Duckett dan Amir Bawa Trent Rockets Kian Kokoh di Puncak The Hundred
Baca dalam 60 detik
- Trent Rockets mencatat kemenangan keempat beruntun usai menekuk Sunrisers Leeds dengan selisih lima run di The Hundred.
- Penampilan gemilang Ben Duckett (64) dan Mohammad Amir (2-20) menjadi pembeda, meski Sunrisers sempat unggul lewat duet Marsh-Brook.
- Hasil ini mempertegas dominasi Rockets di klasemen, sementara Sunrisers tertahan di posisi kelima dengan dua kemenangan dan dua kekalahan.

Pemuncak klasemen The Hundred, Trent Rockets, kembali menunjukkan tajinya dengan meraih kemenangan keempat secara beruntun. Bertanding di kandang sendiri, Trent Bridge, mereka menaklukkan Sunrisers Leeds dengan skor tipis lima run, Minggu (4/8). Kemenangan ini sekaligus melebarkan jarak poin di puncak klasemen menjadi empat angka dari para pengejar.
Penentu kemenangan Rockets tak lepas dari kontribusi Ben Duckett yang mencetak 64 run dari 47 bola, plus aksi heroik Mohammad Amir di fase krusial pertandingan. Namun, jalan menuju kemenangan tidaklah mulus. Sunrisers Leeds sempat menguasai laju pertandingan lewat kemitraan 71 run antara Mitchell Marsh dan Harry Brook yang membuat mereka hanya butuh 35 run dari 20 bola terakhir.
Di titik itulah pertandingan berubah drastis. Mohammad Amir tampil sebagai pemecah kebuntuan dengan hanya kebobolan lima run dalam empat bola berikutnya, sebelum Duckett melakukan lompatan spektakuler di area cover untuk menyingkirkan Brook yang mencetak 46 run dari 33 bola. Lima bola kemudian, giliran Marsh yang harus mengangkat koper setelah tertangkap Sam Billings, membuat Sunrisers kehilangan dua pilar utamanya dalam waktu singkat. Dengan 25 run yang dibutuhkan dari 10 bola, Dan Lawrence dan Tom Alsop gagal memenuhi target.
Sebelum pertandingan memasuki babak penentuan, Duckett sebenarnya tampil sebagai pahlawan yang tenang. Berbeda dengan rekan setimnya, Aneurin Donald, yang baru debut dan langsung agresif dengan tiga six serta 40 run dari 19 bola. Donald, yang masuk saat powerplay setelah Brydon Carse menjatuhkan Finn Allen, sempat mendominasi kemitraan 63 run bersama Duckett. Namun, Carse kemudian membalas dengan menyingkirkan Donald, sementara Duckett harus mengakhiri inning lebih awal setelah di-bowling Nathan Ellis dengan lima bola tersisa. Tim David, meski kesulitan mencetak run cepat, tetap menyumbang six penting di bola kedua terakhir untuk memastikan total 146-4 yang cukup menantang.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, The Hundred mungkin masih terasa asing dibandingkan IPL atau BBL. Namun, turnamen berdurasi 100 bola ini menawarkan format yang lebih cepat dan padat aksi, mirip dengan cara T20 menarik perhatian penonton baru di Asia Tenggara. Keberadaan pemain-pemain kelas dunia seperti Mitchell Marsh dan Harry Brook, yang juga tampil di liga-liga global, menjadi daya tarik tersendiri. Bagi penonton Indonesia yang mulai melirik kriket, The Hundred bisa menjadi tontonan alternatif yang menawarkan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor positif Rockets, tetapi juga mengirim sinyal kuat bahwa mereka adalah tim yang sulit dikalahkan. Dengan empat kemenangan beruntun, konsistensi menjadi kunci utama. Sementara itu, Sunrisers Leeds harus segera berbenah jika ingin bersaing di papan atas. Kekalahan tipis ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas, tetapi gagal dalam eksekusi di momen-momen genting.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Trent Rockets mempertahankan laju sempurna ini hingga akhir musim? Atau akankah ada tim lain yang mampu memecah dominasi mereka? Dengan persaingan yang semakin ketat, setiap pertandingan akan menjadi ujian mental dan strategi. Bagi Sunrisers, evaluasi mendalam diperlukan, terutama dalam hal penyelesaian akhir saat tekanan meningkat.



