Gimenez ke Porto: Milan Akhirnya Terima Skema Pinjaman dengan Opsi Beli €20 Juta
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan pinjaman Santiago Gimenez ke Porto menemui titik terang setelah Milan melunak pada skema opsi beli.
- Striker Meksiko itu gagal memenuhi ekspektasi di San Siro, hanya mencetak tujuh gol dalam 37 laga dan lebih sering absen karena cedera.
- Porto menjadi tujuan favorit pemain, dengan pelatih asal Italia, Francesco Farioli, menjadi daya tarik utama.

Kebuntuan negosiasi antara AC Milan dan FC Porto terkait masa depan Santiago Gimenez akhirnya menemui titik terang. Kabar dari Portugal menyebutkan, raksasa Serie A itu kini bersedia melepas penyerang asal Meksiko tersebut dengan skema pinjaman yang disertai opsi pembelian senilai 20 juta euro, tanpa kewajiban untuk mempermanenkan pemain di akhir masa peminjaman.
Keputusan ini menjadi perubahan signifikan setelah sebelumnya kedua klub sempat buntu dalam pembahasan formula transfer. Milan, yang pada Februari 2025 lalu menebus Gimenez dari Feyenoord dengan mahar 30,2 juta euro plus bonus, kini dihadapkan pada kenyataan bahwa investasi besar tersebut belum berbuah sesuai harapan. Dalam 37 penampilan kompetitif, pemain berusia 24 tahun itu hanya menyumbang tujuh gol dan enam assist. Catatan itu jelas jauh dari ekspektasi seorang penyerang haus gol.
Selain performa yang belum konsisten, cedera pergelangan kaki yang mengharuskannya menjalani operasi membuat Gimenez kehilangan sebagian besar musim lalu. Kondisi ini pula yang membuat pelatih anyar Milan, Ruben Amorim, tidak memasukkan namanya dalam rencana jangka pendek tim. Alhasil, manajemen klub yang bermarkas di San Siro itu bertekad melepasnya pada bursa transfer musim panas ini.
Menariknya, Porto muncul sebagai tujuan yang paling masuk akal, bukan hanya karena faktor finansial, tetapi juga karena kehadiran pelatih asal Italia, Francesco Farioli. Kedekatan keduanya diyakini menjadi salah satu alasan mengapa Gimenez lebih memilih bermain di Portugal daripada menerima pinjaman dari klub lain. Lazio sempat menunjukkan ketertarikan, namun Gennaro Gattuso, yang kala itu menukangi Biancocelesti, mengakui bahwa sang striker sama sekali tidak antusias dengan gagasan pindah ke Stadio Olimpico.
Kesepakatan pribadi antara Gimenez dan Porto dikabarkan sudah tercapai. Pemain yang dikenal dengan julukan 'Bebote' itu diyakini akan segera menjalani tes medis jika kedua klub berhasil menuntaskan administrasi. Bagi Porto, kehadiran Gimenez diharapkan mampu mengisi lini depan yang ditinggalkan para pemain kunci, sekaligus menjadi proyek jangka panjang yang menguntungkan secara finansial.
Dari sisi Milan, langkah ini bisa dibaca sebagai upaya untuk membersihkan neraca gaji dan mendapatkan kembali sebagian dana investasi. Meski opsi beli tidak bersifat wajib, Milan tetap berpeluang menerima 20 juta euro jika Porto memutuskan mempermanenkan Gimenez. Namun, jika sang pemain kembali tampil moncer di Portugal, bukan tidak mungkin nilai pasarnya akan meroket, memberikan keuntungan bagi Milan dalam negosiasi di masa depan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang risiko investasi besar di bursa transfer. Keputusan klub-klub Eropa untuk meminjamkan pemain mahal dengan opsi beli menunjukkan pragmatisme dalam manajemen skuad. Di tengah gencarnya kabar naturalisasi pemain keturunan untuk Timnas Indonesia, dinamika transfer seperti ini juga mengingatkan bahwa performa pemain di liga top Eropa tidak selalu linear dengan harga belinya.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah apakah Porto akan benar-benar mengaktifkan opsi beli tersebut, atau justru menjadikan Gimenez sebagai batu loncatan untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Satu hal yang pasti, langkah Milan ini membuka babak baru bagi karier sang striker, yang kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak diperhitungkan di panggung sepak bola Eropa.



