Hujan Deras Montreal Ubah Jadwal Canadian Open: Perempat Final Ditunda, Final Mundur ke Kamis
Baca dalam 60 detik
- Dua laga perempat final Canadian Open 2026 di Montreal batal digelar Senin karena hujan, memaksa seluruh babak bergeser satu hari.
- Turnamen Masters 1000 ini kini memadatkan jadwal: perempat final Selasa, semifinal Rabu, dan final Kamis, menguji ketahanan fisik para petenis.
- Penundaan ini berpotensi menguntungkan pemain unggulan seperti Rafael Jodar dan Ben Shelton yang mendapat waktu istirahat ekstra, tetapi juga mengubah ritme pertandingan.

Hujan deras yang mengguyur Montreal pada Senin (10/8) memaksa panitia Canadian Open menunda dua pertandingan perempat final putra yang seharusnya berlangsung hari itu. Keputusan ini mengubah total peta persaingan turnamen Masters 1000 tersebut, dengan seluruh babak perempat final kini dijadwalkan ulang pada Selasa (11/8), disusul semifinal pada Rabu (12/8), dan partai puncak yang mundur ke Kamis (13/8).
Penundaan ini bukan sekadar perubahan jadwal biasa. Bagi para petenis yang telah bersiap tempur, jeda paksa ini bisa menjadi berkah sekaligus kutukan. Di satu sisi, pemain seperti petenis asal Spanyol, Rafael Jodar, dan wakil Amerika Serikat, Ben Shelton, yang telah memastikan tempat di perempat final, mendapat waktu istirahat tambahan yang berharga. Namun, di sisi lain, ritme pertandingan yang terputus dapat mengganggu konsentrasi dan kesegaran fisik, terutama bagi mereka yang tengah dalam performa puncak.
Canadian Open, yang merupakan salah satu turnamen penting dalam kalender ATP Tour, biasanya menjadi ajang pemanasan menjelang US Open. Dengan jadwal yang kian padatโtiga babak dalam tiga hari beruntunโturnamen ini akan menguji kedalaman skuat dan strategi manajemen energi para pemain. Para pelatih pun dituntut lebih cermat dalam mengatur beban latihan dan pemulihan atletnya.
Bagi publik tenis Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi sebenarnya memiliki relevansi tersendiri. Jadwal padat seperti ini kerap menjadi momok bagi petenis Asia, termasuk Indonesia, yang kerap kesulitan beradaptasi dengan perubahan jadwal mendadak. Pengalaman para petenis top dunia dalam menghadapi situasi ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan tenis nasional, terutama dalam hal manajemen turnamen dan kesiapan mental.
Menurut analis olahraga, penundaan akibat cuaca memang hal lumrah di turnamen terbuka seperti Canadian Open yang menggunakan lapangan keras di luar ruangan. Namun, konsekuensinya bisa lebih luas dari sekadar perubahan jadwal. โIni mengubah dinamika turnamen secara signifikan. Pemain yang punya recovery lebih baik akan diuntungkan, sementara yang lain mungkin kehilangan momentum,โ ujar seorang pengamat tenis internasional yang enggan disebut namanya.
Dengan format yang dipadatkan, peluang terjadinya kejutan semakin besar. Pemain non-unggulan yang mampu menjaga kebugaran bisa memanfaatkan situasi ini untuk melaju lebih jauh. Sebaliknya, unggulan top yang biasanya diunggulkan justru berisiko tersingkir lebih awal jika tidak mampu beradaptasi dengan jadwal yang berubah-ubah.
Pertanyaan besarnya kini: akankah penonton setia tenis di Indonesia tetap antusias mengikuti laga-laga yang digeser ke tengah pekan tersebut? Atau justru jadwal baru ini akan menyulitkan penggemar yang harus bekerja pada hari kerja? Terlepas dari itu, yang jelas, hujan di Montreal telah menciptakan drama tersendiri yang akan menambah bumbu persaingan menuju US Open.



