 80% di Premier League, meski hanya tampil sebagai starter dalam lima pertandingan.
Ketertarikan Chelsea pada Lewis-Skelly bukan tanpa alasan. Alonso dikenal sebagai pelatih yang menghargai pemain dengan pemahaman taktis mendalam, sesuatu yang dimiliki Lewis-Skelly. Dengan kepergian Marc Cucurella ke Real Madrid, Chelsea telah mendatangkan Valentin Barco dan Pedro Chavarria untuk menambal pos bek kiri. Namun, Alonso diprediksi akan menggunakan Lewis-Skelly di lini tengah, berduet dengan Moises Caicedo, mengingat masa depan Enzo Fernandez di Stamford Bridge semakin tidak jelas.
Jika transfer ini terwujud, Chelsea akan memiliki lini tengah yang dinamis dan penuh energi. Lewis-Skelly, dengan kemampuan membawa bola dan visi bermainnya, bisa menjadi pelengkap sempurna bagi Rogers yang lebih eksplosif di sisi kiri. Kombinasi ini mengingatkan pada duet Scott dan Rogers yang sempat menjadi momok bagi pertahanan lawan di Bournemouth musim lalu.
Bagi Chelsea, merekrut Lewis-Skelly bukan hanya soal kebutuhan teknis, tetapi juga investasi jangka panjang. Dengan usia yang masih sangat muda, ia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik Inggris. Pengalaman pahit Morgan Rogers yang harus hengkang dari Manchester City demi menit bermain bisa menjadi pelajaran berharga bagi Lewis-Skelly untuk berani mengambil langkah serupa.
Di sisi lain, keputusan Arsenal untuk melepas salah satu talenta terbaiknya ke rival langsung tentu menimbulkan pertanyaan. Apakah Guimaraes benar-benar menjadi prioritas utama Arteta, atau justru ada pertimbangan finansial yang lebih dominan? Yang jelas, persaingan di papan atas Premier League musim depan akan semakin sengit, dan langkah Chelsea ini bisa menjadi pembeda.
Akankah Lewis-Skelly menjadi batu loncatan bagi Chelsea untuk kembali berjaya di Eropa? Atau justru keputusan ini akan menjadi bumerang bagi Arsenal? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti: bursa transfer musim panas ini belum berakhir, dan kejutan-kejutan lain masih mungkin terjadi.



