All Blacks Siap Perbaiki Kelemahan di Laga Kedua Tur Afrika Selatan
Baca dalam 60 detik
- Setelah menang tipis atas Stormers, Selandia Baru bertekad membenahi lini depan dan scrum saat menghadapi Sharks.
- Tur enam pekan dengan delapan pertandingan ini menjadi ujian berat bagi All Blacks, termasuk adaptasi terhadap ketinggian Highveld.
- Hujan yang diprediksi turun di Durban akan menguji kemampuan All Blacks bermain cepat dalam kondisi basah.

Durban, 10 Agustus โ Tim rugby Selandia Baru, All Blacks, memasuki laga kedua tur Afrika Selatan dengan misi perbaikan. Kapten tim Luke Jacobson menegaskan bahwa pertandingan melawan Sharks, Selasa (11/8), menjadi ajang untuk mengoreksi kelemahan yang terlihat saat menang 38-21 atas Stormers di Cape Town, Jumat lalu.
Kemenangan atas Stormers memang diraih dengan gemilang, terutama dari sisi kecepatan serangan. Namun, di balik hasil itu, lini depan All Blacks tampil di bawah standar. Skrum yang rapuh membuat tim tamu kesulitan, bahkan sempat tertahan imbang hingga 15 menit terakhir. Jacobson tak menampik bahwa banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan.
โAda beberapa hal yang perlu dirapikan dari laga melawan Stormers. Ini tantangan sekaligus peluang bagus untuk fokus pada aspek yang kurang berjalan,โ ujar Jacobson, yang juga akan memimpin tim pada laga nanti. Ia menambahkan bahwa timnya sudah membuat penyesuaian yang baik setelah mengevaluasi pertandingan pembuka.
Selain skrum, All Blacks juga bermasalah dengan disiplin. Mereka kemasukan banyak penalti, tiga kartu kuning, dan kerap tertekan oleh tendangan tinggi dari tuan rumah. Jacobson memperkirakan Sharks akan kembali melancarkan serangan udara yang serupa. โRugby level atas Afrika Selatan punya permainan tendangan dan pengejaran yang sangat baik. Kami tidak berharap melihat hal yang berbeda dari pekan lalu,โ katanya.
Cuaca menjadi faktor lain yang akan diuji. Hujan diprediksi turun di Durban, yang akan menguji keinginan All Blacks untuk tetap bermain cepat. โIni menuntut keterampilan individu dan kepercayaan diri. Kami atlet profesional, kami dilatih untuk tampil dalam kondisi apa pun,โ tegas Jacobson.
Setelah laga di Durban, All Blacks akan menuju Highveld yang berketinggian tinggi untuk bertemu Bulls di Pretoria pada Sabtu. Ini merupakan bagian dari tur enam pekan dengan delapan pertandingan, yang juga menjadi ajang pemanasan menuju seri tes melawan Afrika Selatan pada 22 Agustus. Jacobson mengakui tantangan fisik dan adaptasi yang berat, tetapi justru melihatnya sebagai pengalaman unik.
โIni sesuatu yang benar-benar berbeda, belum pernah kami alami sebelumnya. Yang menarik, semuanya berjalan terus tanpa henti. Tidak ada waktu untuk berhenti dan berpikir,โ ujarnya. Pernyataan ini menggambarkan mentalitas All Blacks yang mencoba menikmati setiap momen tur bersejarah ini.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, tur ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana tim terbaik dunia beradaptasi dengan kondisi sulit. Pelajaran tentang manajemen tekanan, perbaikan cepat, dan ketahanan fisik bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan olahraga di tanah air, yang tengah berupaya meningkatkan kualitas kompetisi dan pembinaan atlet.
Pertanyaan besarnya, mampukah All Blacks menjaga konsistensi performa di tengah padatnya jadwal dan tantangan cuaca? Atau justru tekanan ini akan menjadi batu loncatan untuk tampil lebih solid saat menghadapi Springboks? Jawabannya akan mulai terlihat dalam laga melawan Sharks nanti malam.



