Patrick Stewart Jadi Nazi Brutal di Green Room, Kini Gratis di Tubi
Baca dalam 60 detik
- Patrick Stewart meninggalkan citra Picard dan Xavier untuk memerankan Darcy, pemilik bar skinhead di thriller Green Room (2015).
- Film garapan Jeremy Saulnier ini dikenal karena kekerasan yang tak kompromi dan atmosfer kumuh yang mencekam.
- Green Room kini bisa disaksikan gratis di Tubi, menawarkan pengalaman menegangkan bagi penonton dewasa.

Patrick Stewart memang identik dengan peran-peran heroik dan bijaksana, seperti Captain Jean-Luc Picard di Star Trek dan Professor Charles Xavier di waralaba X-Men. Namun, pada 2015 ia mengejutkan publik dengan memerankan tokoh antagonis yang kejam dalam film thriller berjudul Green Room. Kini, film yang disutradarai Jeremy Saulnier itu dapat ditonton secara gratis melalui platform streaming Tubi, memberi kesempatan bagi penonton Indonesia untuk menyaksikan sisi gelap Stewart yang jarang terekspos.
Green Room mengisahkan perjuangan sebuah band punk bernama The Ain't Rights yang sedang tur di kawasan Pasifik Barat Laut. Dengan kondisi keuangan yang minim, mereka menerima tawaran manggung di sebuah bar terpencil di pedesaan Oregon. Namun, bar tersebut ternyata merupakan markas kelompok skinhead dan tempat berkumpulnya band metal neo-Nazi. Situasi semakin memburuk ketika anggota band tanpa sengaja menyaksikan sebuah pembunuhan di ruang belakang panggung yang dikenal sebagai "green room". Mereka pun menjadi buruan, dan pemilik bar, Darcy (diperankan Stewart), memutuskan untuk menghabisi mereka semua.
Yang membuat Green Room menonjol adalah pendekatannya yang brutal dan tanpa kompromi. Film ini tidak menampilkan adegan pertarungan yang koreografinya indah; sebaliknya, para tokohnya berjuang dengan senjata seadanya dan penuh kepanikan. Kekerasan disajikan secara grafis, dengan luka-luka mengerikan yang diperlihatkan secara detail. Menurut para kritikus, Green Room berhasil membangun ketegangan melalui realisme situasi yang mencekam, di mana tidak ada tokoh yang aman.
Stewart sendiri mengaku tertarik pada peran ini karena ingin menantang dirinya keluar dari zona nyaman. Dalam sebuah wawancara, ia menyatakan bahwa bermain sebagai karakter jahat memberikan kebebasan artistik yang berbeda. "Saya selalu ingin mencoba hal baru, dan Darcy adalah karakter yang sangat kompleks," ujarnya. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa peran ini sempat membuat sebagian penggemar terkejut.
Bagi penonton Indonesia, Green Room menawarkan perspektif berbeda tentang Patrick Stewart yang selama ini dikenal sebagai sosok bijak. Film ini juga menjadi contoh bagaimana sebuah thriller dapat membangun ketegangan tanpa mengandalkan efek visual berlebihan. Ketersediaan film ini di Tubi memudahkan siapa pun untuk menyaksikannya secara legal dan gratis, meskipun perlu diingat bahwa film ini mengandung kekerasan grafis yang tidak cocok untuk anak-anak.
Ke depannya, Green Room akan tetap dikenang sebagai salah satu peran paling menantang dalam karier Stewart. Apakah film ini akan menginspirasi aktor-aktor lain untuk keluar dari stereotip mereka? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi Green Room membuktikan bahwa bahkan aktor paling ikonik pun bisa mengejutkan penonton dengan transformasi yang berani.



