Newcastle Siapkan Rebuild Besar: Jaissle Masuk, Scalvini Jadi Target Pertahanan
Baca dalam 60 detik
- Newcastle resmi ditinggalkan Eddie Howe dan dikabarkan menunjuk Matthias Jaissle sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun.
- Bek Atalanta, Giorgio Scalvini, kembali masuk radar Newcastle setelah agen barunya menerima pertanyaan dari klub Inggris tersebut.
- Dengan harga sekitar £34 juta, Scalvini dianggap sebagai investasi potensial namun berisiko tinggi karena catatan cedera yang panjang.

Newcastle United memasuki babak baru setelah secara resmi mengumumkan kepergian Eddie Howe pada Jumat lalu. Kepergian pelatih asal Inggris itu menandai berakhirnya era hampir lima tahun yang diwarnai dua kali lolos ke Liga Champions dan trofi pertama dalam 70 tahun. Namun, musim lalu yang berakhir di peringkat ke-12 menjadi kekecewaan besar, ditambah perubahan skuad yang masif menimbulkan ketidakpastian arah klub.
Matthias Jaissle, pelatih asal Jerman berusia 38 tahun, dikabarkan menjadi pengganti Howe. Jaissle sebelumnya sukses memenangkan dua gelar liga Austria bersama Red Bull Salzburg sebelum pindah ke Al-Ahli pada 2023. Di Arab Saudi, ia membangun reputasi dengan mempersembahkan dua gelar Liga Champions Asia berturut-turut. Gaya bermainnya yang mengandalkan pressing ketat, umpan cepat ke depan, dan serangan langsung diyakini cocok untuk membangun tim muda Newcastle.
Kontrak empat tahun telah disepakati dan Jaissle dijadwalkan bergabung dengan pemusatan latihan di Spanyol akhir pekan ini. Salah satu tugas pertamanya adalah menyelesaikan masa depan Bruno Guimarães. Arsenal dikabarkan menjadi peminat utama dan optimistis mencapai kesepakatan setelah menyetujui persyaratan pribadi. Guimarães absen dalam sesi latihan perdana, meski klub menyatakan ia memang dijadwalkan bergabung lebih lambat karena keterlibatannya di Piala Dunia.
Kepergian Guimarães akan menjadi pukulan telak bagi Newcastle yang sudah kehilangan Sandro Tonali dan Anthony Gordon. Oleh karena itu, kebutuhan akan pemain baru yang mampu mendukung filosofi Jaissle menjadi mendesak. Giorgio Scalvini, bek tengah Atalanta, kembali muncul sebagai target utama. Ketertarikan Newcastle pada pemain Italia ini sebenarnya sudah ada sejak musim panas lalu, ketika Howe mencari penerus jangka panjang Fabian Schar dan Dan Burn.
Scalvini, yang bergabung dengan akademi Atalanta pada 2015 dan debut Serie A di usia 17 tahun, dikenal memiliki kemampuan teknis tinggi, nyaman membawa bola, dan agresif dalam bertahan. Ia menjadi bagian dari skuad Atalanta yang memenangkan Liga Europa 2024 dan telah mengoleksi delapan caps bersama timnas Italia. Jacek Kulig, pengamat bakat sepak bola, menyebutnya sebagai pemain 'elite' baik saat menguasai bola maupun tidak. Musim lalu, ia tampil 24 kali di Serie A dengan mencetak tiga gol.
Namun, di balik potensi besarnya, Scalvini memiliki catatan cedera yang mengkhawatirkan. Ia mengalami robek ACL pada akhir musim 2023/2024, membuatnya absen di Euro 2024. Setelah pulih, ia kembali mengalami cedera bahu serius pada Januari 2025 dan melewatkan waktu yang lama. Masalah otot, adduktor, dan pergelangan kaki juga kerap mengganggu. Newcastle harus mempertimbangkan risiko ini sebelum menggelontorkan dana besar.
Menurut laporan Luca Cerchione, agen baru Scalvini, Ali Barat, aktif di Inggris dan telah menerima pertanyaan dari Newcastle. Namun, belum ada tawaran resmi atau negosiasi formal. Ketertarikan sebelumnya membuat kabar ini lebih dari sekadar rumor biasa. Dengan harga £34 juta, Scalvini bisa menjadi tambahan yang terjangkau untuk mengisi lini pertahanan Newcastle dalam jangka panjang, asalkan masalah kebugarannya bisa diatasi.
Keputusan Newcastle dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi ujian ambisi mereka. Apakah mereka berani mengambil risiko pada pemain berkualitas dengan catatan cedera panjang, atau memilih opsi yang lebih aman? Sementara Jaissle bersiap menggantikan Howe dan Guimarães di ambang pintu keluar, arah kebijakan transfer Newcastle akan menentukan seberapa serius mereka membangun kembali tim.



