PSG Rekrut Lagi Lucas Digne: Bek Kiri Berpengalaman untuk Perkuat Lini Pertahanan
Baca dalam 60 detik
- Lucas Digne kembali ke PSG setelah 11 tahun, dengan kontrak hingga 2029 dan klausul rilis dilaporkan sekitar 8,5 juta poundsterling.
- Kepulangan ini menambah opsi di sektor kiri pertahanan PSG, yang musim lalu kerap kesulitan saat full-back utama absen.
- Digne diharapkan menjadi mentor bagi pemain muda dan memberikan stabilitas, seiring PSG mengejar gelar Liga Champions.

Paris Saint-Germain secara resmi mengumumkan kembalinya bek kiri asal Prancis, Lucas Digne, dari Aston Villa dengan kontrak berdurasi hingga 2029. Langkah ini diambil klub juara Ligue 1 tersebut untuk memperkuat lini belakang menjelang musim 2025/2026, sekaligus memanfaatkan pengalaman internasional Digne yang telah malang melintang di berbagai liga top Eropa.
Meski nilai transfer tidak diungkapkan secara resmi, media Inggris melaporkan bahwa PSG mengaktifkan klausul pelepasan senilai 8,5 juta poundsterling (sekitar Rp170 miliar) untuk memboyong pemain berusia 33 tahun itu. Angka tersebut tergolong efisien untuk pemain sekaliber Digne, yang masih memiliki jam terbang tinggi dan kontribusi signifikan di level klub maupun tim nasional.
Kepulangan Digne ke Parc des Princes terjadi 11 tahun setelah ia pertama kali bergabung pada 2013. Pada periode pertama, ia berhasil mempersembahkan dua gelar Ligue 1, satu Piala Prancis, dan dua Piala Liga. Kini, ia kembali dengan status yang lebih matang, setelah menimba pengalaman di Barcelona, Everton, dan Aston Villa. Selama di Villa Park, Digne menjadi andalan di bawah asuhan Unai Emery dan ikut mengantarkan klub meraih trofi Europa League 2026.
Dalam pernyataan resminya, Digne mengungkapkan kebanggaannya bisa kembali ke klub yang membesarkan namanya. "Saya sangat terhormat bisa kembali ke Paris Saint-Germain setelah pengalaman indah lebih dari sepuluh tahun lalu. Saya tidak sabar untuk memulai babak baru ini dan memberikan seluruh pengalaman saya untuk kepentingan tim," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmennya untuk berkontribusi langsung, bukan sekadar menjadi pelengkap skuad.
Kehadiran Digne memberikan kedalaman skuad yang krusial bagi PSG. Musim lalu, performa tim sempat terganggu saat bek kiri utama, Nuno Mendes, mengalami cedera panjang. Dengan masuknya Digne, pelatih Luis Enrique memiliki opsi rotasi yang lebih fleksibel, terutama dalam menghadapi jadwal padat di Ligue 1 dan Liga Champions. Pengalaman Digne bermain di liga ketat seperti Premier League dan La Liga menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan.
Bagi pengamat sepak bola, keputusan PSG mendatangkan pemain berusia 33 tahun ini menunjukkan strategi klub yang mulai berani memadukan pemain muda dan senior. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa PSG tidak hanya bergantung pada bintang-bintang muda, tetapi juga membutuhkan sosok pemimpin di lapangan. Digne, dengan segudang pengalaman, diharapkan mampu menjadi mentor bagi pemain-pemain belia seperti Lucas Beraldo atau bahkan mendukung perkembangan Nuno Mendes.
Di sisi lain, kepindahan ini juga menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Sebagai negara dengan basis penggemar sepak bola Eropa yang besar, kabar transfer seperti ini selalu dinantikan. Bagi penggemar PSG di Indonesia, kehadiran Digne menambah daya tarik untuk menyaksikan laga-laga PSG musim depan. Selain itu, pola transfer klub-klub Eropa yang mulai berani merekrut pemain senior dengan harga terjangkau bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam membangun skuad yang seimbang.
Digne memulai karier profesionalnya di Lille sebelum pindah ke PSG pada 2013. Setelah itu, ia sempat dipinjamkan ke Roma, lalu dijual ke Barcelona pada 2016. Di Camp Nou, ia tampil 46 kali dan meraih gelar La Liga, dua Copa del Rey, serta Piala Super Spanyol. Kariernya berlanjut ke Everton pada 2018, sebelum akhirnya menetap di Aston Villa selama empat setengah musim. Perjalanan panjang ini menunjukkan konsistensi dan kemampuan adaptasi yang tinggi.
PSG akan memulai kampanye Ligue 1 mereka melawan Rennes pada 23 Agustus mendatang. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian awal bagi Digne untuk menunjukkan bahwa ia masih layak menjadi bagian dari skuad elite Eropa. Pertanyaannya, mampukah ia kembali merebut hati suporter Parc des Princes seperti yang ia lakukan satu dekade lalu? Atau justru perannya akan lebih banyak di bangku cadangan? Waktu yang akan menjawab.



