Leverkusen Incar Empat Kemenangan Beruntun di Europa League, Marseille Terpuruk di Dasar Klasemen
Baca dalam 60 detik
- Bayer Leverkusen menyambut Marseille pada matchday keempat Europa League dengan modal tiga kemenangan tanpa kebobolan.
- Marseille belum meraih poin dan berada di posisi ketiga dari bawah dari 36 tim, tertekan setelah tiga kekalahan beruntun.
- Laga ini menjadi ujian konsistensi Leverkusen sekaligus peluang Marseille menghentikan laju buruk di kompetisi Eropa.

Bayer Leverkusen akan menjamu Marseille pada lanjutan fase liga Europa League 2026/27 di BayArena, Jumat (dini hari WIB). Kemenangan keempat beruntun menjadi target pasukan Carles Martínez yang saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara, terpaut selisih gol dari Benfica.
Leverkusen tampil impresif dengan tiga kemenangan tanpa kebobolan: mengalahkan Celje 2-0, membungkam Lech Poznań 4-0, dan menundukkan OFI Crete 2-0. Mereka menjadi satu-satunya tim di kompetisi ini yang belum kebobolan, menegaskan soliditas lini belakang yang menjadi fondasi performa apik Die Werkself.
Di sisi lain, Marseille datang dengan kondisi terpuruk. Klub asuhan Bruno Génésio itu kalah di tiga laga awal fase liga: dibantai Beşiktaş 4-1, takluk 0-1 dari Olympiacos, dan dipermalukan Sturm Graz 0-1. Hasil tersebut menempatkan Marseille di posisi ketiga dari bawah dari 36 tim, jauh dari ekspektasi setelah finis kelima di Ligue 1 musim lalu.
Bagi Leverkusen, laga ini bukan sekadar soal menjaga rekor sempurna. Kemenangan akan memperkokoh posisi di papan atas dan memberikan kepercayaan diri menghadapi jadwal padat. Sebaliknya, Marseille berada di ambang krisis. Kekalahan keempat beruntun bisa memicu tekanan besar terhadap Génésio, yang dianggap gagal mengangkat performa tim di kompetisi Eropa.
"Kami harus segera bangkit. Tidak ada waktu untuk meratapi hasil buruk. Setiap pertandingan adalah final bagi kami," ujar Génésio dalam konferensi pers jelang laga, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Secara taktik, Leverkusen diprediksi mengandalkan penguasaan bola dan serangan balik cepat. Lini belakang yang dikomandoi Jonathan Tah akan diuji oleh kecepatan penyerang Marseille, Pierre-Emerick Aubameyang. Sementara itu, Marseille perlu memperbaiki efektivitas serangan yang baru mencetak satu gol dari tiga laga.
Konteks Indonesia: Pertandingan ini menjadi tontonan menarik bagi penggemar sepak bola Tanah Air yang biasa mengikuti kompetisi Eropa melalui platform digital. Leverkusen, yang dikenal sebagai klub pengembangan pemain muda, bisa menjadi referensi bagi tim-tim Indonesia dalam membangun fondasi permainan solid dan efisien. Sementara Marseille, dengan sejarah panjangnya, menjadi contoh bagaimana klub besar bisa terpuruk jika tidak konsisten.
Dengan 36 tim bersaing di fase liga, setiap poin sangat berharga. Leverkusen berpeluang besar mengamankan posisi di zona atas, sedangkan Marseille wajib meraih hasil positif untuk menjaga asa lolos ke babak gugur. Akankah Leverkusen melanjutkan dominasi, atau Marseille mampu mengejutkan? Jawabannya akan tersaji di lapangan.



