Listrik Jakarta Pulih: PLN Pastikan Pasokan Normal Usai Gangguan Gardu Induk Gandul
Baca dalam 60 detik
- Gangguan listrik dari Gardu Induk Gandul ke Cirendeu yang terjadi pukul 04.59 WIB telah dipulihkan bertahap hingga normal pukul 07.00 WIB.
- PLN memastikan keamanan teknis sebelum pemulihan dan meminta maaf atas ketidaknyamanan pelanggan, dengan pengaduan dapat disampaikan melalui PLN Mobile atau Contact Center 123.
- Ke depan, PLN menambah pasokan batubara 1,8 juta ton dan 4,6 GW pada 2027 untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan Jawa.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya memastikan pasokan listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya telah kembali normal setelah gangguan suplai dari Gardu Induk Gandul menuju Cirendeu yang terjadi pada Senin dini hari. Gangguan yang mulai terdeteksi pukul 04.59 WIB itu berhasil dipulihkan secara bertahap hingga seluruh pelanggan kembali menikmati aliran listrik pada pukul 07.00 WIB.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menjelaskan bahwa tim teknis langsung bergerak cepat untuk memastikan keamanan jaringan sebelum memulai proses pemulihan. "Tim PLN memastikan keamanan teknis dan mulai melakukan pemulihan awal pada pukul 05.14 WIB," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemulihan dilakukan secara bertahap dan selesai dalam waktu kurang lebih dua jam, sebuah respons yang relatif cepat untuk skala gangguan yang melibatkan gardu induk utama.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur kelistrikan di wilayah padat penduduk seperti Jakarta. Meski pemulihan berjalan lancar, gangguan semacam ini berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang sangat bergantung pada pasokan listrik stabil. PLN pun telah menyampaikan permohonan maaf resmi kepada pelanggan yang terdampak, sebuah langkah yang dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Di sisi lain, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen perusahaan untuk mencegah terulangnya pemadaman serupa di Pulau Jawa. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penambahan pasokan batubara berkalori menengah hingga tinggi (di atas 4.500 kalori) sebesar 1,8 juta ton di luar pasokan yang sudah ada untuk bulan Juli. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Jawa secara signifikan.
Selain itu, PLN merencanakan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 4,6 GW pada tahun 2027. Dengan tambahan ini, sistem kelistrikan Jawa yang sempat mengalami pemadaman bergilir di masa lalu diharapkan menjadi jauh lebih andal. Darmawan menekankan bahwa program penguatan ini sejalan dengan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan dirancang untuk memenuhi pertumbuhan permintaan listrik yang terus meningkat.
Bagi konsumen di Jakarta, kejadian ini menegaskan pentingnya memiliki rencana cadangan listrik, seperti genset atau UPS, terutama bagi bisnis yang beroperasi 24 jam. PLN juga mengingatkan pelanggan untuk melaporkan kendala listrik melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123, sehingga tim dapat merespons lebih cepat.
Ke depan, publik akan mencermati apakah langkah-langkah penguatan yang dicanangkan PLN benar-benar mampu menjamin pasokan listrik yang stabil di tengah meningkatnya kebutuhan energi. Apakah penambahan batubara dan kapasitas pembangkit cukup untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di musim kemarau? Hanya waktu yang akan membuktikan efektivitas strategi jangka panjang PLN.



