Duel Juara di San Juan: Lebron vs Hernandez dan Tapia vs Basualdo Perebutkan Sabuk WBO
Baca dalam 60 detik
- Henry Lebron dan Derlyn Hernandez akan bertarung sebagai co-main event di Coliseíto Pedrín Zorrilla, Puerto Rico, Sabtu malam waktu setempat.
- Kiria Tapia, petinju tuan rumah, menghadapi Juliana Basualdo dalam perebutan gelar WBO NABO kelas super bulu.
- Promotor Dmitriy Salita menegaskan komitmennya untuk kembali menghidupkan tradisi tinju Puerto Rico melalui kerja sama dengan Universal Promotions dan Wynn Records.

Dua pertarungan memperebutkan sabuk juara World Boxing Organization (WBO) akan menjadi sorotan utama pada gelaran tinju di Coliseíto Pedrín Zorrilla, San Juan, Puerto Rico, Sabtu malam waktu setempat. Henry “Moncho” Lebron, penantang tak terkalahkan asal Puerto Rico di kelas super bulu, akan berhadapan dengan pemegang gelar WBO Global, Derlyn Hernandez, dalam laga co-main event yang disiarkan langsung oleh Wynn Records Network.
Pada pertarungan utama lainnya, petinju putri tuan rumah Kiria Tapia akan melawan Juliana Basualdo dalam duel 10 ronde untuk memperebutkan sabuk WBO NABO kelas super bulu. Kemenangan atas Basualdo akan membawa Tapia selangkah lebih dekat ke kesempatan merebut gelar dunia, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu prospek paling menjanjikan dari Puerto Rico.
Kedua petarung telah menyelesaikan sesi konferensi pers pada Kamis di Universidad de San Juan. Lebron, yang belum pernah menelan kekalahan, menyatakan kesiapannya untuk naik ring dan merebut sabuk juara. “Ini momen saya. Saya sudah mempersiapkan diri untuk menunjukkan level terbaik dan membuktikan kemampuan saya,” ujarnya. Sementara Hernandez, yang datang sebagai juara bertahan, menegaskan tidak akan membiarkan Lebron bersinar. “Ini akan menjadi perang antara dua petarung sejati. Saya siap mempertahankan apa yang menjadi milik saya,” tegasnya.
Di kelas super bulu putri, Tapia mengaku sangat bersyukur atas dukungan yang ia terima, terutama dari Pemerintah Kota San Juan. “Saya sangat berterima kasih kepada Universal Promotions yang telah percaya dan mendukung perjalanan saya. Saya juga merasa terhormat bisa menjadi bagian dari platform Salita Promotions dan Wynn Records,” tuturnya. Tapia berjanji akan menampilkan versi terbaik dirinya di hadapan publik tuan rumah. Basualdo, yang datang dari luar Puerto Rico, tidak gentar. “Saya tahu kualitas Kiria Tapia dan tantangan yang menanti. Saya datang ke sini untuk membawa pulang gelar juara. Saya hanya berharap pertarungan berjalan adil,” katanya.
Selain dua laga utama, kartu undercard juga menampilkan sejumlah petinju berbakat. Giovanni Scuderi, prospek kelas berat yang belum terkalahkan, akan menghadapi Devonte Williams dalam delapan ronde. Ángel “El Mensajero” Carranza, petinju kelas ringan terkemuka Puerto Rico, membawa rekor lima kemenangan beruntun dengan KO dan akan berduel melawan Kevin Piedrahita. Sementara itu, William Colon yang juga belum terkalahkan akan membuka rangkaian pertandingan melawan Luis Porozo dalam enam ronde.
Promotor Dmitriy Salita, Presiden Salita Promotions, menegaskan misinya untuk mengembalikan kejayaan tinju Puerto Rico. “Kami berkomitmen menyalakan kembali semangat tinju Puerto Rico, salah satu tempat terbaik yang melahirkan juara. Kami senang bisa bekerja sama dengan Universal untuk memulai api itu,” ujarnya. Salita juga mengapresiasi pengakuan WBO terhadap dua pertarungan di kartu ini. “Sabuk juara itu penting, dan WBO telah mendukung tinju Puerto Rico selama beberapa generasi,” tambahnya.
Javier Bustillo, Presiden Universal Promotions, menyambut baik kolaborasi ini. “Kami sangat bangga dengan hubungan yang telah kami bangun bersama Salita Promotions dan Wynn Records. Kemitraan ini memungkinkan kami menggabungkan pengalaman dan talenta lokal dengan platform internasional yang mampu membawa petinju kami ke pasar dan audiens baru,” jelasnya. Bustillo menekankan bahwa misi mereka adalah terus memberikan kesempatan kepada petinju Puerto Rico untuk naik peringkat, memenangkan gelar, dan akhirnya menjadi juara dunia.
Bagi penggemar tinju di Indonesia, gelaran ini bisa menjadi tontonan menarik untuk mengamati perkembangan tinju internasional, terutama di kelas super bulu yang kompetitif. Meski tidak ada petinju Indonesia yang terlibat, siaran langsung melalui platform digital memudahkan akses bagi penonton tanah air. Selain itu, keberhasilan Puerto Rico dalam melahirkan juara dunia dapat menjadi pelajaran bagi pembinaan tinju nasional, terutama dalam hal kerja sama promotor lokal dengan jaringan internasional.
Pertanyaan besarnya, akankah Lebron dan Tapia mampu memanfaatkan dukungan publik tuan rumah untuk merebut sabuk juara, atau justru Hernandez dan Basualdo yang akan mencuri perhatian? Sabtu malam akan memberikan jawabannya.



