Setelah Mel Schilling Wafat, MAFS Australia Dikabarkan Rekrut 'Dr Lurve' sebagai Pengganti
Baca dalam 60 detik
- Brigitte Zonta, yang dikenal sebagai 'Dr Lurve', dikabarkan akan mengisi kursi panelis yang ditinggalkan Mel Schilling di MAFS Australia.
- Keputusan ini muncul setelah Mel Schilling tutup usia pada Maret lalu akibat kanker, meninggalkan jejak mendalam di industri reality show.
- Belum ada konfirmasi resmi dari pihak produksi, termasuk apakah Brigitte juga akan menggantikan Mel di MAFS UK.

Kursi panelis yang lama kosong di Married At First Sight (MAFS) Australia akhirnya menemukan calon pengisi. Kabar yang beredar menyebut Brigitte Zonta, yang populer dengan julukan "Dr Lurve", akan bergabung menggantikan Mel Schilling yang wafat pada Maret lalu. Keputusan ini menjadi sorotan karena Mel bukan sekadar panelis; ia adalah sosok yang menemani pemirsa sejak 2016 dan dianggap sebagai "matriark" acara tersebut.
Menurut laporan Daily Mail, Brigitte disebut-sebut telah kembali ke Australia untuk memulai tugas barunya, meski akun media sosialnya masih menunjukkan ia tengah bepergian. Sumber internal menyebut Brigitte punya gaya yang berbeda dari Mel, tetapi sama-sama tegas. "Ia hangat dan menghibur, tapi bisa langsung memotong alasan ketika seseorang tidak jujur," ujar sumber itu. Brigitte, yang menyebut dirinya "relationship coach nomor satu di Australia", akan duduk berdampingan dengan John Aitken dan seksolog Alessandra Rampolla.
Kepergian Mel Schilling pada usia 53 tahun meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga industri hiburan Australia. Suaminya, Gareth, dalam unggahan Instagram mengenang perjuangan Mel melawan kanker selama dua tahun kemoterapi. "Ia tidak pernah mengeluh, tidak pernah berhenti menunjukkan keberanian, dan tidak pernah melewatkan hari syuting," tulis Gareth. Mel juga dikenal sebagai ibu yang luar biasa bagi putrinya, Maddie, dan menjadi inspirasi bagi banyak wanita yang memulai karier di usia matang.
Bagi penggemar MAFS di Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi ada benang merah yang relevan. Fenomena reality show perjodohan memang sedang naik daun di Tanah Air, dengan berbagai adaptasi lokal yang meniru format serupa. Kehadiran panelis yang kredibel menjadi kunci untuk menjaga kualitas acara, terutama dalam memberikan edukasi tentang hubungan yang sehat. "Dr Lurve" dengan latar belakang sebagai coach diharapkan bisa membawa perspektif baru, meski tetap ada keraguan apakah ia bisa sepopuler Mel.
Belum ada konfirmasi resmi dari pihak produksi MAFS Australia mengenai keterlibatan Brigitte. Pertanyaan besar juga menggantung: apakah ia akan menggantikan Mel di MAFS UK, di mana Mel juga menjadi panelis bersama Paul C. Brunson dan Charlene Douglas? Jika benar, ini akan menjadi ujian bagi Brigitte untuk membuktikan bahwa ia mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan sosok sekaliber Mel Schilling.
Kepergian Mel Schilling menjadi pengingat bahwa di balik layar acara yang menghibur, ada manusia dengan perjuangan nyata. Bagi industri hiburan, kehilangan figur seperti Mel adalah pukulan berat. Namun, regenerasi adalah keniscayaan. Pertanyaannya, mampukah Brigitte Zonta membawa warna baru tanpa menghilangkan esensi yang membuat MAFS dicintai? Atau justru kehadirannya akan menggeser arah acara ke gaya yang lebih modern? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: penggemar akan terus mengawasi.



