Banjir dan Angin Kencang di Vietnam Utara Tewaskan Tiga Anak, Satu Luka
Baca dalam 60 detik
- Tiga anak meninggal akibat banjir bandang di Lang Son, sementara satu orang luka di Lao Cai, Vietnam utara.
- Otoritas setempat mengevakuasi 30 rumah tangga dan mengerahkan tim darurat untuk memulihkan infrastruktur dan lahan pertanian.
- Peringatan dini cuaca ekstrem diperluas hingga 11 Agustus, dengan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Vietnam.

Banjir bandang dan angin kencang yang melanda sejumlah provinsi di Vietnam utara sejak Jumat (31/7) hingga Minggu pagi (2/8) menewaskan tiga anak dan melukai satu orang, sekaligus merusak infrastruktur dan lahan pertanian. Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan kawasan pegunungan terhadap cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
Di Provinsi Lang Son, tiga anak menjadi korban banjir bandang yang menerjang permukiman. Sementara itu, di Provinsi Lao Cai, hujan deras disertai angin kencang melukai satu warga dan merusak 13 rumah. Otoritas setempat terpaksa mengevakuasi 30 keluarga ke lokasi yang lebih aman. Longsor dengan volume hampir 100 meter kubik juga menutup Jalan Provinsi 103 di Km29+150, memutus akses transportasi antarwilayah.
Kerugian material tak terhindarkan. Delapan hektare sawah di Lao Cai terendam, mengancam ketahanan pangan warga yang sebagian besar bergantung pada pertanian. Pemerintah daerah segera mengerahkan tim penyelamat untuk membantu warga, mendata kerusakan, dan memulihkan aktivitas ekonomi. Badan Pengelolaan Bencana dan Tanggul Vietnam di bawah Kementerian Pertanian dan Lingkungan terus memantau kondisi cuaca dan sistem tanggul selama 24 jam.
Langkah mitigasi juga dilakukan dengan memanfaatkan teknologi. Bersama Zalo, platform pesan terkemuka di Vietnam, otoritas mengirimkan panduan kesiapsiagaan bencana kepada enam juta pelanggan ponsel di wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat, banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Ini menunjukkan upaya proaktif untuk menekan korban jiwa di tengah ancaman cuaca yang belum mereda.
Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional memperingatkan bahwa hujan deras dan badai petir akan berlanjut di wilayah utara dan Provinsi Thanh Hoa pada 3โ7 Agustus. Wilayah pesisir tengah dari Nghe An hingga Hue City juga berpotensi mengalami hujan pada malam hari hingga 11 Agustus. Kepala Divisi Prakiraan Cuaca, Nguyen Van Huong, mengingatkan bahwa badai petir dapat disertai angin puting beliung, kilat, hujan es, dan hembusan angin kencang.
Komite Pengarah Pertahanan Sipil Nasional telah menginstruksikan provinsi dan kota terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau peringatan, dan memobilisasi sumber daya untuk pemulihan. Masyarakat diminta mengikuti arahan otoritas setempat dan tidak beraktivitas di area rawan longsor atau banjir.
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga. Dengan topografi serupa dan musim hujan yang kerap memicu bencana hidrometeorologi, sistem peringatan dini berbasis pesan singkat dan koordinasi lintas lembaga yang dilakukan Vietnam layak ditiru. Pertanyaannya, apakah Indonesia siap menghadapi intensitas cuaca ekstrem yang diprediksi semakin meningkat akibat perubahan iklim?



