Gagal Dapat Shea Charles, Leeds Bidik Yunus Musah sebagai Alternatif Lebih Matang
Baca dalam 60 detik
- Leeds United kehilangan Shea Charles ke Fulham, tetapi kini dikaitkan dengan gelandang AC Milan, Yunus Musah, yang dibanderol sekitar ยฃ17 juta.
- Musah dinilai lebih berpengalaman di level elite dibanding Charles, dengan lebih dari 200 penampilan di LaLiga dan Serie A.
- Kepindahan Musah dapat memberikan dampak positif bagi performa Leeds di Premier League, sekaligus menjadi sinyal ambisi klub di bursa transfer.

Leeds United harus merelakan target utama lini tengahnya, Shea Charles, yang akhirnya bergabung dengan Fulham. Namun, kabar dari Turki menyebutkan bahwa tim asuhan Daniel Farke kini mengalihkan bidikan ke gelandang AC Milan, Yunus Musah, yang dinilai sebagai opsi lebih matang dengan harga sekitar ยฃ17 juta.
Kegagalan Leeds mendapatkan Charles memang meninggalkan pekerjaan rumah di lini tengah. Dua tawaran yang diajukan pemilik klub, 49ers, tidak mampu memenuhi banderol Southampton yang mencapai ยฃ30 juta. Fulham pun bergerak cepat dengan membayar ยฃ26 juta di awal plus bonus ยฃ4 juta untuk pemain internasional Irlandia Utara berusia 22 tahun itu.
Meski kehilangan Charles terasa menyesakkan, analisis menunjukkan bahwa pemain yang sempat dipinjamkan ke Sheffield Wednesday itu belum benar-benar bersinar di level tertinggi. Dalam satu musim bersama Southampton di Championship, ia hanya menjadi starter dalam 15 pertandingan tanpa gol atau assist. Bahkan, di musim lalu, kontribusinya terbatas pada 22 start di liga, dengan torehan empat gol. Bandingkan dengan Musah yang sudah mengoleksi 47 caps bersama Timnas Amerika Serikat dan lebih dari 200 penampilan di LaLiga serta Serie A.
Musah, yang kini berusia 23 tahun, memulai karier Eropanya di Valencia pada 2019 setelah meninggalkan akademi Arsenal. Selama lebih dari 100 penampilan di Spanyol, ia mencatatkan delapan gol dan assist. Kepindahannya ke Milan pada 2023 diikuti 82 penampilan, meski musim lalu ia dipinjamkan ke Atalanta dan menyumbang tiga gol serta assist dalam 27 laga. Mantan pelatih Milan, Stefano Pioli, pernah menyebutnya sebagai pemain yang lengkap, mampu bermain di berbagai posisi, termasuk sebagai wing-back atau gelandang tengah.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kabar ini menegaskan bahwa klub-klub Eropa semakin cermat dalam memilih pemain dengan pengalaman liga top. Jika Musah bergabung dengan Leeds, ia akan menjadi salah satu pemain Amerika Serikat yang tampil di Premier League, menambah daya tarik liga yang memang banyak diikuti masyarakat Indonesia. Selain itu, perbandingan antara Charles dan Musah menunjukkan bahwa klub lebih memilih pemain yang sudah teruji di kompetisi elite daripada sekadar potensi.
Keputusan Leeds untuk beralih ke Musah bukan tanpa risiko. Ia sempat ditinggalkan dari skuad Piala Dunia 2026 oleh pelatih Mauricio Pochettino, yang bisa menjadi sinyal penurunan performa. Namun, dengan pengalaman bermain di klub sebesar Milan dan Atalanta, Musah diyakini mampu beradaptasi cepat dengan gaya bermain Farke yang mengandalkan penguasaan bola dan transisi cepat.
Di sisi lain, ketertarikan klub-klub lain seperti West Ham United, Lazio, dan Trabzonspor menunjukkan bahwa persaingan mendapatkan Musah akan ketat. Trabzonspor, yang dilatih oleh Mohamed Salah, disebut sebagai peminat paling serius. Jika Leeds ingin mengamankan tanda tangannya, mereka harus bergerak cepat sebelum bursa transfer ditutup.
Apakah kepindahan Musah akan menjadi jawaban atas kebutuhan lini tengah Leeds? Atau justru menjadi bumerang karena ia belum konsisten di level tertinggi? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Leeds tidak boleh tinggal diam jika ingin bersaing di papan atas Premier League musim ini.



