Fundora, Figueroa, dan Charlo Siap Unjuk Diri di 'The Fight' Las Vegas 17 Oktober
Baca dalam 60 detik
- Tiga petinju kelas dunia—Sebastian Fundora, Brandon Figueroa, dan Jermall Charlo—menjalani konferensi pers virtual untuk memanaskan duel 17 Oktober di The Cosmopolitan, Las Vegas.
- Fundora mempertaruhkan sabuk WBC super welter melawan penantang wajib Ermal Hadribeaj; Figueroa mempertahankan gelar WBA bulu kontra Tomoki Kameda; Charlo naik ke super middle melawan Koen Mazoudier.
- Bagi publik Indonesia, siaran langsung di TNT dan DAZN ini menjadi tontonan kelas dunia yang bisa diakses melalui platform digital, sekaligus cermin persaingan tinju global yang kian terbuka.

Sebastian Fundora, Brandon Figueroa, dan Jermall Charlo akan tampil dalam tiga pertarungan berbeda pada 17 Oktober mendatang di The Chelsea, The Cosmopolitan of Las Vegas. Ketiganya memanaskan persiapan melalui konferensi pers virtual, Kamis, menjelang edisi keempat seri tinju bulanan “The Fight” yang disiarkan eksklusif di TNT, truTV, dan DAZN.
Fundora, pemegang sabuk juara dunia super welter WBC, akan menghadapi penantang wajib yang belum terkalahkan, Ermal Hadribeaj, sebagai laga utama. Sementara itu, juara dunia bulu WBA Brandon Figueroa dijadwalkan meladeni mantan juara dunia Tomoki Kameda di partai pendamping utama. Jermall Charlo, juara dua divisi, membuka malam dengan melawan petinju Australia Koen Mazoudier di kelas super middle.
Promotor TGB Promotions dan Sampson Boxing memastikan tiket sudah dijual melalui Ticketmaster.com. Ini menjadi kesempatan bagi para petinju untuk mengukuhkan posisi di papan atas kelas masing-masing, terutama Fundora yang tengah dalam performa tiga kemenangan beruntun lewat KO.
Dalam sesi jumpa pers, Fundora menyatakan telah berlatih keras di pegunungan sejak laga terakhirnya. “Saya semakin pintar dan bijak. Semuanya selaras. Hasil di atas ring menunjukkan apa yang kami kerjakan di kamp,” ujarnya. Ia menegaskan tidak akan meremehkan Hadribeaj yang berstatus penantang wajib. “Dia belum terkalahkan dan lapar kemenangan. Tapi saya sudah pernah menghapus rekor nol lawan. Saya sedang dalam tren tiga KO beruntun dan ingin melanjutkannya.”
Hadribeaj, yang dijuluki “Albanian Sniper”, mengaku siap perang. “Ini kesempatan menjadi juara dunia pertama dari Albania. Saya sudah bekerja keras sejak lama, melangkah dalam diam. Tekanan sudah hilang. Saya tidak sabar,” tuturnya. Ia menyadari tinggi badan Fundora menjadi tantangan, namun ia telah menyiapkan strategi khusus. “Semua orang mencoba menyerang tubuhnya. Bukan soal hal baru, tapi soal eksekusi yang tepat.”
Figueroa, yang berlatih di Los Angeles selama tiga bulan, menegaskan ambisinya. “Saya datang ke sini untuk memastikan kemenangan tak terhindarkan. Saya ingin menunjukkan bahwa saya petinju 126 pon terbaik di dunia,” katanya. Dengan pelatih Manny Robles, ia merasa terus berkembang. “Saya selalu tampil habis-habisan. Saya siap melawan siapa pun, bukan hanya soal sabuk, tapi nama besar.”
Kameda, yang berlatih di Meksiko, tidak gentar. “Pengalaman saya berbicara sendiri. Saya pernah juara dunia dan ingin meraihnya lagi. Keluarga Kameda punya sejarah panjang di tinju, dan saya ingin memperluas warisan itu,” ujarnya. Ia mengakui laga terakhirnya berjalan ketat, namun kini fokus penuh pada 17 Oktober.
Charlo, yang akan naik ke super middle, menyatakan kesiapannya. “Saya ingin membuat pernyataan. Jika dia salah langkah, saya akan kirim dia pulang ke Australia dengan posisi telentang,” tegasnya. Ia merasa diuntungkan karena sudah dua kali bertarung di Cosmo. “Las Vegas seperti rumah bagi saya. Saya belum pernah mengecewakan. Saya belum terkalahkan dan ingin gelar di kelas ketiga.”
“Ronnie Shields bukan hanya pelatih, tapi juga guru dan figur ayah bagi saya. Dia legendaris dan mengajari saya cara menjadi legendaris,” kata Charlo.
Bagi penonton Indonesia, perhelatan ini dapat disaksikan melalui DAZN yang semakin mudah diakses. Meski tidak ada petinju Indonesia yang tampil, ajang ini menjadi tolok ukur persaingan tinju dunia yang semakin terbuka, terutama dengan kehadiran petinju dari berbagai latar belakang seperti Albania, Jepang, Meksiko, dan Australia. Hal ini juga menunjukkan bagaimana platform streaming global mendemokratisasi akses tontonan kelas dunia, membuka peluang bagi penggemar di Indonesia untuk menyaksikan langsung tanpa harus hadir di Las Vegas.
Dengan tiga laga yang mempertaruhkan sabuk dan reputasi, malam “The Fight” berpotensi mengubah peta kekuatan di kelas super welter, bulu, dan super middle. Akankah Fundora mempertahankan dominasinya, atau Hadribeaj menciptakan sejarah sebagai juara dunia Albania pertama? Jawabannya akan terungkap di atas ring Las Vegas.



