Semifinal Piala AFF 2026: Malaysia Tanpa Beban Hadapi Vietnam, Pelatih Tan Cheng Hoe Yakin Timnya Tampil Maksimal
Baca dalam 60 detik
- Malaysia melaju ke semifinal Piala AFF setelah menang tipis atas Filipina, dan akan berhadapan dengan juara bertahan Vietnam.
- Pelatih interim Malaysia, Tan Cheng Hoe, menilai timnya tidak terbebani dan justru bisa tampil lepas meski di atas kertas kalah kelas.
- Laga leg pertama di Kuala Lumpur pada 16 Agustus akan menjadi ujian seberapa jauh perkembangan skuad Harimau Malaya di bawah asuhan pelatih lokal.

KUALA LUMPUR โ Malaysia mengunci tiket semifinal Piala AFF 2026 setelah menundukkan Filipina 1-0 pada laga pamungkas Grup B, Sabtu malam. Gol sundulan Pavithran Gunalan pada babak pertama memastikan posisi runner-up grup dengan koleksi sembilan poin, di bawah Thailand. Kini, tantangan terbesar menanti: juara bertahan Vietnam di babak empat besar.
Pelatih interim Malaysia, Tan Cheng Hoe, menegaskan timnya tidak memiliki beban jelang duel melawan Vietnam. โKami adalah underdog, mereka favorit. Para pemain tidak punya apa-apa untuk hilang. Kami harus menikmati momen ini,โ ujarnya dalam konferensi pers usai laga. Ia juga menyoroti semangat tim yang sedang positif, meski mengakui masih ada ruang perbaikan.
Pertandingan leg pertama akan digelar di Stadion Bola Kuala Lumpur pada Minggu, 16 Agustus. Vietnam datang dengan status tim paling produktif di fase grup: 13 gol dalam empat laga dan hanya kebobolan sekali. Catatan itu menjadi peringatan bagi lini belakang Malaysia yang kerap tampil solid namun belum diuji lawan sekelas Vietnam.
Bagi Tan, laga ini memiliki makna personal. Ia adalah asisten pelatih saat Malaysia juara ASEAN pada 2010, dan menjadi pelatih kepala ketika Harimau Malaya menjadi runner-up di bawah Vietnam pada 2018. Pengalaman itu membuatnya paham betul kualitas lawan, tetapi ia justru melihat peluang dari tekanan yang dipikul Vietnam sebagai juara bertahan.
Pavithran, yang menjadi pahlawan kemenangan atas Filipina, mengaku masih membumi. Pemain sayap berusia 21 tahun itu menyebut dukungan pelatih dan rekan setim menjadi kunci kepercayaan dirinya. โSaya berterima kasih kepada pelatih Tan yang selalu mendukung, tidak pernah memarahi. Setelah ini, kami harus fokus ke Vietnam, pemulihan yang baik, dan berlatih keras,โ katanya.
Pelatih Filipina, Carles Cuadrat, mengakui keunggulan Malaysia. โMereka pantas lolos. Tim ini punya pemain bagus dan menunjukkan kualitasnya. Gol tercipta karena kami membiarkan umpan silang dan sundulan. Ini soal detail kecil,โ ujarnya. Ia juga menyebut laga ini bagian dari proses panjang timnya.
Bagi publik sepak bola Asia Tenggara, laga Malaysia kontra Vietnam selalu menarik. Namun, bagi Indonesia, hasil ini juga punya implikasi tersendiri. Jika Malaysia mampu menyingkirkan Vietnam, gengsi sepak bola regional akan bergeser. Indonesia, yang juga tengah membangun tim muda, bisa menjadikan performa Malaysia sebagai pembanding dalam upaya merebut kembali kejayaan di kancah ASEAN.
Di semifinal lain, Singapura akan menantang Thailand, juara tujuh kali. Turnamen edisi ke-30 ini semakin panas dengan empat tim terbaik Asia Tenggara bersaing memperebutkan gelar. Pertanyaannya, mampukah Malaysia mengulang keajaiban 2010, atau justru Vietnam menunjukkan dominasinya kembali?



