Joan Mir Absen di Qatar, Jake Dixon Ambil Alih Honda HRC
Baca dalam 60 detik
- Joan Mir kembali harus menepi karena gejala pusing dan gangguan penglihatan yang kambuh di Sepang, membuat Honda HRC menunjuk Jake Dixon sebagai pengganti di Grand Prix Qatar.
- Dixon, yang musim ini membela tim pabrikan Honda di World Superbike, kembali ke MotoGP untuk pertama kalinya sejak 2021 dan akan berduet dengan Luca Marini.
- Jika Mir belum pulih, Dixon berpeluang tampil di Portimao dan Valencia, sementara Honda berupaya memaksimalkan tiga balapan tersisa.

Honda HRC memastikan Joan Mir tidak akan turun pada Grand Prix Qatar akhir pekan ini setelah upaya comeback di Sepang terhenti akibat serangan pusing dan penglihatan sebagian yang kembali muncul. Keputusan ini diambil cepat oleh tim pabrikan asal Jepang tersebut, yang langsung menunjuk Jake Dixon sebagai pengganti.
Bagi Dixon, ini adalah panggilan tak terduga. Pembalap asal Inggris itu terakhir kali membalap di kelas premier pada 2021 bersama Petronas SRT sebagai pengganti Franco Morbidelli. Kala itu ia finis ke-19 di Silverstone dan gagal menyelesaikan balapan di Aragon. Kini, setelah meniti karier di Moto2 dengan torehan tujuh kemenangan dan 22 podium, serta menjalani musim debut yang penuh liku di World Superbike bersama Honda, Dixon mendapat kesempatan kedua di MotoGP.
Musim 2025 sejatinya menjadi tahun yang berat bagi Dixon. Cedera menghambat performanya di WSBK, meski pemulihan fisik di paruh kedua musim membuahkan lima hasil finis di posisi 10 besar. Pengalaman itulah yang membuatnya mampu memahami situasi Mir. "Saya ingin mendoakan yang terbaik untuk Joan dan berharap dia segera kembali ke motor. Tahun ini juga tidak mudah bagi saya, jadi saya sangat bisa merasakan apa yang dialaminya," ujar Dixon seperti dikutip dari pernyataan resmi tim.
Kembalinya Dixon ke MotoGP bukan tanpa tantangan. Ia harus beradaptasi dengan motor RC213V yang dikenal sulit dikendalikan, terlebih lagi ia sudah lama tidak mengendarai prototipe kelas premier. "Ini sudah lama sejak terakhir kali saya mengendarai motor MotoGP, jadi kami perlu menjalani akhir pekan dengan tenang dan selangkah demi selangkah," tuturnya. Meski demikian, semangatnya membara. "Menerima panggilan untuk mengendarai salah satu motor ini adalah hal yang fantastis. Saya rasa semua pembalap saat masih anak-anak bermimpi membalap untuk tim pabrikan Honda," tambah Dixon.
Di sisi lain, Luca Marini menyambut baik kembalinya rekan setimnya. Pembalap Italia itu mengaku kondisi fisiknya semakin membaik setelah menghabiskan beberapa hari di rumah. "Tujuan kami akhir pekan ini adalah melanjutkan performa yang kami tunjukkan pada Minggu di Sepang. Saya sudah bisa beristirahat dan pemulihan berjalan baik," kata Marini. Ia juga menyoroti karakteristik Sirkuit Losail yang menurutnya tidak selalu cocok dengan kekuatan motor Honda. "Dengan hanya tiga balapan tersisa, ini saatnya memberikan segalanya," tegasnya.
Absennya Mir menambah daftar panjang masalah kesehatan yang membayangi kariernya. Juara dunia MotoGP 2020 itu sempat naik podium di awal musim, tetapi sejak pertengahan tahun ia harus berjuang melawan gejala yang tidak sepenuhnya hilang. Meski dinyatakan fit untuk balapan di Malaysia, ia terpaksa mundur di tengah lomba ketika keluhan yang sama muncul lagi. Honda pun belum memberikan batas waktu pasti kapan Mir akan kembali. Jika pemulihannya memakan waktu lebih lama, Dixon berpeluang tampil di Portimao dan Valencia.
Bagi Honda, tiga balapan tersisa menjadi ajang pembuktian setelah musim yang penuh ujian. Kehadiran Dixon di garasi setidaknya memberikan angin segar, meski ia harus cepat beradaptasi. Sementara itu, publik MotoGP menanti apakah Mir mampu mengatasi masalah kesehatannya dan kembali ke lintasan sebelum musim berakhir. Jika tidak, masa depan sang juara dunia di Honda bisa menjadi tanda tanya besar.



