Hitachi dan Toshiba Kirim Kereta Shinkansen ke Taiwan, Operasi Komersial Dirancang 2027
Baca dalam 60 detik
- Hitachi dan Toshiba mengirimkan kereta peluru N700ST pertama ke Taiwan, menandai pengiriman shinkansen Jepang ke luar negeri dalam 22 tahun.
- Kereta berbasis N700S ini mampu melaju 300 km/jam dan dilengkapi baterai darurat untuk kondisi mati listrik.
- Kontrak senilai 124 miliar yen mencakup 12 trainset, memperkuat posisi Jepang di pasar kereta cepat Asia.

Hitachi Ltd. dan Toshiba Corp. resmi memperkenalkan kereta peluru generasi terbaru untuk Taiwan dalam sebuah seremoni pengiriman di pabrik Hitachi, Prefektur Yamaguchi, Kamis (30/7). Pengiriman ini menjadi yang pertama dalam 22 tahun terakhir bagi Jepang dalam mengekspor kereta shinkansen ke luar negeri, dengan layanan komersial ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Kereta yang diberi nama N700ST ini merupakan pengembangan dari model N700S yang digunakan di jalur Tokaido Shinkansen. Dengan kecepatan operasional hingga 300 kilometer per jam, N700ST juga dibekali teknologi baterai yang memungkinkan kereta bergerak ke lokasi aman saat terjadi pemadaman listrik. Saat ini, Taiwan High Speed Rail (THSRC) mengoperasikan rangkaian 700T yang juga berbasis teknologi Jepang.
“Pengiriman kereta pertama selalu menjadi momen yang sangat penting,” ujar Giuseppe Marino, Senior Vice President Hitachi, dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama erat antara THSRC, Central Japan Railway Company (JR Central), para pemasok, dan seluruh pihak yang terlibat.
Nilai kontrak yang diteken pada 2023 mencapai sekitar 124 miliar yen atau setara 758 juta dolar AS untuk 12 trainset, masing-masing terdiri dari 12 gerbong. Ini menjadi salah satu proyek ekspor perkeretaapian terbesar Jepang dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus bukti kepercayaan Taiwan terhadap teknologi shinkansen.
Selain pengumuman kereta baru, THSRC juga menyatakan donasi sebesar 20 juta yen untuk mendukung pemulihan gempa bumi magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, pada Selasa (28/7). Langkah ini mempertegas ikatan erat antara Taiwan dan Jepang, terutama di tengah upaya pemulihan bencana.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik dicermati. Jepang selama ini menjadi salah satu kandidat kuat dalam proyek kereta cepat di berbagai negara Asia Tenggara. Keberhasilan ekspor shinkansen ke Taiwan bisa menjadi referensi bagi Indonesia jika kelak mempertimbangkan perluasan jalur kereta cepat di luar Jakarta-Bandung, yang saat ini menggunakan teknologi China. Keandalan, sistem keselamatan, dan inovasi baterai pada N700ST menjadi nilai tambah yang patut diperhitungkan.
Ke depan, ekspansi Jepang ke pasar kereta cepat Asia diperkirakan akan semakin kompetitif, terutama dengan hadirnya teknologi hemat energi dan fitur keselamatan mutakhir. Pertanyaannya, akankah Indonesia menjadi tujuan ekspor shinkansen berikutnya?



