Hogh Cetak Hat-trick Perdana, Celtic Temukan Mesin Gol Baru di Lini Depan
Baca dalam 60 detik
- Penyerang anyar Celtic, Kasper Hogh, langsung mencetak trigol pada laga perdananya melawan Kilmarnock, membungkam kritik setelah tampil kurang meyakinkan di pertandingan pembuka.
- Rekrutan termahal dalam sejarah klub asal Glasgow itu dinilai memiliki naluri gol alami dan rekam jejak mentereng di kompetisi Eropa, menjadi ancaman serius bagi pertahanan Liga Skotlandia.
- Keberhasilan Hogh diharapkan menjadi kunci sukses Celtic di Liga Champions, sekaligus menjadi pembuktian bahwa investasi besar yang mereka keluarkan sepadan.

Glasgow โ Celtic akhirnya menemukan jawaban atas keraguan yang menyelimuti lini depan mereka. Kasper Hogh, rekrutan termahal dalam sejarah klub, menjawab semua kritik dengan performa memukau: mencetak hat-trick dalam kemenangan telak 5-1 atas Kilmarnock di Rugby Park, Sabtu (24/8). Tiga gol tersebut lahir hanya dalam kurun waktu 30 menit pertama, sebuah sinyal bahwa mesin gol baru telah tiba di Liga Skotlandia.
Pembelian senilai 11 juta poundsterling itu membuka keunggulan Celtic hanya dalam 64 detik, memanfaatkan umpan silang Arne Engels. Dua gol berikutnya hadir melalui sundulan dan penyelesaian dingin di kotak penalti, menunjukkan insting tajam yang selama ini dinantikan para pendukung. Hat-trick ini menjadi yang pertama bagi pemain Celtic di liga sejak James Forrest melakukannya pada Oktober 2022, sekaligus menegaskan bahwa Hogh bukan sekadar pembelian mahal yang gagal membuktikan diri.
Penampilan Hogh sontak memicu perbandingan dengan legenda-legenda Celtic seperti Henrik Larsson dan Kyogo Furuhashi. Pengamat BBC, Pat Nevin, yang menyaksikan langsung laga tersebut, menilai Hogh adalah "bintang baru" dengan naluri gol yang murni. "Ia tahu persis di mana harus berdiri, pergerakannya cerdas, dan penyelesaiannya klinis. Ini bukan keberuntungan semata," ujar Nevin. Senada dengan itu, jurnalis olahraga BBC Scotland, Tom English, bahkan menyebut Hogh sebagai penyerang paling terbukti sejak era Chris Sutton, mengingat rekam jejaknya di Liga Champions bersama Bodo/Glimt yang pernah menjebol gawang Atletico Madrid, Manchester City, dan Inter Milan.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, performa Hogh menjadi pengingat bahwa investasi pada pemain dengan jam terbang Eropa kerap membawa dampak signifikan. Liga-liga top Eropa seperti Skotlandia memang tidak sepopuler Inggris atau Spanyol di mata penonton Tanah Air, namun cerita seperti ini menunjukkan bahwa pemain berkualitas tidak selalu berasal dari klub-klub raksasa. Ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bahwa scouting pemain dari liga-liga Eropa menengah bisa menjadi strategi jitu untuk memperkuat tim nasional maupun klub.
Hogh sendiri, yang baru bergabung dari Bodo/Glimt, hanya butuh 175 menit bermain untuk membungkam para pengkritiknya. Setelah gagal mencetak gol saat melawan Dundee di laga pembuka, ia bangkit dengan cara yang spektakuler. "Latihan menembak," candanya kepada Sky Sports seusai laga, merendah meski catatan golnya di Norwegia selama dua musim terakhir berbicara banyak. Kini, ia sejajar dengan Killian Phillips dari St Mirren sebagai top skor sementara Liga Skotlandia.
Langkah berikutnya bagi Hogh adalah membawa Celtic melaju di Piala Liga dan menghadapi LASK di play-off Liga Champions. Jika ia mampu tampil konsisten di pentas Eropa, bukan tidak mungkin ia akan disejajarkan dengan nama-nama besar yang pernah memperkuat Celtic. Pertanyaannya, bisakah ia mempertahankan performa ini sepanjang musim dan membawa Celtic berjaya di kompetisi yang lebih bergengsi? Semua mata kini tertuju pada pemain asal Denmark tersebut.



