Vlahovic Mulai Lirik Tawaran Besiktas: Gaji €10 Juta per Musim dan Faktor Italiano
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Serbia itu berstatus bebas transfer sejak kontraknya di Juventus berakhir pada 30 Juni, dan kini dilaporkan membuka peluang negosiasi dengan klub Turki Besiktas.
- Tawaran Besiktas senilai €10 juta per musim plus bonus penandatanganan dinilai sebagai opsi realistis setelah peminat dari liga top Eropa tak kunjung datang.
- Kedekatan Vlahovic dengan pelatih Vincenzo Italiano, yang pernah menangani dirinya di Fiorentina, disebut-sebut menjadi kunci potensial dalam keputusan transfer ini.

Dusan Vlahovic, penyerang asal Serbia yang kini berstatus bebas transfer, dilaporkan mulai mempertimbangkan tawaran dari Besiktas. Klub asal Istanbul tersebut menawarkan gaji mencapai €10 juta per musim, dengan harapan dapat mengamankan tanda tangan pemain yang sebelumnya membela Juventus itu sebelum tenggat waktu yang mereka tetapkan.
Sejak kontraknya di Allianz Stadium berakhir pada 30 Juni lalu, Vlahovic sempat dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa seperti Milan, Napoli, Barcelona, Atletico Madrid, Arsenal, dan Manchester United. Namun, hingga kini belum ada satu pun yang mengajukan proposal konkret. Kondisi ini membuat pemain berusia 24 tahun itu mulai menyadari bahwa pasar transfer musim panas ini tidak berjalan sesuai harapannya.
Di sisi lain, peluang kembali ke Juventus dengan gaji lebih rendah dari €12 juta per musim juga tampaknya memudar. Klub asal Turin itu telah bergerak maju dengan mendatangkan Randal Kolo Muani dan Kerim Alajbegovic sebagai bagian dari perombakan lini depan mereka. Hal ini menutup pintu bagi Vlahovic untuk kembali ke lingkungan yang pernah membesarkan namanya.
Menurut laporan dari Calciomercato, Sportitalia, dan TRT Spor, Vlahovic kini mulai serius mendengarkan tawaran Besiktas. Selain gaji pokok yang menggiurkan, klub asal Turki itu juga menyiapkan bonus penandatanganan besar serta komisi untuk agen pemain. Namun, Besiktas memberikan sinyal tegas bahwa mereka tidak akan menunggu melewati akhir pekan depan, meskipun mereka telah menghubungi Vlahovic hampir setiap hari untuk meyakinkannya.
Faktor yang dinilai bisa menjadi penentu adalah kehadiran pelatih Vincenzo Italiano di kursi kepelatihan Besiktas. Italiano pernah bekerja sama dengan Vlahovic di Fiorentina, periode yang dianggap sebagai salah satu fase terbaik dalam karier sang striker. Kedekatan personal dan pemahaman taktik yang sudah terbangun diyakini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi Vlahovic untuk menerima pinangan Besiktas.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana dinamika pasar transfer Eropa dapat berubah cepat. Ketika klub-klub besar tidak kunjung bergerak, pemain sekaliber Vlahovic pun harus mempertimbangkan opsi yang lebih realistis. Keputusan Vlahovic dalam beberapa hari ke depan akan menjadi indikator apakah ia lebih mengutamakan faktor finansial atau kenyamanan kerja dengan pelatih yang dikenalnya.
Besiktas sendiri tengah berupaya membangun tim yang kompetitif di bawah arahan Italiano. Kehadiran pemain sekelas Vlahovic tentu akan menjadi suntikan moral besar bagi skuat mereka, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah Vlahovic bersedia meninggalkan panggung liga top Eropa untuk bermain di Turki, atau ia masih menunggu keajaiban di menit-menit akhir bursa transfer?



