Al Ahli Tunjuk Marino Pusic: Era Baru Setelah Jaissle Hengkang ke Newcastle
Baca dalam 60 detik
- Klub Arab Saudi Al Ahli resmi menunjuk Marino Pusic sebagai pelatih anyar dengan kontrak hingga 2028.
- Pusic, yang pernah membawa Shakhtar Donetsk juara Ukraina, menggantikan Matthias Jaissle yang pindah ke Newcastle United.
- Langkah ini menandai perombakan besar di lini kepelatihan Al Ahli, dengan harapan mempertahankan dominasi di Asia.

Klub raksasa Arab Saudi, Al Ahli, resmi menunjuk Marino Pusic sebagai pelatih kepala yang baru, menggantikan Matthias Jaissle yang memutuskan hengkang untuk menangani Newcastle United di Liga Inggris. Keputusan ini diumumkan pada Kamis (6/8) dan langsung menjadi sorotan publik sepak bola Asia, mengingat Jaissle sukses membawa Al Ahli meraih dua gelar Liga Champions Elite AFC secara beruntun.
Pusic, pelatih asal Bosnia berusia 54 tahun, bukan nama asing di kancah sepak bola Eropa. Karier kepelatihannya mencuat setelah sukses membawa Shakhtar Donetsk meraih gelar juara Liga Ukraina pada 2024. Sebelumnya, ia juga pernah menukangi FC Twente dan berhasil mengantarkan tim tersebut promosi ke Eredivisie pada 2019. Pengalaman terakhirnya di kawasan Teluk adalah menangani Al Jazira asal Uni Emirat Arab pada musim lalu, yang menjadi ujian pertamanya di kompetisi Asia Barat.
Kepergian Jaissle ke Newcastle United memang telah menjadi spekulasi panas dalam beberapa pekan terakhir. Kepergiannya menyusul didepaknya Eddie Howe dari kursi manajer The Magpies. Jaissle dianggap sebagai sosok yang tepat untuk membangun kembali skuad Newcastle yang tengah berusaha bersaing di papan atas Premier League. Di sisi lain, Al Ahli tidak tinggal diam dan bergerak cepat dengan mengamankan jasa Pusic yang dianggap memiliki filosofi permainan menyerang dan pengalaman internasional yang mumpuni.
Penunjukan Pusic ini menjadi sinyal kuat bahwa Al Ahli tidak ingin kehilangan momentum kejayaan mereka di level Asia. Dengan kontrak hingga 2028, Pusic diberi waktu yang cukup untuk membangun tim sesuai visinya. Ia diharapkan mampu mempertahankan gaya permainan atraktif yang selama ini menjadi ciri khas Al Ahli, sekaligus membawa inovasi taktik baru yang bisa membuat mereka semakin sulit dikalahkan di kompetisi domestik maupun Asia.
Bagi pengamat sepak bola, perpindahan ini juga menarik untuk dicermati dari sisi strategi klub-klub Arab Saudi yang semakin agresif dalam mendatangkan pelatih-pelatih Eropa. Fenomena ini sejalan dengan ambisi besar Liga Pro Saudi untuk menjadi salah satu liga terbaik di dunia, tidak hanya dari segi pemain bintang tetapi juga kualitas kepelatihan. Kehadiran Pusic diharapkan bisa memberikan warna baru dan meningkatkan daya saing Al Ahli di pentas internasional.
Di Indonesia, kabar ini tentu menjadi perhatian tersendiri bagi para penggemar sepak bola yang mengikuti perkembangan Liga Champions Asia. Al Ahli merupakan salah satu tim yang kerap menjadi lawan berat wakil-wakil Indonesia di kompetisi antarklub Asia. Dengan perubahan di kursi pelatih, dinamika pertandingan melawan Al Ahli diprediksi akan berbeda, terutama jika mereka bertemu dengan klub-klub Indonesia di babak grup nanti. Para pengamat lokal menilai bahwa pengalaman Pusic di Eropa dan Timur Tengah bisa membuat Al Ahli semakin solid dan sulit ditaklukkan.
โPusic adalah pelatih yang cerdas secara taktik dan memiliki rekam jejak bagus dalam mengembangkan pemain muda. Kami yakin ia bisa membawa Al Ahli ke level yang lebih tinggi,โ ujar salah satu sumber internal klub yang enggan disebutkan namanya.
Langkah Al Ahli ini juga memunculkan pertanyaan besar: apakah keputusan Jaissle untuk pindah ke Newcastle akan berbuah manis? Di tengah tekanan untuk langsung berprestasi di Premier League, Jaissle harus beradaptasi cepat dengan ritme sepak bola Inggris yang jauh berbeda dengan Asia. Sementara itu, Pusic memiliki pekerjaan rumah untuk mempertahankan supremasi Al Ahli di Asia dan mungkin menargetkan gelar yang lebih bergengsi di tingkat dunia. Hanya waktu yang akan membuktikan siapa yang lebih diuntungkan dari perombakan ini.



