Lima Hotel Baru Singapura untuk Staycation Nasional: Dari Chinatown hingga Sentosa
Baca dalam 60 detik
- Menjelang libur panjang Hari Nasional, sejumlah hotel anyar di Singapura menawarkan alternatif staycation dengan konsep berbeda, dari butik hingga resor tenang.
- Hotel-hotel tersebut tergabung dalam program loyalitas besar seperti Accor, Marriott, dan Ascott, memungkinkan penggunaan poin untuk menghemat biaya.
- Tren staycation lokal semakin populer seiring banyaknya pembukaan hotel baru yang menekankan pengalaman lingkungan dan kenyamanan tanpa harus keluar negeri.

Menjelang libur panjang Hari Nasional Singapura yang jatuh pada 9 Agustus, industri perhotelan di negara itu menyuguhkan beragam pilihan baru bagi warga yang ingin berlibur tanpa meninggalkan kota. Setidaknya lima hotel yang baru dibuka atau direnovasi besar-besaran dalam setahun terakhir siap menjadi destinasi staycation, menawarkan pengalaman yang berbeda dari sekadar menginap biasa.
Fenomena staycation memang bukan hal baru, tetapi tahun ini terasa lebih menarik. Sejak awal 2026, Singapura menyaksikan gelombang pembukaan hotel dengan konsep yang beragam: dari resor di Sentosa yang menonjolkan ketenangan, butik di kawasan bersejarah Selegie, hingga hunian ala apartemen di jantung distrik keuangan. Bagi wisatawan domestik, ini adalah kesempatan untuk menjelajahi lingkungan sendiri dengan cara yang lebih intim, tanpa perlu mengurus paspor atau menghabiskan anggaran untuk tiket pesawat.
Yang menarik, semua hotel yang direkomendasikan dalam daftar ini merupakan bagian dari program loyalitas besar, seperti Accor Live Limitless (ALL), Ascott Star Rewards (ASR), dan Marriott Bonvoy. Artinya, para tamu bisa memanfaatkan poin yang telah dikumpulkan untuk menekan biaya menginap, atau mulai mengumpulkan poin untuk liburan berikutnya. Ini menjadi nilai tambah yang signifikan di tengah tren wisatawan yang semakin sadar akan pengeluaran.
Bagi mereka yang ingin merasakan atmosfer kota tua, Hotel Waterloo Singapore yang dibuka Januari 2026 di bawah koleksi Handwritten Accor menawarkan lokasi strategis di kawasan seni dan warisan Bras Basah-Bugis. Dalam jarak sepuluh menit berjalan kaki, tamu dapat mengunjungi Singapore Art Museum, National Museum of Singapore, hingga pusat perbelanjaan Bugis. Hotel ini juga dilengkapi fitur pintar seperti lampu yang dikendalikan suara dan robot layanan yang mengantarkan barang ke kamar.
Sementara itu, Lyf Chinatown Singapore yang baru dibuka Juli 2026 menyasar para penjelajah solo dan pasangan muda. Hotel ini menekankan ruang komunal yang luas, seperti ruang kerja bersama, dapur bersama, dan area sosial untuk memudahkan interaksi antartamu. Konsepnya memang sengaja berbeda dari hotel mewah tradisional—lebih sederhana namun fungsional, menjadikannya basis ideal untuk menjelajahi Chinatown yang kaya kuliner dan sejarah.
Di sisi lain, The Laurus di Sentosa menawarkan pelarian yang lebih tenang. Bergabung dengan Luxury Collection Marriott sejak akhir 2025, resor dengan 183 kamar ini dirancang untuk kebugaran dan relaksasi, dilengkapi kolam renang, spa, dan beberapa restoran. Meskipun terhubung dengan pusat gaya hidup Resorts World Sentosa, properti ini berhasil menjaga privasi dengan desain rendah dan interior yang kalem—kontras dengan hiruk-pikuk pantai dan klub pantai di sekitarnya.
Untuk mereka yang mendambakan kenyamanan ala apartemen di pusat kota, Oakwood Premier Raffles Place yang dibuka April lalu menempati tujuh lantai di CapitaSpring. Dengan 299 kamar, properti ini menawarkan dapur lengkap dan ruang keluarga di beberapa tipe kamar, plus fasilitas seperti kolam renang 25 meter, lintasan jogging 400 meter, dan area barbekyu. Lokasinya yang dekat dengan Boat Quay dan Clarke Quay menjadikannya pilihan tepat bagi yang ingin menikmati kehidupan malam Singapura.
Terakhir, Varel Singapore di Selegie hadir sebagai butik hotel bergaya independen di bawah Tribute Portfolio Marriott. Desain interiornya terinspirasi warisan budaya lokal, dengan detail seperti motif kisi-kisi gunting vintage. Hotel ini memiliki kolam renang tanpa batas di atap dan restoran Hathaway Autograph. Dari sini, tamu dapat dengan mudah menjelajahi Little India, Rochor, dan Jalan Besar yang penuh warna, atau berbelanja di Mustafa Centre yang buka 24 jam.
Bagi pelancong Indonesia, tren staycation di Singapura ini bisa menjadi inspirasi untuk mengembangkan pariwisata domestik. Dengan semakin banyaknya hotel butik dan resor yang mengedepankan pengalaman lokal, wisatawan tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan liburan berkualitas. Pertanyaannya, apakah industri perhotelan di Indonesia akan mengikuti jejak serupa dengan lebih menonjolkan keunikan lingkungan sekitar?



