Liverpool Siap Lepas Curtis Jones demi Gilberto Mora: Rekrutan Masa Depan atau Langkah Berisiko?
Baca dalam 60 detik
- Liverpool berencana melepas Curtis Jones dengan banderol ยฃ30 juta, dan Inter Milan menjadi peminat serius di bursa transfer musim panas ini.
- Klub asal Merseyside itu dikabarkan telah menghubungi Tijuana untuk merekrut wonderkid Meksiko, Gilberto Mora, yang juga diincar PSG dan Real Madrid.
- Potensi transfer Mora, yang masih berusia 17 tahun, menandakan perombakan lini tengah Liverpool di bawah arahan pelatih baru, dengan target jangka panjang.

Liverpool memasuki musim 2026/27 dengan berbagai pekerjaan rumah, dan salah satu yang paling mendesak adalah merombak lini tengah. Setelah gagal mempertahankan gelar dan hanya finis kelima di Premier League, The Reds kini dihadapkan pada kepergian sejumlah pemain kunci, termasuk Curtis Jones yang dikabarkan akan dilepas. Di tengah situasi ini, nama remaja Meksiko, Gilberto Mora, muncul sebagai kandidat pengganti yang menarik perhatian publik Anfield.
Jones, yang telah membela Liverpool sejak debutnya di bawah Jurgen Klopp pada 2019, tercatat tampil 228 kali untuk tim utama dan mempersembahkan berbagai trofi. Namun, musim lalu ia gagal mengamankan tempat reguler di starting XI, dan dengan manajer baru Andoni Iraola yang mulai membangun skuadnya, masa depan pemain berusia 25 tahun itu semakin tidak pasti. Inter Milan dilaporkan serius menginginkan jasanya, dan Liverpool siap melepasnya jika ada tawaran senilai ยฃ30 juta.
Kepergian Jones akan meninggalkan lubang di lini tengah, terutama dalam hal kreativitas dan visi bermain. Meski demikian, Liverpool tampaknya telah menyiapkan rencana jangka panjang dengan mengincar Mora, gelandang muda Tijuana yang baru berusia 17 tahun. Menurut laporan 24 Horas dari Meksiko, Liverpool telah melakukan kontak awal, tetapi mereka harus bersaing dengan raksasa Eropa seperti Paris Saint-Germain dan Real Madrid yang juga memantau perkembangannya.
Mora bukanlah nama asing di pentas internasional. Pada Piala Dunia 2026 yang baru saja usai, ia tampil impresif bersama Timnas Meksiko meski timnya kalah dari Inggris di babak penyisihan. Penampilannya yang tenang dan berani membawa bola membuat banyak pengamat memujinya; Thom Harris, analis data dari The Athletic, bahkan menyebut Mora sebagai "fenomena". Statistiknya pun meyakinkan: ia berada di peringkat 9% teratas untuk gelandang seusianya dalam hal peluang diciptakan per 90 menit.
Jika transfer ini terwujud, Liverpool tidak hanya mendapatkan pengganti Jones, tetapi juga investasi masa depan yang potensial. Mora diyakini cocok dengan gaya bermain Iraola yang mengedepankan intensitas tinggi dan pressing ketat. Namun, ada risiko yang menyertainya: Mora masih sangat muda dan belum terbukti di liga sekompetitif Premier League. Apakah ia siap langsung tampil reguler, atau justru akan dipinjamkan lebih dulu?
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mulai melirik talenta muda dari luar benua, termasuk dari Amerika Latin. Ini bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan sepak bola Indonesia yang tengah gencar membina pemain muda. Jika Mora berhasil menembus skuad utama Liverpool, ia akan menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda Asia Tenggara yang bercita-cita berkarier di Eropa.
Namun, keputusan Liverpool untuk melepas Jones juga patut disorot. Jones adalah produk akademi yang loyal dan memiliki kualitas teknis di atas rata-rata. Beberapa pihak menilai ia kerap ragu-ragu dalam mengambil keputusan, tetapi di usia emasnya, ia masih bisa berkembang. Apakah Liverpool akan menyesal melepasnya? Atau justru Mora akan menjadi bintang baru yang membawa The Reds kembali ke papan atas?
Dengan bursa transfer musim panas yang masih terbuka, Liverpool harus bergerak cepat. Jika tidak, peluang mendapatkan Mora bisa hilang, mengingat banyaknya peminat. Pertanyaannya, apakah Iraola berani mengambil risiko dengan pemain semuda Mora, atau justru akan mencari alternatif yang lebih berpengalaman? Keputusan ini akan menentukan arah Liverpool di musim-musim mendatang.



