Demon Slayer: Infinity Castle Resmi Masuk Hulu dan Disney+ Akhir September
Baca dalam 60 detik
- Film Demon Slayer: Infinity Castle akan tayang di Hulu dan Disney+ mulai 28 September, memperluas akses setelah sukses di bioskop dan Crunchyroll.
- Keputusan Disney ini menandai strategi agresif dalam memperkuat portofolio anime di platform streaming, bersaing dengan Crunchyroll dan Netflix.
- Bagi penggemar di Indonesia, peluang menonton legal semakin terbuka, namun tantangan regulasi dan persaingan lokal tetap membayangi.

Film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle akhirnya menemukan rumah streaming keduanya. Disney mengumumkan pada Senin (22/9) bahwa film yang menjadi fenomena box office 2025 itu akan tersedia di Hulu dan Disney+ (bagi pelanggan bundel) mulai 28 September mendatang. Langkah ini menyusul kesuksesan perilisan di Crunchyroll pada Juli lalu, yang membuat penggemar dapat menikmati petualangan Tanjiro dan kawan-kawan dari rumah.
Keputusan Disney untuk menambahkan Infinity Castle ke perpustakaan Hulu bukan tanpa alasan. Film ini telah mencetak rekor sebagai film Jepang terlaris sepanjang masa, dengan pendapatan global yang melampaui ekspektasi. Kehadirannya di Hulu juga melengkapi empat musim serial anime Demon Slayer yang sudah lebih dulu tersedia, menciptakan ekosistem tontonan yang utuh bagi pelanggan. Bagi Disney, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi mereka di pasar anime yang kian kompetitif, terutama menghadapi dominasi Crunchyroll dan Netflix.
Infinity Castle merupakan sekuel langsung dari serial anime empat musim yang mengadaptasi arc "Infinity Castle" dari manga karya Koyoharu Gotouge. Ceritanya mengikuti Korps Pembasmi Iblis yang menyusup ke dimensi kantong misterius untuk mengejar Muzan Kibutsuji, raja iblis. Di sana, mereka bertarung melawan Upper Moons, para iblis terkuat bawahan Muzan. Film ini adalah bagian pertama dari trilogi yang direncanakan, meskipun dua sekuel berikutnya belum memiliki tanggal rilis.
Meski mendapat pujian luas, tidak semua kritikus terkesan. Francesco Cacciatore dari Polygon menulis dalam ulasannya, "Infinity Castle adalah tontonan spektakuler, tetapi bukan film yang hebat." Penilaian ini menunjukkan bahwa daya tarik visual dan aksi pertarungan menjadi daya jual utama, meski dari sisi narasi dianggap kurang mendalam. Namun, bagi penggemar setia, kesempatan menyaksikan kembali atau menonton pertama kali di platform legal tetap menjadi magnet tersendiri.
"Keputusan Disney menambahkan Infinity Castle ke Hulu adalah langkah cerdas untuk menarik basis penggemar anime yang besar, sekaligus memperkuat ekosistem konten mereka di tengah persaingan streaming yang semakin ketat," ujar seorang analis industri hiburan yang enggan disebutkan namanya.
Bagi penonton di Indonesia, kabar ini membawa angin segar. Meskipun Hulu dan Disney+ belum sepenuhnya tersedia secara resmi di Tanah Air, Disney+ Hotstar telah menjadi rumah bagi banyak konten anime populer. Peluang Infinity Castle untuk masuk ke Disney+ Hotstar Indonesia sangat terbuka, mengingat tingginya antusiasme pasar lokal terhadap waralaba Demon Slayer. Namun, tantangan regulasi konten dan preferensi platform lokal seperti Vidio atau WeTV tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan. Jika film ini benar-benar hadir di Indonesia, ini bisa menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan langganan platform streaming resmi dan mengurangi pembajakan.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Disney akan konsisten menghadirkan trilogi Infinity Castle secara global, termasuk di pasar Asia Tenggara, ataukah ada penundaan karena strategi regional. Sementara itu, para penggemar di Indonesia dapat berharap bahwa kesuksesan film ini di platform internasional akan mempercepat ketersediaannya di layanan streaming lokal, sekaligus membuka jalan bagi lebih banyak judul anime di masa depan.



