Savinho Kian Mantap ke Tottenham, City Masih Pegang Kendali
Baca dalam 60 detik
- Pemain sayap Manchester City, Savinho, kembali menegaskan keinginannya pindah ke Tottenham, bahkan absen latihan karena sakit di tengah spekulasi transfer.
- Tottenham butuh tambahan daya gedor di lini depan setelah kehilangan beberapa opsi sayap, sementara City mematok harga sekitar £65 juta.
- Keputusan akhir ada di tangan City, yang bisa memanfaatkan kontrak panjang Savinho untuk menahan atau menjual dengan harga premium.

Langkah Tottenham Hotspur untuk memboyong Savinho dari Manchester City memasuki babak baru. Jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano melaporkan bahwa pemain sayap asal Brasil itu kembali menyampaikan keinginannya untuk pindah ke London Utara pekan ini, bahkan ia absen dari sesi latihan The Citizens pada Kamis karena alasan sakit.
Absennya Savinho langsung memicu spekulasi, meski sumber internal City memastikan itu murni karena kondisi fisik. Namun, yang lebih krusial adalah pernyataan tegas sang pemain kepada manajemen City: ia ingin hengkang dan bergabung dengan Tottenham. Ini bukan kali pertama—sejak musim panas lalu, Spurs memang terus dikaitkan dengan pemain berusia 22 tahun tersebut.
Bagi Tottenham, kejelasan sikap Savinho menjadi angin segar di tengah musim perombakan besar-besaran. Pelatih Roberto De Zerbi telah mendatangkan Sandro Tonali dan Mateus Fernandes untuk mengisi lini tengah, plus memperkuat pertahanan dengan Jan Paul van Hecke, Marcos Senesi, serta pengalaman Andy Robertson dan Martin Dubravka. Namun, sektor sayap justru menipis: Xavi Simons masih memulihkan cedera lutut, Mohammed Kudus kerap absen musim lalu, Brennan Johnson dijual ke Crystal Palace, dan Manor Solomon pindah ke West Ham.
Kebutuhan akan pemain sayap yang tajam menjadi prioritas. Savinho, dengan kemampuan membawa bola melewati tekanan dan menusuk dari kedua sisi, dinilai cocok dengan filosofi De Zerbi yang mengandalkan keberanian dan ekspansi lapangan. Namun, catatan statistiknya musim lalu tidak mentereng—hanya satu gol dan dua assist dalam 24 penampilan Premier League (821 menit). Minimnya menit bermain justru menjadi alasan utama ia ingin pindah, mencari kesempatan tampil reguler yang diyakini bisa didapat di Tottenham.
Di sisi lain, City tidak akan melepas asetnya dengan mudah. Savinho menandatangani kontrak baru hingga 2031 pada Oktober lalu, memberi posisi tawar kuat bagi juara bertahan. Laporan menyebut City membanderolnya sekitar £65 juta dan ingin mengamankan pengganti, dengan Pedro Neto disebut-sebut sebagai kandidat. Tottenham sendiri tengah bersiap mendapatkan dana segar setelah Cristian Romero dan Djed Spence disepakati pindah ke Atlético Madrid dan Inter Milan pekan ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga ini menarik karena menunjukkan dinamika transfer pemain muda Brasil di liga top Eropa. Savinho, yang sempat bersinar di Girona sebelum diboyong City, menjadi contoh bagaimana pemain berbakat bisa terjebak di klub besar dengan persaingan ketat. Keputusan pindah ke klub seperti Tottenham bisa menjadi langkah cerdas untuk mengembangkan karier, mirip dengan yang dilakukan pemain Asia Tenggara yang merantau ke Eropa demi menit bermain.
Namun, Tottenham harus berpikir matang. Membayar mahal untuk pemain yang belum konsisten di Premier League adalah risiko. Alternatif seperti Cody Gakpo, Folarin Balogun, Georges Mikautadze, atau Omar Marmoush masih tersedia. Pertanyaannya, apakah De Zerbi bersedia menunggu atau langsung bergerak cepat? Keputusan City untuk melepas atau menahan Savinho akan menjadi penentu akhir dari saga yang sudah berlangsung dua bursa transfer ini.



