Phoebe Litchfield Bawa Sunrisers ke Posisi Empat, Tiga Tim Tereliminasi dari The Hundred
Baca dalam 60 detik
- Phoebe Litchfield mencetak 71 run tak terkalahkan dari 33 bola, membawa Sunrisers Leeds menang telak atas Birmingham Phoenix dan mengamankan posisi empat klasemen.
- Kemenangan ini sekaligus memupus harapan Birmingham Phoenix, MI London, dan London Spirit untuk lolos ke babak gugur The Hundred musim ini.
- Sunrisers kini hanya tertinggal dua poin dari Manchester Super Giants di peringkat ketiga, dengan dua pertandingan tersisa di fase grup.

Phoebe Litchfield tampil gemilang dengan 71 run tak terkalahkan dari 33 bola, membawa Sunrisers Leeds meraih kemenangan telak sembilan wicket atas Birmingham Phoenix di Edgbaston, Jumat (16/8). Hasil ini sekaligus mengunci peluang tiga tim untuk melaju ke babak gugur The Hundred, menyisakan persaingan sengit di papan atas klasemen.
Kemenangan ini membuat Sunrisers naik ke peringkat keempat, menggeser Welsh Fire, dan kini hanya terpaut dua poin dari Manchester Super Giants yang menempati posisi ketiga. Dengan dua pertandingan tersisa, peluang untuk merebut tiket terakhir ke fase knockout masih terbuka lebar. Namun, bagi Birmingham Phoenix, MI London, dan London Spirit, mimpi mereka untuk melaju lebih jauh harus pupus setelah kekalahan ini.
Litchfield, yang membuka inning dengan agresif, mencapai half-century tercepatnya di kompetisi iniโhanya 20 bolaโdengan total 13 four dan satu six. Ia mendapat dukungan dari Lauren Winfield-Hill yang mencetak 26 run, membangun kemitraan tak terputus sebesar 87 run untuk wicket kedua. Satu-satunya wicket Sunrisers yang hilang adalah Bryony Smith yang jatuh pada skor 12, ditangkap oleh Alana King dari lemparan Fatima Sana.
Di sisi lain, Birmingham Phoenix yang memilih batting lebih dulu hanya mampu mengumpulkan 107-9. Emma Lamb menjadi pencetak skor tertinggi dengan 47 run, sementara Ellyse Perry menyumbang 31. Namun, bowling Sunrisers tampil disiplin, dengan Deepti Sharma mengambil 3-11 dan Kate Cross 2-14. Phoenix kehilangan empat wicket hanya dalam lima run menjelang akhir inning, menunjukkan keruntuhan yang cepat.
Bagi Phoenix dan dua tim London, dua laga terakhir mereka hanya akan menjadi formalitas untuk menjaga harga diri. Sementara itu, persaingan di papan atas semakin memanas. Pada Sabtu (17/8), akan digelar double-header The Hundred: MI London menjamu Trent Rockets, dan Southern Brave menerima Manchester Super Giants. Laga-laga ini akan menentukan nasib tim-tim yang masih berpeluang lolos.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, The Hundred mungkin bukan kompetisi yang familiar, tetapi gaya bermain cepat dan format 100 bola ini menawarkan tontonan yang menarik. Dengan semakin banyaknya turnamen T20 di Asia Tenggara, performa pemain seperti Litchfield bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan kriket putri di kawasan ini.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Sunrisers mampu mempertahankan momentum dan merebut tiket terakhir ke babak gugur. Dua laga terakhir mereka akan menjadi ujian sebenarnya, dan jika Litchfield terus tampil konsisten, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi kuda hitam di fase knockout.



