HUT ke-10 Blackpink Dianggap Hambar, Penggemar Kecewa: Hanya 40 Kursi untuk Meet-and-Greet?
Baca dalam 60 detik
- Perayaan ulang tahun ke-10 Blackpink dinilai minim oleh penggemar, dengan hanya kolaborasi merchandise museum dan meet-and-greet terbatas yang diumumkan.
- Kekecewaan memuncak setelah YG Entertainment mengonfirmasi acara tatap muka hanya untuk 40 penggemar dan tidak menjamin kehadiran keempat anggota.
- Pertanyaan besar kini mengarah pada apakah Blackpink akan memberikan kejutan di hari-H, sementara penggemar di Indonesia turut menyuarakan aspirasi mereka.

Hari Sabtu (8/8) seharusnya menjadi puncak perayaan satu dekade perjalanan Blackpink di industri musik global. Namun, alih-alih euforia, jagat maya justru dipenuhi kekecewaan para penggemar—yang akrab disapa Blinks—atas rangkaian acara yang dinilai jauh dari harapan untuk menyambut momen langka yang hanya dicapai segelintir grup K-pop ini.
Sepanjang pekan ini, gelombang kritik membanjiri media sosial. Puncaknya terjadi pada Kamis (6/8) ketika YG Entertainment, agensi yang menaungi Jisoo, Jennie, Rose, dan Lisa, mengumumkan sesi temu penggemar di Korea Selatan yang hanya menyediakan 40 kursi. Yang membuat situasi kian memanas adalah pernyataan bahwa acara tersebut "akan dihadiri oleh anggota Blackpink tertentu, tergantung jadwal masing-masing". Artinya, tidak ada jaminan keempat personel akan kompak hadir di momen yang seharusnya menjadi simbol kebersamaan.
Sejauh ini, inisiatif yang diluncurkan untuk merayakan ulang tahun kesepuluh Blackpink memang terbilang sederhana. Kolaborasi dengan MU:DS, lini merchandise resmi Museum Nasional Korea, yang menawarkan produk bernuansa hitam dan pink, serta pembagian lencana khusus melalui platform Weverse menjadi dua agenda yang telah dikonfirmasi. Bagi sebagian besar Blinks, dua hal tersebut terasa kurang greget untuk sebuah tonggak sejarah yang hanya terjadi sekali seumur hidup.
"Kami bahkan tidak berharap comeback, tur dunia, atau fan meeting. Ekspektasi penggemar sudah jatuh serendah itu. Tapi melihat momen sepenting ini berlalu dengan hampir tanpa kegiatan benar-benar memilukan," tulis salah satu fanbase Blackpink di media sosial. Sentimen serupa juga disuarakan penggemar lain yang menyebut bahwa yang mereka inginkan hanyalah satu hari—8 Agustus—untuk merayakan kebersamaan selama sepuluh tahun, entah melalui siaran langsung singkat atau acara bermakna lainnya.
Perbandingan pun mencuat dengan grup yang telah bubar seperti IOI, yang tahun ini justru kompak kembali merilis album mini dan menggelar tur untuk merayakan ulang tahun kesepuluh mereka. "Bahkan grup yang sudah bubar saja bisa kembali untuk merayakan dan bertemu penggemar. Tapi untuk empat orang berkumpul satu hari saja terasa sulit?" tulis seorang warganet. Pertanyaan lain yang tak kalah tajam: apa gunanya merayakan jika hanya separuh anggota yang hadir? Bukankah akan lebih menyakitkan melihat Blackpink tidak utuh di momen bersejarah yang telah lama dinanti?
Di tengah kekecewaan, sebagian penggemar masih menyimpan harapan bahwa akan ada pengumuman mengejutkan pada hari-H. Hingga berita ini diturunkan, para anggota Blackpink belum memberikan pernyataan publik mengenai rencana perayaan mereka. YG Entertainment pun belum menanggapi permintaan konfirmasi dari media.
Bagi penggemar di Indonesia, momen ini terasa personal. Sepanjang karier mereka, Blackpink telah beberapa kali menyapa penggemar Tanah Air, baik melalui konser maupun proyek kolaborasi. Kekecewaan yang sama juga bergema di lini masa Twitter dan Instagram, dengan tagar seperti #Blackpink10thAnniversary dan #YGEntertainment ramai diperbincangkan. Banyak yang berharap agensi dapat menghadirkan kejutan spesial, seperti siaran langsung bersama keempat anggota atau perilisan konten eksklusif yang dapat dinikmati penggemar global, termasuk Indonesia.
Pertanyaan besarnya kini: apakah YG Entertainment akan bergerak cepat meredam kekecewaan ini, atau justru membiarkan momen bersejarah berlalu begitu saja? Dengan reputasi Blackpink sebagai salah satu grup K-pop terbesar di dunia, keputusan agensi dalam beberapa hari ke depan akan menjadi sorotan—tidak hanya bagi Blinks, tetapi juga industri hiburan Korea secara keseluruhan.



