Milan dan Porto Mulai Negosiasi Gimenez, Banderol 20 Juta Euro
Baca dalam 60 detik
- Negosiasi pertama antara Milan dan Porto untuk Santiago Gimenez telah dimulai, dengan nilai transfer minimal 20 juta euro.
- Striker asal Meksiko itu tidak masuk rencana pelatih Ruben Amorim dan masih dalam masa pemulihan cedera, sehingga ditinggal dari tur pramusim.
- Kesepakatan potensial melibatkan skema pinjaman dengan opsi pembelian, sementara Lazio menjadi alternatif jika negosiasi menemui jalan buntu.

AC Milan dan FC Porto akhirnya duduk bersama untuk membahas masa depan Santiago Gimenez. Laporan yang beredar di Italia menyebut kedua klub telah melakukan kontak langsung terkait transfer striker asal Meksiko tersebut, dengan nilai jual minimal 20 juta euro menjadi syarat utama bagi Rossoneri.
Gimenez, yang diboyong Milan dari Feyenoord pada Februari 2025 dengan biaya 30,2 juta euro, nyaris tidak tampil musim lalu akibat cedera pergelangan kaki serius yang membutuhkan operasi. Kondisi itu membuatnya tidak masuk dalam rencana pelatih Ruben Amorim untuk musim ini, dan ia bahkan ditinggalkan saat tim melakukan tur pramusim ke Australia. Keikutsertaannya dalam Piala Dunia 2026 bersama Timnas Meksiko juga menjadi pertimbangan tersendiri dalam proses negosiasi.
Menurut laporan MilanNews, kontak pertama antara Milan dan Porto terjadi hari ini. Pelatih Porto, Francesco Farioli, disebut-sebut mengagumi performa Gimenez saat masih berseragam Feyenoord, sebelum ia pindah ke San Siro. Ketertarikan ini menjadi modal bagi Porto untuk mencoba mengamankan jasa pemain berusia 24 tahun tersebut.
Rencana yang mengemuka adalah Porto akan membawa Gimenez dengan status pinjaman selama satu musim, disertai opsi pembelian di akhir masa peminjaman. Namun, Milan menetapkan harga minimal 20 juta euro agar tidak mengalami kerugian bersih dari investasi awal mereka. Angka ini menjadi patokan dalam setiap pembicaraan, baik dengan Porto maupun klub lain yang berminat.
Selain Porto, Lazio juga disebut-sebut menjadi alternatif tujuan bagi Gimenez. Namun, skenario peminjaman ke sesama klub Serie A dinilai sulit terwujud karena berbagai pertimbangan, termasuk persaingan langsung di liga domestik. Situasi ini membuat Porto berada di posisi yang lebih diuntungkan dalam perburuan tanda tangan pemain yang sempat menjadi andalan di Eredivisie tersebut.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menyangkut salah satu striker yang tampil di Piala Dunia 2026. Gimenez, yang memiliki darah Meksiko, menjadi sorotan karena performanya di Eropa. Kepindahannya ke Porto, jika terwujud, akan menjadi ujian bagi kariernya setelah masa sulit di Milan. Selain itu, dinamika transfer ini juga mencerminkan bagaimana klub-klub Eropa mulai lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang, terutama setelah pandemi dan perubahan regulasi keuangan.
Jika kesepakatan tercapai, Gimenez akan kembali ke liga yang pernah membesarkan namanya, meski dengan tantangan baru. Porto, yang dikenal sebagai klub yang jeli dalam merekrut pemain Amerika Latin, bisa menjadi tempat yang tepat untuk memulihkan performa dan nilai jualnya. Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah Milan bersedia melepasnya dengan harga di bawah nilai investasi awal, atau akan bertahan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan.



