Kieran Tierney Jadi Kunci Kemenangan Celtic di Laga Pembuka Liga Skotlandia
Baca dalam 60 detik
- Kieran Tierney tampil impresif dengan satu assist untuk gol kemenangan Celtic atas Dundee di pertandingan pertama Liga Skotlandia.
- Performa Tierney musim lalu mencatatkan 12 assist dan 6 gol, menjadikannya pemain bertahan paling produktif di Celtic.
- Manajer Martin O'Neill menegaskan pentingnya Tierney dan mengisyaratkan akan mencari pemain pelapis untuk posisi bek kiri.

Kieran Tierney kembali membuktikan nilainya bagi Celtic. Pada laga pembuka Liga Skotlandia melawan Dundee, bek kiri asal Skotlandia itu menjadi aktor utama di balik gol kemenangan yang dicetak Benjamin Nygren. Umpan silang akurat Tierney disambut sundulan Nygren, memastikan tiga poin pertama bagi juara bertahan musim ini.
Sejak Martin O'Neill mengambil alih kursi manajer pada Januari lalu, Tierney memang menjelma sebagai pemain paling konsisten di lini belakang Celtic. Namun, kebangkitannya kerap luput dari sorotan. Hal itu mungkin karena ekspektasi publik terhadap mantan pemain Arsenal yang pernah dibanderol 25 juta poundsterling tersebut begitu tinggi. Meski begitu, kontribusinya musim lalu sulit dibantah: 12 assist dan 6 gol dari posisi bek.
Melawan Dundee, Tierney tidak hanya mencetak assist. Ia juga menjadi pemain dengan tembakan tepat sasaran terbanyak (dua), menciptakan peluang terbanyak (empat), dan melepaskan umpan silang terbanyak (delapan). Pengamat BBC Scotland, Tom English, menyebut penampilan Tierney seperti saat masih muda: agresif menyerang, berani masuk kotak penalti, dan solid dalam bertahan. "Dia tampil luar biasa," puji English.
Kontribusi Tierney sebenarnya bukan hal baru. Musim lalu, hanya Calvin Miller dari Falkirk yang mencatatkan assist lebih banyak darinya. Di internal Celtic, hanya Daizen Maeda yang menciptakan peluang besar lebih banyak, dengan 14 banding 12. Secara defensif, Tierney juga konsisten menjadi salah satu bek terbaik di liga dalam hal tekel, sapuan, dan blok tembakan. Menariknya, meski sering disebut perlu dikelola menit bermainnya, hanya tiga bek sayap di liga yang mencatatkan lebih banyak waktu bermain darinya.
Manajer O'Neill tidak ragu memuji Tierney dan kapten Callum McGregor. "Mereka adalah tulang punggung Celtic," ujarnya. Namun, O'Neill juga mengakui bahwa Tierney tidak mungkin bermain di setiap pertandingan. Dengan kembalinya Marcelo Sarrachi ke Boca Juniors setelah masa pinjaman, Celtic kini tidak memiliki bek kiri senior lain. "Kami sedang mencari pelapis," kata O'Neill. "Kieran, dengan segala hormat, tidak akan mampu melewati semua pertandingan. Musim lalu dia sempat kesulitan karena terlalu banyak bermain."
Kabar ketertarikan Osasuna terhadap Tierney sempat mencuat, tetapi Celtic dikabarkan akan menolak tawaran apa pun untuk pemain berusia 29 tahun tersebut. Mantan kapten Celtic, Scott Brown, menegaskan bahwa Tierney tidak akan pergi. "Dia mencintai klub ini," ujar Brown. "Anda bisa lihat kualitasnya. Celtic beruntung memiliki pemain seperti dia, McGregor, dan James Forrest dalam waktu yang lama."
Selain Tierney, McGregor juga tampil menonjol di laga pembuka. Setelah pensiun dari tim nasional Skotlandia, McGregor terlihat lebih segar dan menjadi otak permainan Celtic. Brown menilai McGregor sebagai pemimpin yang memahami seluk-beluk permainan. "Jika ada anak muda yang menonton, perhatikan Callum McGregor, Kieran Tierney, dan James Forrest. Mereka bertahan lama di klub sebesar ini karena memahami sisi lain dari sepak bola," kata Brown.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Tierney menjadi pengingat betapa pentingnya pemain lokal yang memahami kultur klub. Di tengah gencarnya naturalisasi pemain untuk Timnas, stabilitas dan loyalitas pemain seperti Tierney justru menjadi fondasi kesuksesan jangka panjang. Pertanyaannya, mampukah klub-klub Indonesia membangun identitas serupa dengan mengandalkan pemain lokal berkualitas?



