Roma Incar Endrick dan Mastantuono: Pinjaman Ganda dari Real Madrid demi Tiket Liga Champions
Baca dalam 60 detik
- Direktur Roma, Tony D'Amico, terbang ke Madrid untuk mengajukan proposal pinjaman ganda bagi Endrick dan Franco Mastantuono.
- Real Madrid bersedia melepas kedua talenta mudanya dengan syarat mendapat menit bermain reguler, mengikuti jejak sukses Nico Paz di Como.
- Roma bersaing ketat dengan Fiorentina, namun menawarkan jaminan tampil di Liga Champions sebagai daya tarik utama.

AS Roma mengambil langkah berani di bursa transfer musim panas ini dengan mengirim langsung direktur olahraganya, Tony D'Amico, ke Madrid. Tujuannya satu: meyakinkan Real Madrid untuk melepas dua bintang mudanya, Endrick dan Franco Mastantuono, dengan skema pinjaman. Langkah ini menjadi strategi jitu bagi klub ibu kota Italia yang memiliki keterbatasan anggaran, meski telah memastikan tiket ke Liga Champions musim depan.
Roma memang tengah berjuang keras memperkuat skuad di tengah kondisi finansial yang ketat. Alih-alih menggelontorkan dana besar untuk pembelian permanen, mereka memilih jalur pinjaman dari raksasa Spanyol. Real Madrid sendiri dikenal terbuka melepas pemain mudanya untuk berkembang, seperti yang terjadi pada Nico Paz yang bersinar di Como musim lalu. Pola ini dianggap menguntungkan kedua belah pihak: pemain mendapat menit bermain, klub peminjam mendapat kualitas tanpa beban finansial berat.
Persaingan pun tak terhindarkan. Fiorentina disebut sebagai kandidat terdepan untuk mendapatkan Mastantuono, terutama setelah kabar bahwa Real Madrid hanya akan meminjamkan pemain Argentina itu ke klub Eropa, menutup peluang kembali ke River Plate. Namun, kehadiran Roma dengan tawaran tampil di Liga Champions menjadi pembeda. Bagi pemain muda, panggung kompetisi antarklub Eropa adalah magnet yang sulit ditolak.
Menurut laporan Tuttomercatoweb, Il Messaggero, dan Sportitalia, fokus utama kunjungan D'Amico adalah mengamankan jasa Endrick. Pemain Brasil yang baru genap berusia 20 tahun pekan lalu ini menghabiskan enam bulan terakhir dengan status pinjaman di Olympique Lyonnais. Real Madrid sendiri telah menginvestasikan โฌ47,5 juta untuk membawanya dari Palmeiras pada 2024, namun kesulitan memberikan tempat di skuad utama yang dihuni para bintang.
Pengamat transfer Sportitalia, Alfredo Pedullร , mengungkapkan bahwa Roma telah memantau Endrick setidaknya selama sebulan terakhir. Meski demikian, ia mengakui bahwa kesepakatan pinjaman untuk pemain semuda Endrick bukanlah perkara mudah. Real Madrid tentu ingin memastikan bahwa pemain asetnya itu mendapat perkembangan optimal, bukan sekadar duduk di bangku cadangan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Roma ini menarik untuk dicermati. Ini menunjukkan bahwa klub-klub Eropa semakin cerdas dalam memanfaatkan bursa pinjaman untuk mengatasi keterbatasan finansial. Pola yang sama bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, yang kerap kesulitan bersaing di pasar transfer global. Strategi meminjam pemain muda berbakat dari klub besar bisa menjadi alternatif cerdas untuk memperkuat skuad tanpa menguras kas.
Ke depannya, keputusan Real Madrid akan menjadi penentu. Apakah mereka akan mempercayakan perkembangan Endrick dan Mastantuono kepada Roma, atau lebih memilih Fiorentina yang mungkin menawarkan jaminan berbeda? Satu hal yang pasti, kedua pemain ini memiliki potensi besar dan masa depan cerah, asalkan mendapat kesempatan bermain yang cukup. Pertanyaannya, mampukah Roma meyakinkan Los Blancos bahwa Stadio Olimpico adalah tempat yang tepat untuk mengasah bakat mereka?



