Trenitalia Siap Guncang Rute Paris-London, Pesan 19 Kereta Cepat dari Hitachi
Baca dalam 60 detik
- Operator kereta asal Italia, Trenitalia, akan mengoperasikan layanan berkecepatan tinggi Paris-London pada 2029, menantang dominasi Eurostar.
- FS Italiane Group mengalokasikan dana 2 miliar euro untuk pengadaan 19 kereta dari Hitachi Rail, sebagai bagian dari ekspansi di pasar Prancis.
- Langkah ini membuka era baru persaingan kereta api lintas batas Eropa, yang berpotensi menekan harga tiket dan meningkatkan konektivitas regional.

Operator kereta api nasional Italia, FS Italiane Group, mengumumkan bahwa unit bisnisnya, Trenitalia, akan meluncurkan layanan kereta cepat yang menghubungkan Paris dan London pada tahun 2029. Sebagai bagian dari rencana ekspansi ini, perusahaan telah memesan 19 kereta berkecepatan tinggi dari Hitachi Rail, anak perusahaan Hitachi Ltd., dengan total investasi mencapai 2 miliar euro atau setara sekitar 2,3 miliar dolar AS.
Keputusan ini menandai babak baru dalam persaingan kereta api lintas batas di Eropa. Selama ini, Eurostar nyaris memonopoli rute yang menghubungkan Inggris dengan daratan Eropa, termasuk jalur bawah laut Terowongan Channel. Kehadiran Trenitalia diprediksi akan mengubah peta persaingan, memberikan alternatif baru bagi penumpang yang selama ini hanya memiliki sedikit pilihan.
Trenitalia sebenarnya bukan pendatang baru di pasar kereta cepat Prancis. Setelah sektor ini diliberalisasi, perusahaan asal Italia itu telah mengoperasikan rute yang menghubungkan Paris dengan Lyon, Marseille, serta Milan di Italia utara. Kini, dengan ambisi menembus London, Trenitalia menunjukkan keseriusannya untuk menjadi pemain utama di kancah kereta api Eropa.
Langkah agresif FS Italiane Group ini tidak hanya berdampak pada pasar Eropa, tetapi juga memiliki implikasi bagi industri perkeretaapian global, termasuk Indonesia. Sebagai negara dengan populasi besar dan mobilitas tinggi, Indonesia tengah mengembangkan sistem kereta cepat pertama, Jakarta-Bandung, yang dioperasikan oleh KCIC dengan teknologi dari China. Keberhasilan Trenitalia dalam menembus pasar yang sebelumnya didominasi monopoli bisa menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan kereta api di Indonesia, terutama dalam hal persaingan dan inovasi layanan.
Menurut analis transportasi, masuknya pemain baru seperti Trenitalia akan mendorong efisiensi dan peningkatan kualitas layanan. "Persaingan yang sehat akan menguntungkan konsumen, baik dari segi harga maupun pengalaman perjalanan," ujar seorang pengamat perkeretaapian yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa tren ini sejalan dengan upaya banyak negara untuk membuka pasar transportasi demi menarik investasi asing.
Bagi Hitachi Rail, pesanan ini merupakan kemenangan besar di tengah persaingan ketat dengan produsen kereta asal Prancis, Alstom, dan Jerman, Siemens. Sebelumnya, Hitachi Rail juga telah memasok kereta untuk rute London-Edinburgh di Inggris, sehingga pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk proyek Paris-London.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Trenitalia harus memastikan kesiapan infrastruktur, termasuk kompatibilitas dengan sistem sinyal dan listrik di Prancis dan Inggris. Selain itu, izin operasional dari otoritas terkait di kedua negara juga menjadi prasyarat yang tidak bisa diabaikan. Namun, dengan pengalaman yang sudah ada, peluang sukses dinilai cukup besar.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah Trenitalia akan berhasil, tetapi bagaimana Eurostar merespons. Apakah akan menurunkan harga tiket, meningkatkan frekuensi, atau justru berinovasi dalam layanan? Yang jelas, penumpang akan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari persaingan ini.



