Karier Paul Pogba di Ujung Tanduk: Kontrak dengan Monaco Diputus Setelah Cedera Baru
Baca dalam 60 detik
- Monaco dikabarkan memutus kontrak Pogba setelah ia mengalami cedera otot lagi pada pramusim, membuatnya berstatus bebas transfer.
- Sejak kembali ke Juventus pada 2022, karier Pogba diganggu cedera dan larangan doping, sehingga ia hanya tampil 115 menit bersama Monaco.
- Keputusan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Pogba akan pensiun di usia 33 atau mencoba peruntungan di liga lain?

Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Eropa: Paul Pogba, gelandang Prancis yang pernah menjadi pemain termahal dunia, kembali berstatus bebas transfer setelah AS Monaco dilaporkan memutus kontraknya. Penyebabnya, cedera otot yang dideritanya pada pramusim, sebuah pukulan telak bagi pemain yang berjuang bangkit dari masa-masa sulit.
Pogba bergabung dengan Monaco pada musim panas lalu dengan kontrak hingga Juni 2027. Namun, ia hanya tampil dalam enam pertandingan kompetitif dengan total 115 menit. Dalam laga pramusim, ia hanya bermain 45 menit pada 18 Juli sebelum cedera kembali menghadang. Laporan dari L'Equipe, Le Parisien, dan Nice-Matin menyebutkan bahwa cedera tersebut membuat Monaco mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat.
Kisah Pogba adalah salah satu penurunan karier paling dramatis dalam sepak bola modern. Pada 2016, Juventus menjualnya ke Manchester United dengan nilai transfer โฌ105 juta, menjadikannya pemain termahal saat itu. Namun, setelah kembali ke Turin pada 2022 sebagai agen bebas, kariernya justru dihantam cedera dan larangan doping yang membuatnya absen lama. Larangan tersebut kemudian dikurangi setelah banding, dan ia diizinkan bermain lagi pada Maret 2025, tetapi kontraknya dengan Juventus sudah diputus lebih dulu pada Desember 2024.
Bagi pengamat sepak bola, kasus Pogba menjadi pengingat betapa rapuhnya karier pesepak bola profesional. Cedera beruntun dan masalah disiplin mampu menggerus potensi besar yang pernah dimilikinya. Di Indonesia, fenomena ini juga relevan, mengingat banyak klub liga domestik yang kerap merekrut pemain asing dengan harapan besar, tetapi harus menanggung risiko cedera dan performa yang tidak konsisten.
Kini, di usia 33 tahun, Pogba dihadapkan pada pilihan sulit: melanjutkan karier di klub lain atau pensiun. Jika memutuskan untuk terus bermain, ia harus membuktikan bahwa fisiknya masih mampu bersaing di level tertinggi. Namun, dengan riwayat cedera yang panjang, tidak banyak klub yang berani mengambil risiko. Beberapa analis menilai bahwa Pogba mungkin harus mempertimbangkan liga dengan intensitas lebih rendah, seperti di Timur Tengah atau Amerika Serikat, untuk memperpanjang kariernya.
Di sisi lain, keputusan Monaco untuk memutus kontrak menunjukkan bahwa klub tidak lagi percaya pada kesembuhan dan performa Pogba. Ini menjadi sinyal keras bagi pemain lain bahwa klub tidak akan ragu melepas pemain yang dianggap tidak produktif, meskipun memiliki nama besar. Pertanyaannya, apakah Pogba mampu membalikkan keadaan dan mengakhiri kariernya dengan catatan positif, atau justru memilih pensiun dengan kenangan pahit?



