Sekolah Rakyat Siap Sambut Siswa Baru: Seskab Tinjau Kesiapan Operasional di Curug
Baca dalam 60 detik
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan kesiapan Sekolah Rakyat Rintisan di Curug, Tangerang, untuk menyambut siswa baru dalam MPLS.
- Program prioritas Presiden Prabowo ini telah menjangkau 43 ribu anak, dengan tambahan 100 sekolah baru pada tahun ini.
- Keberhasilan Sekolah Rakyat menjadi ujian nyata pemerataan pendidikan dan pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Pemerintah terus mengakselerasi program Sekolah Rakyat, dan kali ini Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turun langsung memastikan kesiapan operasional Sekolah Rakyat Rintisan di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa program unggulan Presiden Prabowo Subianto untuk menjamin akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia memasuki babak baru: dari sekadar wacana menjadi realitas yang harus siap beroperasi.
Dalam peninjauan pada Sabtu itu, Teddy berkeliling memeriksa ruang kelas, fasilitas belajar-mengajar, hingga kegiatan ekstrakurikuler yang akan diikuti para siswa. Perhatian terhadap detail operasional ini bukan tanpa alasan. Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan kesejahteraan siswa. Para peserta didik akan tinggal di asrama, mendapatkan perlengkapan sekolah, makanan bergizi, layanan kesehatan, serta pendidikan ilmu dan adab. Konsep ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Data yang disampaikan Teddy menunjukkan capaian yang signifikan. Hingga saat ini, sudah 165 Sekolah Rakyat terbentuk pada 2025, dan tahun ini ditargetkan tambahan 100 sekolah baru. Lebih dari 43 ribu anak telah memperoleh kesempatan belajar melalui program ini. Angka tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas jangkauan pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini terpinggirkan.
โSekolah rakyat yang sekarang sudah 165 terbentuk pada 2025, dan tahun ini ada 100 lagi yang sekolah baru, itu adalah keinginan hati Bapak Presiden Prabowo, gimana caranya seluruh anak-anak Indonesia dapat bersekolah,โ ujar Teddy dalam keterangan resminya. Ia menambahkan, target utama program ini adalah menjaring anak-anak yang tidak bersekolah, putus sekolah, atau bahkan belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali. โYang tidak bersekolah bisa bersekolah, yang butuh sekolah bisa melanjutkan sekolah, yang tidak pernah sekolah sama sekali bisa sekolah. Agar apa? Agar yang dulunya tidak pernah bercita-cita, belum punya mimpi, hingga dia nanti akhirnya bisa bermimpi dan bercita-cita besar,โ katanya.
Bagi Indonesia, keberadaan Sekolah Rakyat memiliki arti strategis. Di tengah upaya pemerintah menekan angka kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, program ini menjadi instrumen penting. Akses pendidikan yang setara diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi kesenjangan sosial, dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Namun, tantangan besar masih membentang: bagaimana memastikan kualitas pengajaran, ketersediaan tenaga pendidik, dan keberlanjutan pendanaan di ratusan lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dialog dengan siswa menjadi bagian penting dari kunjungan Teddy. Ia memberikan motivasi agar anak-anak tetap percaya diri mengejar cita-cita di tengah keterbatasan. Pendekatan personal semacam ini diharapkan mampu membangun mentalitas positif dan rasa percaya diri siswa, yang sering kali menjadi kendala utama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Ke depan, pertanyaan yang menggantung adalah bagaimana pemerintah menjaga konsistensi program ini di tengah keterbatasan anggaran dan birokrasi. Akankah Sekolah Rakyat benar-benar menjadi solusi jangka panjang bagi pemerataan pendidikan, atau hanya akan menjadi proyek sesaat? Jawabannya akan menentukan apakah mimpi besar Presiden Prabowo untuk mencerdaskan seluruh anak Indonesia benar-benar terwujud.



