Alice Evans Menang di Aspek Finansial, Restraining Order Diperpanjang: Drama Perceraian Hollywood Mendekati Titik Akhir
Baca dalam 60 detik
- Hakim Los Angeles memutuskan Ioan Gruffudd harus menaikkan tunjangan bulanan untuk Alice Evans, meski perintah perlindungan terhadap Evans diperpanjang.
- Pengadilan menemukan kelebihan pembayaran hanya sekitar US$27.000, jauh dari klaim Gruffudd yang menyebut US$400.000, dan mengakui rekening Coutts senilai US$168.000 milik Evans.
- Keputusan ini menegaskan bahwa perjanjian pranikah tetap mengikat, memicu perdebatan tentang keadilan ketika penerima tunjangan terbukti melakukan kekerasan domestik.

Hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles, Michael J. Convey, pada Selasa (4/8) memutuskan bahwa aktor Ioan Gruffudd harus meningkatkan pembayaran tunjangan bulanan kepada mantan istrinya, Alice Evans, meskipun pada saat yang sama memperpanjang perintah perlindungan terhadap Evans. Keputusan ini membawa babak panjang perseteruan rumah tangga selebritas Hollywood itu semakin mendekati titik akhir, setelah proses perceraian yang berlangsung sejak 2021 dan diwarnai tuduhan kekerasan domestik serta pelecehan.
Gruffudd, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Reed Richards dalam film Fantastic Four serta serial Hornblower, Liar, dan Harrow, menghadapi sidang selama sembilan hari pada Maret lalu untuk menyelesaikan sengketa keuangan pasca-perpisahan. Pasangan yang dikaruniai dua putri, Ella (16) dan Elsie (12), ini telah menjalani proses perceraian yang sangat publik. Di tengah proses tersebut, Gruffudd menikah dengan Bianca Wallace pada 2025 dan dikaruniai anak pertama mereka, yang turut memanaskan konflik.
Dalam putusan tertulisnya, Hakim Convey menegaskan bahwa Evans terbukti melakukan kekerasan domestik terhadap Gruffudd dan Wallace secara terus-menerus. โKampanye ini ditemukan tanpa henti dan berlanjut selama persidangan,โ tulisnya. Meski demikian, hakim mengakui adanya upaya Evans untuk berubah, namun menilai masih diperlukan waktu panjang tanpa kekerasan untuk membuktikan pertanggungjawaban penuh. Temuan ini menjadi dasar perpanjangan perintah perlindungan yang pertama kali dikeluarkan pada 2022.
Ironisnya, dalam aspek finansial, pengadilan justru memenangkan Evans. Gruffudd sebelumnya mengklaim telah membayar lebih sekitar US$400.000, tetapi setelah audit forensik oleh akuntan kedua belah pihak, kelebihan pembayaran itu hanya sekitar US$27.000. Akibatnya, Gruffudd diwajibkan membayar 10 persen dari pendapatan kotornya, setara sekitar US$1.862 per bulan, sesuai dengan perjanjian pranikah yang mereka sepakati. Hakim juga memutuskan bahwa rekening tabungan Coutts senilai US$168.000 adalah milik pribadi Evans, meskipun ia mengkritik Evans karena tidak mengungkapkannya tepat waktu, yang dinilai mengurangi kredibilitasnya.
Hakim Convey juga menolak permohonan Gruffudd untuk mengakhiri tunjangan pasangan dengan alasan perilaku abusive Evans. Dalam pertimbangannya, hakim menulis bahwa perilaku Evans berdampak negatif pada kondisi emosional Gruffudd dan Wallace, yang menghambat karier Gruffudd. Namun, ia menekankan bahwa Evans tidak pernah dihukum secara pidana, dan perjanjian pranikah melindunginya. โAda argumen kebijakan publik yang kuat bahwa Alice seharusnya tidak diuntungkan dari kekerasannya, tetapi hasil yang tampaknya tidak adil ini harus dicapai hari ini berdasarkan Kode Keluarga dan ketentuan PMA,โ tulis hakim.
Pengacara Evans, Janina Verano, membela kliennya dengan menyebut bahwa pelecehan online yang dilakukan Evans berawal dari isolasi saat pandemi Covid-19 dan kehancuran rumah tangganya. โItu adalah akhir COVID, dia terisolasi, dia menghadapi kehilangan pernikahannya,โ kata Verano. Ia menambahkan bahwa harapan rekonsiliasi hancur setelah Evans mengetahui hubungan Gruffudd dengan Wallace yang dimulai di lokasi syuting Harrow. Verano menegaskan bahwa Evans kini telah berubah, menonaktifkan akun Twitter-nya, dan tidak lagi mengancam. โAlice berada di tempat yang sangat berbeda. Dia telah move on dengan hidupnya,โ ujarnya.
Keputusan ini menyoroti kompleksitas hukum keluarga di California, di mana perjanjian pranikah memiliki kekuatan mengikat yang kuat, bahkan ketika salah satu pihak terbukti melakukan kekerasan. Bagi publik Indonesia, kasus ini menjadi cermin bahwa sistem hukum di negara maju pun tidak selalu memberikan hasil yang tampak adil secara moral. Di Indonesia, di mana perceraian selebritas sering menjadi konsumsi publik, kasus ini mengingatkan bahwa aspek finansial dan perlindungan hukum harus berjalan beriringan, dan bahwa perjanjian pranikah dapat menjadi instrumen penting untuk melindungi hak-hak kedua belah pihak. Namun, pertanyaan yang mengemuka adalah: apakah keadilan prosedural selalu sejalan dengan keadilan substantif? Kasus ini mungkin akan menjadi preseden bagi kasus-kasus serupa di masa depan, terutama ketika ada tuduhan kekerasan domestik yang melibatkan pasangan selebritas.



