Sabalenka Pangkas Beban, Siap Tempur di US Open: Kembali ke Gaya Dasar
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka menatap US Open dengan optimisme setelah rentetan hasil minor di tiga Grand Slam awal tahun.
- Strategi barunya: kembali ke permainan baseline yang menjadi ciri khasnya, sambil memulihkan kondisi fisik dan mental.
- Selain fokus tunggal, ia akan berpasangan dengan Novak Djokovic di ganda campuran, sebuah kolaborasi yang dinantikan banyak pihak.

Toronto, 2 Agustus โ Aryna Sabalenka, penguasa peringkat satu dunia, mengusung harapan besar saat memasuki rangkaian turnamen menuju US Open. Setelah musim grand slam yang mengecewakan, petenis asal Belarusia itu menegaskan kesiapannya untuk bangkit di permukaan keras, dimulai dari Canadian Open pekan ini.
Perjalanan Sabalenka di tiga turnamen mayor tahun ini memang jauh dari kata memuaskan. Ia tersingkir di perempat final Prancis Terbuka, gagal menembus babak delapan besar Wimbledon, dan harus puas menjadi runner-up Australia Terbuka. Kegagalan demi kegagalan itu memaksanya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pendekatan permainannya.
โSaya punya harapan besar,โ ujar Sabalenka kepada wartawan di Toronto, Senin (2/8). Ia mengakui bahwa penampilannya di atas lapangan tanah liat dan rumput tidak sesuai ekspektasi. โSaya mencoba beberapa hal baru, tetapi hasilnya tidak seperti yang saya bayangkan. Sekarang kami kembali ke dasar, dan saya berharap itu akan berhasil di lapangan keras.โ
Keputusan untuk kembali ke gaya bermain agresif dari baseline menjadi kunci kebangkitan Sabalenka. Ia sadar bahwa turnamen pemanasan menuju US Open bisa menjadi jebakan bagi pemain yang kelelahan setelah tampil lama di musim panas. โJika Anda melaju jauh di lapangan rumput, Anda akan merasa sangat lelah dan tidak bisa mengeluarkan tenis terbaik,โ katanya sambil tersenyum. โTapi tahun ini saya tidak melaju jauh, jadi saya di sini dengan segar.โ
Setelah menjalani masa istirahat yang cukup, Sabalenka mengaku kondisi fisik dan mentalnya jauh lebih baik. Ia mengaku sempat tertekan selama tur musim panas, tetapi kini siap kembali beraksi. Selain fokus pada nomor tunggal, ia juga akan tampil di ganda campuran bersama Novak Djokovic pada pekan sebelum babak utama US Open dimulai 30 Agustus. โSaya sangat antusias. Bermain dengan Novak selalu menyenangkan. Kami mengejar gelar, itu tujuan kami,โ ujarnya.
Di luar lapangan, Sabalenka juga angkat bicara mengenai kebijakan baru WTA yang mewajibkan pemain menjalani tes genetik untuk memastikan kelayakan berkompetisi di sirkuit putri. Ia mendukung penuh langkah tersebut demi menjaga keadilan. โSecara biologis, pria jauh lebih kuat daripada wanita. Akan tidak adil jika wanita harus bersaing dengan pria biologis,โ tegasnya. Pernyataan ini muncul setelah kontroversi laga ekshibisi melawan Nick Kyrgios pada Desember lalu, yang menuai kritik karena dianggap melecehkan tenis putri.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kebangkitan Sabalenka tentu menarik untuk disimak. Ia adalah salah satu pemain dengan gaya bermain paling atraktif, dan persaingannya dengan petenis seperti Iga Swiatek atau Elena Rybakina selalu menghadirkan tontonan berkualitas. Selain itu, kehadiran Djokovic di ganda campuran bisa menjadi magnet tersendiri bagi penonton Asia, termasuk Indonesia, yang selama ini mengikuti perkembangan tenis dunia melalui siaran langsung.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Sabalenka mempertahankan konsistensi di US Open, turnamen yang kerap menjadi penentu akhir musim? Dengan strategi yang lebih sederhana dan tubuh yang segar, ia tampaknya berada di jalur yang tepat. Namun, persaingan di New York akan jauh lebih ketat, dan hanya mereka yang mampu menjaga fokus yang akan keluar sebagai juara.



