Marselino Ferdinan Resmi ke Persija: Respons Rekan Timnas dan Jalan Baru Karier
Baca dalam 60 detik
- Marselino Ferdinan menandatangani kontrak dua tahun dengan Persija Jakarta setelah karier di Eropa tidak sesuai harapan.
- Rekan-rekan di Timnas Indonesia seperti Ole Romeny, Jay Idzes, dan Maarten Paes memberikan dukungan melalui media sosial.
- Keputusan ini menjadi titik balik bagi gelandang 22 tahun itu untuk bangkit dari cedera dan minim menit bermain.

Gelandang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, resmi bergabung dengan Persija Jakarta dengan kontrak berdurasi dua musim. Pengumuman tersebut disampaikan pada Rabu (23/9/2026), menandai babak baru bagi pemain berusia 22 tahun itu setelah perjalanan di Eropa yang jauh dari kata mulus.
Kabar ini langsung mendapat reaksi hangat dari rekan-rekannya di skuad Garuda. Ole Romeny, Jay Idzes, Justin Hubner, Maarten Paes, Rizky Ridho, dan Ivar Jenner meninggalkan jejak di kolom komentar unggahan kedatangan Marselino. Romeny menuliskan "Yes, sir!" dengan emotikon terharu, sementara Idzes, Hubner, dan Jenner merespons dengan emotikon mata melotot. Paes memilih emotikon tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi.
Keputusan pulang ke Indonesia ini bukan tanpa alasan. Sejak memilih berkarier di luar negeri pada awal 2023 setelah meninggalkan Persebaya Surabaya, Marselino kesulitan mendapatkan menit bermain. Di KMSK Deinze (2023โ2024), ia hanya dipercaya tampil tujuh kali. Bersama Oxford United, ia bahkan sempat dipinjamkan ke AS Trencin di Slovakia, tetapi tetap minim kesempatan.
Cederanya yang berulang memperparah situasi. Pada akhir Desember 2025, Marselino harus menjalani operasi hamstring. Nasib buruk berlanjut ketika ia kembali naik meja operasi pada pertengahan Agustus 2026 akibat masalah otot. Kondisi ini membuatnya absen membela Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Oktober 2025 dan Maret 2026. Ia baru kembali memperkuat Garuda saat melawan Mozambik pada 9 Juni 2026, bermain selama 65 menit dalam kemenangan 1-0.
"Yes, sir!" tulis Ole Romeny, mengutip unggahan media sosial, menunjukkan dukungan penuh dari rekan setimnya di Timnas.
Bagi Persija, kehadiran Marselino menjadi tambahan amunisi berharga di lini tengah. Klub ibu kota itu tengah membangun skuad untuk bersaing di BRI Liga 1 musim mendatang. Marselino diharapkan dapat menemukan kembali performa terbaiknya dan menjadi motor serangan Macan Kemayoran.
Di sisi lain, kepulangan Marselino ke kompetisi domestik bisa menjadi preseden bagi pemain muda Indonesia lainnya. Langkah ini menunjukkan bahwa Liga 1 mampu menjadi tempat pemulihan karier setelah pengalaman pahit di luar negeri. Namun, tantangan tetap ada: ia harus membuktikan bahwa dirinya masih layak menjadi pilar Timnas Indonesia, terlebih dengan kompetisi ketat di lini tengah.
Ke depan, publik sepak bola nasional menanti apakah Marselino mampu mengembalikan sentuhan terbaiknya bersama Persija. Jika berhasil, bukan tidak mungkin ia kembali menjadi andalan di skuad Garuda untuk ajang-ajang internasional mendatang. Sebaliknya, jika gagal, kepulangannya bisa dianggap sebagai kemunduran. Bagaimana menurut Anda?



