Bono Ungkap Alasan Tak Mampu Mendengar Lagu Terakhir Dolly Parton
Baca dalam 60 detik
- Dolly Parton merekam lagu 'Torn' bersama U2 dua bulan sebelum meninggal dunia akibat kanker.
- Bono mengaku belum sanggup mendengarkan hasil rekaman karena terlalu emosional.
- Album ke-16 U2, Carnaval De Luz, akan dirilis 13 November dengan lagu tersebut sebagai salah satu sorotan.

Vokalis U2, Bono, mengungkapkan bahwa ia belum sanggup mendengarkan lagu terakhir Dolly Parton, 'Torn', yang direkam bersama bandnya hanya dua bulan sebelum sang legenda country meninggal dunia pada Agustus lalu. Dalam wawancara dengan Rolling Stone, Bono menyatakan bahwa mendengarkan trek tersebut memicu emosi yang terlalu dalam baginya.
Parton, yang meninggal setelah pertarungan diam-diam melawan kanker, tetap menyempatkan diri merekam vokal untuk lagu itu pada Juni, meski kondisi kesehatannya sedang menurun. Bono mengenang momen ketika Parton bangkit dari tempat tidur untuk menyelesaikan rekaman. "Ketika dia sakit, dia bangun dari tempat tidurnya untuk menyanyikan lagu ini. Dan Anda bisa mendengarnya. Saya bahkan tidak bisa mendengarkannya sekarang," ujarnya.
Awalnya, Bono mengajak Parton untuk berkolaborasi dalam proyek sampingan yang terinspirasi musik folk Irlandia. Namun, Parton merasa proyek itu terlalu 'Irlandia' baginya. Sebagai gantinya, ia menawarkan lagu 'Torn' yang telah ia tulis dan ingin melihat bagaimana U2 bisa mengembangkannya. "Dia bilang, 'Saya punya lagu ini. Judulnya Torn, apakah kamu ingin membawanya ke arah lain?'" kenang Bono.
Bono juga memuji performa vokal Parton yang menurutnya luar biasa untuk usia 80 tahun. "Dia menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hati, dan saya tidak percaya itu adalah suara seorang wanita berusia 80 tahun," katanya. Ia menambahkan bahwa pengalaman intim dengan sosok sebesar Parton sangat menyentuh, dan kehilangan dirinya terasa sangat nyata. "Fakta bahwa mereka tidak ada lagi, tidak bisa dihubungi lagi selain melalui lagu-lagunya, sangat menyadarkan," ujar Bono.
Produser album, Garret 'Jacknife' Lee, mengungkapkan bahwa Parton sempat menyetujui hasil akhir mixing lagu tersebut sebelum meninggal. "Dolly menyukainya. Dia sangat bangga dengan vokalnya dan rekaman itu. Dia sangat senang. Kami sangat gugup jika dia tidak menyetujuinya, atau merasa tidak nyaman, tapi dia menyukainya," kata Lee.
"Dia menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hati, dan saya tidak percaya itu adalah suara seorang wanita berusia 80 tahun." - Bono
Carnaval De Luz merupakan album studio ke-16 U2 dan akan dirilis pada 13 November. Dalam pernyataan peluncuran album, Bono mengajak penggemar untuk merayakan kehidupan dengan segala kerumitannya. "Ayo, bawa kaus kaki ungu, hati yang patah, dan naivitas yang berwarna merah muda... Anda akan takjub di aula cermin," tulisnya. Ia juga menyebut bahwa album ini akan menampilkan gitar keras, bass dalam, ritme ekstatik, dan air mata perak. "Karena di kejauhan, di luar karnaval cahaya kita, ada berbagai makhluk... imajinasi yang sama yang membawa kreativitas juga bisa membawa monster. Jadi kami membuat drum lebih keras, api lebih besar, cerita lebih liar, dan melodi lebih manis. Karena jika dunia dalam kegelapan, kita tidak boleh ikut gelap," pungkasnya.
Bagi penggemar musik di Indonesia, kolaborasi ini menjadi pengingat akan warisan Dolly Parton yang tak lekang waktu. Lagu 'Torn' tidak hanya menjadi karya terakhirnya, tetapi juga jembatan antara dua generasi musik yang berbeda. Album U2 yang akan datang juga dinantikan, terutama karena menjadi salah satu proyek terakhir Parton. Ke depannya, apakah lagu ini akan menjadi hits posthumous yang menginspirasi banyak orang? Waktu yang akan menjawab, tetapi pesan emosional di baliknya sudah pasti menyentuh banyak pihak.



