One-Day Cup: Lancashire Cetak Rekor 443, Empat Tiket Perempat Final Terisi
Baca dalam 60 detik
- Lancashire mencatat skor tertinggi sepanjang sejarah mereka di kompetisi List A dengan 443-6, berkat abad dari Keaton Jennings dan Rocky Flintoff.
- Nottinghamshire, Yorkshire, dan Durham memastikan tempat di perempat final setelah kemenangan krusial di laga pamungkas grup.
- Middlesex mengunci posisi teratas Grup B dan akan menjalani semifinal kandang pertama sejak 1990.

Lancashire memastikan tiket perempat final One-Day Cup dengan cara yang spektakuler: membukukan total 443-6, skor tertinggi sepanjang sejarah mereka di kompetisi List A, saat menundukkan Somerset di Taunton. Kemenangan telak ini sekaligus menegaskan dominasi mereka di Grup A, dengan Keaton Jennings dan remaja Rocky Flintoff menjadi arsitek utama kemenangan.
Jennings, pembuka berusia 32 tahun, mencetak 156 dari 127 bola, sementara Flintoff yang masih berusia 19 tahun melesakkan 123 dari 76 bola dengan 10 four dan 7 six. Ini adalah abad profesional pertama bagi putra legenda Andrew Flintoff tersebut. Ledakan di akhir inning dari Jack Blatherwick (32 dari 10 bola) semakin memperbesar skor, mengungguli rekor sebelumnya 406-9 yang dibuat pada 2019. Somerset, yang berada di bawah tekanan skor besar, hanya mampu membalas 269, dengan Tom Aspinwall mengambil 4-42.
Di tempat lain, Nottinghamshire merebut tiket ketiga Grup A setelah mengejar 299 di kandang Surrey. George Munsey tampil gemilang dengan 138 dari 132 bola, didukung kapten Haseeb Hameed (51) dan Kyle Verreynne yang belum terkalahkan 57. Surrey sebenarnya sempat unggul berkat 175 run dari Ryan Patel (100) dan Dom Sibley (84), tetapi Dillon Pennington (4-54) memastikan mereka hanya mampu 298-8.
Yorkshire mengamankan posisi kedua Grup B dengan kemenangan tujuh wicket atas Essex, berkat bowling apik Dom Bess (3-32) dan Ben Coad (3-22) yang melumpuhkan lawan dengan 151. Will Bennison, pemain U-19 Inggris, mencetak 60 untuk membawa timnya ke perempat final kedua berturut-turut. Sementara itu, Durham nyaris tergelincir saat melawan Worcestershire, tetapi berhasil memastikan tempat ketiga grup meski kalah 77 run. Ben McKinney sempat mencetak 82, tetapi mereka harus menunggu hingga bola terakhir untuk memastikan agregat yang cukup.
Middlesex, yang sudah memastikan tempat, menutup fase grup dengan kemenangan 92 run atas Sussex. Joe Cracknell (100) dan Nathan Fernandes (92) membawa mereka ke 354-8, sekaligus mengunci posisi puncak dan hak menjadi tuan rumah semifinal pada Minggu โ pencapaian pertama mereka di babak tersebut sejak 1990. Sementara itu, Hampshire harus mengubur mimpi tampil di babak gugur untuk kelima kalinya beruntun setelah kalah dramatis dari Derbyshire. Andrew Neal hampir menjadi pahlawan dengan 110 dari 63 bola, tetapi ia tertangkap saat sembilan run masih dibutuhkan.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, ajang One-Day Cup mungkin bukan kompetisi yang akrab, tetapi performa seperti yang ditunjukkan Lancashire menunjukkan standar tinggi kriket domestik Inggris, yang kerap menjadi barometer bagi pemain internasional. Banyak pemain yang tampil di sini kemudian memperkuat tim nasional, dan gaya bermain agresif yang ditunjukkan Munsey atau Flintoff bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan kriket di Asia Tenggara, yang tengah berupaya meningkatkan daya saing di level global.
Dengan babak gugur yang akan dimulai, perempat final mempertemukan Lancashire melawan Durham di Old Trafford, Yorkshire menjamu Notts di York, serta Leicestershire dan Middlesex yang menunggu lawan. Pertanyaannya: dapatkah Lancashire mempertahankan performa mencetak rekor mereka, atau akankah bowling tajam Yorkshire menjadi penyeimbang? Semua akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



