Kate Beckinsale Hapus Seluruh Foto Instagram: Bukan Tentang Berat Badan, tapi Penyakit Autoimun
Baca dalam 60 detik
- Aktris Kate Beckinsale menghapus seluruh unggahan Instagram setelah menjadi sasaran komentar body-shaming terkait penurunan berat badannya.
- Ia mengungkap bahwa kondisi autoimun langka, mast cell activation syndrome, menjadi penyebab perubahan fisiknya, bukan sekadar gaya hidup.
- Komentar negatif di media sosial kian memprihatinkan, mendorong seruan untuk lebih berempati dan tidak menghakimi penampilan orang lain.

Kate Beckinsale, aktris berusia 53 tahun yang dikenal lewat film Pearl Harbor dan Aviator, mengambil langkah drastis dengan menghapus seluruh foto di akun Instagram-nya. Keputusan ini muncul setelah ia terus-menerus menerima komentar pedas yang mengecilkan penampilannya, terutama terkait berat badannya yang dianggap terlalu kurus. Namun, di balik aksi ini, Beckinsale menyimpan kisah yang jauh lebih dalam: perjuangannya melawan penyakit autoimun langka yang kerap disalahpahami publik.
Dalam sebuah video berdurasi panjang yang sempat diunggahnya sebelum akhirnya dihapus, Beckinsale membongkar alasannya. Ia mengaku sejak kepergian ibunya, Judy Loe, tahun lalu, komentar-komentar negatif di media sosial semakin tidak tertahankan. Salah satu komentar yang ia sorot berbunyi, "Kendurkan Ozempic! Kamu dulu cantik, sekarang terlihat anoreksia!" Komentar semacam ini, menurutnya, bukan sekadar kritik, melainkan bentuk perundungan yang dapat berdampak serius pada kesehatan mental seseorang.
Lebih jauh, Beckinsale menjelaskan bahwa penurunan berat badannya bukanlah akibat dari tren diet atau penggunaan obat-obatan tertentu, melainkan karena kondisi medis yang dideritanya. Ia mengidap mast cell activation syndrome (MCAS), sebuah gangguan autoimun langka yang memengaruhi sel-sel mast dalam tubuh. Kondisi ini, yang didiagnosis 16 tahun lalu, membuat perutnya menjadi "ground zero" dari berbagai gejala yang muncul. Beckinsale juga menyebut kehilangan ayah tirinya, Roy Battersby, pada Januari 2024, yang menambah beban emosionalnya.
Fenomena ini bukan hanya soal seorang selebritas. Beckinsale menyoroti bahwa komentar semacam itu tidak hanya ditujukan padanya, tetapi juga pada banyak figur publik lainnya. Ia mencontohkan kasus blogger gosip Perez Hilton yang sempat menyakiti diri sendiri, serta penyanyi Ariana Grande yang memutuskan mundur dari sorotan usai tur konsernya. Ini menunjukkan bahwa tekanan psikologis akibat komentar negatif di media sosial adalah masalah yang meluas, bahkan menjangkau mereka yang tampak paling percaya diri sekalipun.
Di Indonesia, fenomena body-shaming juga marak terjadi, terutama di kalangan selebritas dan publik figur. Komentar-komentar negatif tentang berat badan, penampilan, atau kondisi fisik sering kali menjadi konsumsi publik tanpa mempertimbangkan konteks kesehatan atau kondisi medis seseorang. Padahal, seperti yang diungkapkan Beckinsale, kita "tidak pernah tahu apa yang sedang terjadi dalam hidup orang lain." Pesan ini relevan bagi masyarakat Indonesia yang aktif bermedia sosial, di mana etika berkomentar sering kali terabaikan.
"Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Beri mereka ruang untuk bernapas. Jika tidak ada hal baik yang bisa dikatakan, lebih baik diam," ujar Beckinsale dalam video yang dihapusnya.
Pakar kesehatan mental di Indonesia juga menggarisbawahi bahwa komentar pedas di dunia maya dapat memicu kecemasan, depresi, bahkan memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada. Dalam kasus Beckinsale, komentar-komentar tersebut tidak hanya melukai perasaannya, tetapi juga mengabaikan fakta bahwa ia sedang berjuang melawan penyakit autoimun. Ini menjadi pengingat bahwa di balik layar ponsel, ada manusia dengan cerita dan perjuangannya masing-masing.
Langkah Beckinsale menghapus akun Instagramnya mungkin terlihat ekstrem, tetapi ini adalah bentuk perlindungan diri dari lingkungan yang toksik. Pertanyaannya, apakah para pengguna media sosial, termasuk di Indonesia, akan mulai lebih bijak dalam berkomentar? Atau justru semakin banyak figur publik yang memilih hengkang dari ruang digital demi menjaga kesehatan mental mereka? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi pesan Beckinsale jelas: berhentilah menghakimi tubuh orang lain, karena kamu tidak pernah tahu perjuangan apa yang sedang mereka hadapi.



