Marselino Ferdinan Pulang ke Persija: Pilih Nomor 10, tapi Debut Tertunda
Baca dalam 60 detik
- Marselino Ferdinan resmi meninggalkan Eropa setelah tiga tahun dan menandatangani kontrak dua musim dengan Persija Jakarta.
- Kepindahan ini dipicu oleh keinginan pemain untuk mendapatkan tim yang serius mengembangkan potensinya, terlebih setelah sering berkutat dengan cedera.
- Meski akan mengenakan nomor punggung 10, Marselino belum bisa langsung bermain karena masih dalam pemulihan operasi otot pada Agustus 2026.

Gelandang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, memutuskan mengakhiri petualangan tiga tahun di Eropa dan kembali ke Tanah Air untuk memperkuat Persija Jakarta. Pemain berusia 22 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi dua musim, dengan opsi perpanjangan, setelah melalui negosiasi yang alot dalam beberapa pekan terakhir.
Keputusan ini diambil Marselino setelah menimbang berbagai faktor, terutama keinginannya untuk bangkit dari periode sulit di benua biru. Selama berseragam klub-klub Eropa, ia lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan akibat cedera hamstring dan otot, sehingga menit bermainnya sangat minim. Persija dianggap sebagai tempat yang tepat untuk memulihkan performa sekaligus mengasah kembali ketajamannya.
"Saya mencari tim yang benar-benar serius dan bisa memaksimalkan potensi saya. Saat ini fokus saya adalah mengembalikan performa dan kebugaran. Persija adalah pilihan terbaik untuk ke depan," ujar Marselino dalam pernyataan resmi klub.
Kehadiran Shin Tae-yong di kursi pelatih menjadi magnet tersendiri bagi Marselino. Ia mengaku memiliki hubungan baik dengan pelatih asal Korea Selatan tersebut, yang sebelumnya memberinya kepercayaan besar di Timnas Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengembalikan performa terbaik Marselino, yang sempat menjadi andalan lini tengah Garuda di berbagai ajang internasional.
Meski demikian, Marselino belum dapat langsung berkontribusi di lapangan. Ia masih menjalani rehabilitasi setelah menjalani operasi otot pada pertengahan Agustus 2026. Sebelumnya, pada akhir Desember 2025, ia juga harus naik meja bedah untuk menyembuhkan cedera hamstring. Kondisi ini membuat manajemen Persija harus bersabar menunggu hingga pemain benar-benar pulih dan siap bertanding.
Dari sisi strategi, kehadiran Marselino memberikan opsi baru bagi lini tengah Persija. Dengan nomor punggung 10 yang melekat, ia diproyeksikan sebagai jenderal lapangan tengah yang mengatur ritme serangan. Kombinasi pengalaman internasional dan visi bermainnya diharapkan dapat meningkatkan daya gedor Macan Kemayoran, yang musim lalu kerap kesulitan menembus pertahanan lawan.
"Dengan komposisi pemain dan pelatih sekarang, kami optimistis bisa meraih gelar juara. Saya akan selalu memberikan yang terbaik dan berharap kami bisa juara bersama tahun ini," tegas Marselino.
Kepulangan Marselino ke Indonesia juga menandai tren baru bagi pesepak bola muda Tanah Air. Setelah sempat mencoba peruntungan di Eropa, banyak pemain memilih kembali ke kompetisi domestik untuk mendapatkan menit bermain reguler. Langkah ini dinilai positif untuk memperkuat liga nasional, sekaligus memberikan contoh bahwa karier di dalam negeri tetap menjanjikan.
Bagi Persija, investasi pada Marselino bukan tanpa risiko. Cedera yang berulang menjadi catatan tersendiri. Namun, manajemen yakin bahwa dengan fasilitas medis dan program pemulihan yang tepat, pemain kelahiran Jakarta, 9 September 2004, itu dapat kembali ke performa puncak. Kontrak dua tahun memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk saling membuktikan.
Ke depan, publik sepak bola Indonesia menanti kapan Marselino akan kembali merumput. Jika ia mampu mengatasi masalah kebugaran, duetnya dengan pemain-pemain senior di lini tengah Persija berpotensi menjadi salah satu kekuatan paling ditakuti di BRI Super League 2026/2027. Akankah Marselino membuktikan bahwa kepulangannya adalah langkah tepat untuk kembali bersinar? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi ekspektasi tinggi sudah menyertainya.



