PSG Resmi Rekrut Maghnes Akliouche dari Monaco dengan Biaya Rp900 Miliar
Baca dalam 60 detik
- PSG mengumumkan perekrutan gelandang serang Timnas Prancis, Maghnes Akliouche, dari Monaco pada Kamis (6/8) dengan nilai transfer yang diperkirakan mencapai โฌ50 juta.
- Kedatangan Akliouche memperkuat lini depan PSG yang sudah dihuni pemain-pemain bintang seperti Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia, menandakan ambisi klub untuk terus mendominasi Liga Prancis dan bersaing di Eropa.
- Transfer ini berpotensi mempengaruhi strategi belanja pemain klub-klub Eropa lainnya, termasuk ketertarikan pada pemain Asia Tenggara, yang bisa berdampak pada peluang pemain Indonesia di kancah internasional.

Paris Saint-Germain (PSG) resmi mengumumkan perekrutan gelandang serang asal Prancis, Maghnes Akliouche, dari AS Monaco pada Kamis (6/8). Langkah ini menjadi sinyal ambisi PSG untuk terus memperkuat skuadnya setelah sukses meraih gelar juara Ligue 1 musim lalu.
Meski nilai transfer tidak diungkapkan secara resmi, media Prancis melaporkan bahwa PSG harus merogoh kocek sekitar โฌ50 juta atau setara dengan Rp900 miliar untuk memboyong pemain berusia 24 tahun tersebut. Angka ini mencerminkan kepercayaan besar PSG terhadap potensi Akliouche yang telah menunjukkan performa impresif bersama Monaco sejak debut seniornya pada 2021.
Akliouche tercatat telah mencatatkan 139 penampilan untuk Monaco dan menyumbangkan 23 gol. Kiprahnya di level internasional juga tidak bisa dianggap remeh; ia membantu Timnas Prancis meraih medali perak di Olimpiade Paris 2024 dan menjadi bagian dari skuad Les Bleus di Piala Dunia tahun ini. Kehadirannya di PSG diharapkan dapat menambah kreativitas dan daya gedor lini tengah yang sudah dihuni para bintang seperti Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, dan Desire Doue.
Bagi PSG, perekrutan ini bukan sekadar menambah amunisi, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun tim yang kompetitif di pentas Eropa. Dengan bergabungnya Akliouche, persaingan di lini depan PSG dipastikan semakin ketat. Pelatih Luis Enrique kini memiliki lebih banyak opsi untuk merotasi pemain, terutama dalam menghadapi jadwal padat di Ligue 1 dan Liga Champions.
Di sisi lain, kepindahan Akliouche ke PSG juga menjadi sorotan bagi klub-klub Eropa lainnya yang kerap memantau pemain-pemain muda berbakat dari liga-liga top. Fenomena ini sejalan dengan tren klub-klub besar Eropa yang semakin agresif dalam merekrut pemain muda potensial, termasuk dari kawasan Asia. Bagi Indonesia, hal ini bisa menjadi pelajaran berharga: talenta muda harus terus diasah dan berani menembus kompetisi Eropa agar bisa bersaing di level tertinggi.
Keputusan Akliouche untuk bergabung dengan PSG juga dilatarbelakangi oleh ikatan emosionalnya dengan kota Paris. Dalam pernyataannya, ia mengaku tumbuh besar di wilayah Paris dan merasa bangga bisa membela klub sebesar PSG. "Saya tidak sabar untuk mengenakan seragam ini, terus berkembang di klub hebat ini, dan memberikan segalanya untuk PSG di hadapan para pendukung," ujarnya.
Dengan kedatangan Akliouche, PSG semakin menunjukkan dominasinya di bursa transfer. Pertanyaannya, apakah langkah ini akan cukup untuk mengantarkan PSG meraih gelar Liga Champions yang selama ini menjadi obsesi? Atau justru memicu persaingan yang lebih sengit di antara klub-klub kaya Eropa? Kita tunggu bagaimana musim ini bergulir.



