Rekor Baru The Hundred: Sunrisers Leeds Hancurkan London Spirit dengan 241 Run
Baca dalam 60 detik
- Sunrisers Leeds mencatat total tertinggi sepanjang sejarah The Hundred, 241-2, berkat ledakan Harry Brook dan Ryan Rickelton.
- Kemenangan 37 run ini mengangkat Sunrisers ke posisi empat klasemen, menghidupkan peluang play-off, sementara London Spirit terpuruk di posisi tujuh.
- Pertandingan ini memecahkan rekor jumlah six dalam satu laga The Hundred, dengan total 31 six, menandai era baru dalam kriket T20.

Ledakan agresif Harry Brook dan Ryan Rickelton membawa Sunrisers Leeds mencatatkan total tertinggi sepanjang sejarah The Hundred, 241-2, dalam kemenangan 37 run atas London Spirit di Headingley. Penampilan memukau ini tidak hanya mengubah peta klasemen, tetapi juga menegaskan dominasi Sunrisers dalam kompetisi kriket format singkat yang semakin populer di Inggris.
Brook, kapten timnas Inggris untuk format terbatas, mencetak fifty dalam 15 bolaโtercepat bersama dalam sejarah turnamenโdengan kombinasi kekuatan dan kelincahan. Sementara itu, Rickelton, pembuka asal Afrika Selatan, nyaris mencetak century dengan 94 run tidak terkalahkan dari 42 bola. Duet mereka di wicket kedua menambah 83 run dari 32 bola, membuat para bowler London Spirit tak berdaya.
Kemenangan ini membawa Sunrisers ke posisi keempat klasemen, menjaga asa lolos ke babak play-off. Sebaliknya, London Spirit harus puas tertahan di posisi ketujuh setelah kegagalan mengejar target yang sangat tinggi. Bagi penggemar kriket di Indonesia, pertandingan ini menjadi tontonan menarik yang menunjukkan evolusi strategi dalam kriket modern, di mana agresivitas sejak awal menjadi kunci.
Rekor demi rekor dipecahkan dalam laga ini. Total 241-2 Sunrisers melampaui rekor sebelumnya milik Oval Invincibles yang mencetak 226-4 pada 2025. Kemitraan pembuka Rickelton dan Mitchell Marsh yang mencapai 148 run juga menjadi yang tertinggi dalam sejarah The Hundred, mengalahkan rekor 127 run milik Jimmy Neesham dan Tom Curran pada 2023. Selain itu, Sunrisers mencetak 21 six dalam satu inning, memecahkan rekor sebelumnya yang hanya 17 six.
Marsh, yang mencetak 76 run dari 37 bola, memulai inning dengan kekuatan khasnya. Namun, penampilan Brook yang hanya 18 bola untuk 55 run membuat penampilan Marsh hampir terlupakan. Brook bahkan mampu memukul six melewati deep third dengan teknik slice yang berani saat menghadapi yorker lebar dari Jamie Overton. Mantan kapten Inggris, Michael Vaughan, memuji penampilan Brook sebagai "masterclass dalam memukul bola putih" dan menekankan kemampuan Brook dalam membaca lemparan bowler.
Di sisi lain, London Spirit sempat menunjukkan perlawanan melalui David Willey yang mencetak 83 run tidak terkalahkan dari 46 bola, namun itu tidak cukup untuk mengejar target. Kegagalan awal mereka, dengan Jonny Bairstow yang tersingkir pada bola pertama, membuat mereka tertinggal jauh sejak awal.
Bagi penonton di Indonesia, pertandingan ini menyoroti bagaimana kriket T20 terus berkembang dengan pendekatan yang lebih agresif dan inovatif. Dengan rekor-rekor yang terus dipecahkan, The Hundred semakin menarik perhatian global, termasuk di Asia Tenggara. Pertanyaan besarnya, mampukah tim-tim lain meniru strategi Sunrisers atau justru akan muncul taktik baru untuk meredam agresivitas semacam ini? Jawabannya akan terungkap pada sisa musim ini.



