Sejarah Baru Paskibraka: Siswa Sekolah Rakyat Pertama Tembus Seleksi Nasional
Baca dalam 60 detik
- Ismi Ulfaida, pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, tercatat sebagai siswa sekolah rakyat pertama yang lolos menjadi calon Paskibraka nasional untuk HUT ke-81 RI.
- Pencapaian ini dinilai BPIP sebagai momentum untuk mendorong pemerataan akses pembinaan ideologi Pancasila hingga ke sekolah-sekolah non-formal.
- Ke depan, BPIP menargetkan jumlah siswa Sekolah Rakyat yang lolos seleksi Paskibraka meningkat, seiring dengan perluasan program Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), seorang siswa dari Sekolah Rakyat berhasil menembus seleksi hingga tingkat nasional. Ismi Ulfaida, pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kini resmi menjadi calon Paskibraka untuk upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina, saat meninjau latihan gabungan calon Paskibraka di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8). Menurut Rima, kehadiran Ismi menjadi simbol bahwa program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata di bidang pembinaan generasi muda.
"Alhamdulillah, ada satu calon Paskibraka yang berasal dari Sekolah Rakyat. Ini adalah yang pertama," ujar Rima di sela-sela peninjauan. Ia berharap capaian ini mampu memotivasi sekolah-sekolah rakyat lain untuk aktif berlatih kepaskibrakaan, sehingga pada tahun depan jumlah siswa dari jalur ini yang lolos seleksi bisa lebih banyak.
Ismi sendiri mengaku tidak pernah membayangkan bisa melangkah sejauh ini. Target awalnya hanya sampai tingkat provinsi. "Saya juga tidak menyangka bisa sampai di tingkat nasional karena target saya provinsi," katanya. Perjalanan Ismi dimulai dari seleksi di tingkat kabupaten, kemudian berlanjut ke provinsi, hingga akhirnya dinyatakan lolos verifikasi di tingkat pusat. Ia menjadi satu-satunya siswa dari sekolahnya yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa kesempatan menjadi Paskibraka pada prinsipnya terbuka bagi semua sekolah menengah, termasuk Sekolah Rakyat. "Pada prinsipnya terbuka untuk semua sekolah menengah," katanya. Pernyataan ini sekaligus menjawab keraguan sebagian pihak mengenai inklusivitas seleksi Paskibraka yang selama ini kerap didominasi siswa dari sekolah-sekolah unggulan.
Konteks Indonesia: Keberhasilan Ismi tidak bisa dilepaskan dari kebijakan pemerintah yang tengah gencar memperluas program Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat dirancang sebagai lembaga pendidikan alternatif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan kurikulum yang menekankan pada penguatan karakter dan ideologi Pancasila. Masuknya siswa Sekolah Rakyat ke jajaran Paskibraka nasional menjadi bukti bahwa program ini tidak hanya menjangkau aspek akademik, tetapi juga membuka akses pada kegiatan prestisius yang selama ini terkesan elitis.
Para pengamat pendidikan menilai langkah ini sebagai sinyal positif bagi pemerataan kesempatan di bidang pembinaan generasi muda. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah, terutama dalam hal kualitas pelatihan dan fasilitas di sekolah-sekolah rakyat agar siswa-siswanya mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional. Apalagi, seleksi Paskibraka tidak hanya menguji fisik, tetapi juga wawasan kebangsaan dan kedisiplinan.
Ismi, yang kini tengah menjalani latihan gabungan bersama calon Paskibraka lainnya, mengaku bangga dan bersyukur atas kesempatan yang diperolehnya. "Tentunya sangat bersyukur dan bangga karena bisa terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di tingkat nasional, apalagi dari Sekolah Rakyat yang pertama," tuturnya. Ia berharap pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya di daerah untuk berani bermimpi lebih tinggi.
Ke depan, BPIP menargetkan peningkatan jumlah siswa Sekolah Rakyat yang lolos seleksi Paskibraka pada tahun-tahun mendatang. Pertanyaannya, apakah pemerintah akan menyiapkan program pembinaan khusus untuk sekolah-sekolah rakyat agar potensi siswanya bisa tergali maksimal? Atau akankah pencapaian Ismi hanya menjadi cerita sukses sesaat tanpa keberlanjutan? Waktu yang akan menjawab.



